
Beberapa jam kemudian keduanya sudah keluar dari kamar mandi, tentu saja dengan Erva yang memanyunkan bibirnya.
Bukan karena Erva tidak rela untuk melayani suaminya tetapi waktunya tidak pas, yang ada di dalam pikiran nya saat ini adalah siomay abang yang mangkal di depan kompleks, tentu saja Erva takut jika Anang penjual siomay itu sudah pergi atau malahan semuanya sudah habis.
"Senyum dek, ibadah loh sama suami sendiri."
Bagaimana mau senyum, yang nyata nya di dalam kamar mandi bukan hanya satu dan dua ronde saja tetapi tiga roda dilakukan Anjar siang ini dan tentu saja itu membuat Erva sedikit kesal karena sudah membuang waktunya untuk mendapatkan siomay.
"Nih, aku sudah senyum. Tahu ah nanti kalau abang siomay nya sudah pergi atau sudah habis, Mas harus bertanggung jawab belikan aku siomay yang seperti itu."
"Oke dek, tidak usah khawatir aku akan bertanggung jawab. Tapi memang benar, kamu enak banget, legit dan juga bikin pengen lagi."
Entahlah laki-laki yang dingin itu ketika menikah menjadi mesummm dan tentu saja ia selalu ketagihan dengan apa yang dilakukannya dengan Erva, bukan karena ia tidak puas tetapi setiap dekat-dekat dengan Erva, ia tidak bisa melepaskan istrinya itu zat hingga ingin melakukan hubungan lagi dan Lagi.
"Ya Mas, kalau Mas bicara lagi jatah anti malam tidak ada."
"Tidak bisa, kamu kasih atau tidak pasti aku akan mengambilnya sendiri."
"Dasar pemaksa."
Erva tidak mau banyak berdebat lagi dengan Anjar ia kemudian mengganti pakaiannya dan juga menyisir rambutnya, sama sekali perempuan cantik itu tidak ingin mengeringkan rambutnya dengan hair dryer cukup mengusap rambutnya dengan handuk.
__ADS_1
Meskipun belum kering sempurna tetapi setidaknya tidak ada air yang menetes dari dalam rambutnya itu.
"Dek, kok aku ditinggal dan kenapa buru-buru.. rambutnya masih basah, sini aku keringkan dulu!!"
"Tidak perlu, Mas ganti aja sendiri ya pakaian gantinya sudah ada di atas ranjang, udah ah... aku mau beli siomay dulu ke depan."
Anjar hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Erva yang entah beberapa hari ini terlihat aneh tetapi ia juga senang karena istrinya itu bersikap manja dan juga ceria.
Sebelum mengganti pakaiannya Anjar mengambil ponselnya terlebih dahulu ia menghubungi seseorang, tentu saja orang itu adalah orang suruhannya yang bertugas untuk melindungi Erva
Bukan karena ia tidak percaya dengan Erva tetapi kali ini Anjar memang harus waspada, terlebih lagi ia tahu Keenan masih berusaha untuk mendekati istrinya.
Setelah meminta pengawalnya untuk mengikuti Erva dan juga melindungi istrinya, Anjar segera untuk mengganti pakaiannya ia juga tidak tinggal diam ia yang masih tidak tega membiarkan istrinya itu keluar sendirian meskipun sudah ada beberapa pengawal yang secara sembunyi-sembunyi untuk melihat Erva, Anjar sendiri ingin menghampiri istrinya untuk ke depan.
Dengan cepat Erva melangkahkan kakinya ia memang sengaja tidak membawa mobil ataupun motor padahal semuanya sudah tersedia di garasi rumah Anjar tetapi entahlah sore ini Erva ingin berjalan kaki dan pastinya jarak antara rumah hancur dengan Abang penjual siomay itu tidaklah jauh dan Erva ingin menikmati sore ini dengan berjalan kaki saja sembari melihat pemandangan di sekitar rumah Anjar dan pastinya sedikit banyak Erva juga belum begitu kenal dengan orang-orang di sana.
Erva tersenyum, manakala Erva yang masih melihat penjual siomay yang masih berada di tempatnya tentu saja perempuan cantik itu langsung saja berlari sedikit cepat supaya cepat memakan apa yang sedari tadi siang diinginkan.
"Siomay nya satu pak makan sini!" ucap Erva kepada Abang penjual siomay itu tentu saja ia tidak ingin makan di rumah, ingin meloha banyak orang yang ada di sini bersama dengan orang-orang yang lainnya yang juga ingin menikmati keindahan di sore hari.
"Tidak usah pedes Pak, biasa saja."
__ADS_1
Erva menoleh ke arah suara tentu saja ia hafal sekali dengan suara yang barusan didengarnya itu dan pastinya erfa sendiri tidak tahu mengapa karena tiba-tiba berada di sini apa ada keperluan di sekitar tempat ini atau jangan-jangan Keenan ingin menemui dirinya atau menemui suaminya?
"Kamu masih tidak boleh makan pedes pedes Beb."
Keenan tersenyum ia tidak menyangka akan bertemu Erva di sini dan tentu saja ini bukan suatu kebetulan karena Kenan memang sengaja ingin bertamu di rumah dokter Anjar tetapi bukan untuk mencari suaminya Erva hanya ia ingin bertemu dengan Erva, saja.
Bisa dibilang Keenan nekat sekali tetapi apalah daya ia sudah kangen dengan mantan kekasih yaitu Erva dan pastinya apapun akan ia tempuh meskipun ia harus berhadapan dengan beberapa banyak pengawal yang ada di rumah Anjar tetapi tidak menyurut keinginan keinginan untuk bisa menemui Erva.
"Terima kasih Kak tetapi aku sudah tidak apa-apa."
"Meskipun kamu sudah tidak apa-apa tetapi mencegah lebih baik daripada mengobati."
Kemudian ia mengambil siomay yang sudah dibuatkan untuknya tentu saja Erva yang ingin makan sedikit pedas langsung saja mengambil sambal dan tentunya ia juga tidak mau terlalu pedas hanya ada rasa pedasnya sedikit bukan tidak pedas sama sekali.
"Dasar bandel kalau nanti sakit perut lagi, pasti kamu yang akan merasakannya."
Erva masih seperti dulu tidak berubah bahkan sifatnya yang bandel dan juga susah diatur itu masih tertancap rapi di dalam dirinya dan tentunya Keenan tidak masalah ia mencintai Erva apa adanya dari dulu sampai sekarang meskipun ia tahu cinta yang diberikan kepada Erva salah karena Erva sekarang sudah menjadi istri dari laki-laki lain.
Erva tidak menggubris Keenan, ia datang ke sini bukan untuk menemui Keenan atau ngobrol dengan Keenan tetapi ingin membeli siomay hingga akhirnya Erva memilih duduk di sebuah tempat di mana memang di sana kosong tetapi bukan di tempat yang sepi, masih berada di jarak aman dengan para pengunjung lainnya dan juga berdekatan dengan pedagang siomay.
Tentunya Erva juga sedikit ketakutan melihat Keenan yang ada di sini di samping ia takut jika Anjar tahu tentang keberadaan Keenan di sini dan nanti mengira kalau ia sudah janjian dengan Keenan selain itu juga takut dengan Keenan karena menurut cerita, Keenan itu adalah laki-laki akan mengusik hidup nya dan membawa kabur dirinya.
__ADS_1
Keenan juga memesan satu persis siomay tentunya ia ingin makan berdua dengan Erva meskipun Erva tidak menawari tetapi Keenan nekat saja berada di sini karena ia bisa melihat Erva bersama dengan Erva dan juga ngobrol-ngobrol sebentar dengan mantan kekasihnya yang masih sangat ia cintai itu.