
"Apa? Dokter Keenan?"
Romi tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Erva, bagaiman mungkin dia bertemu dengan Dokter Keenan apalagi yang Romi tau kalau Dokter Keenan masih berada di luar negeri.
"Iya, aku tidak sengaja bertemu dengan dia pas lewat di Kusuma Hospital.
"Kamu lewat sana?"
Tanya Romi lagi yang tidak menyangka jika Erva leat Rumah Sakit yang Romi sendiri sudah tau siapa pemilik dari Kusuma Hospital itu.
Padahal sudah hampir satu tahun ini, Romi tau kalau Erva tidak pernah lewat daerah sana lagi. Karena jalan itu searah dengan taman kota dan juga Rumah Sakit yang pertama kali Erva bertemu dengan Keenan.
"Tidak sengaja, dan entah mengapa tanganku mengarah ke arah sana, dan sampailah di Rumah Sakit itu. Awalnya aku mengira itu hanya sebuah Rumah Sakit saja, dan aku penasaran....hingga aku menghentikan mobilku, lalu turun dan melihat lihat, eh ternyata tidak menyangka kalau aku akan bertemu dengan dia lagi setelah sekian lama tidak bertemu.", curhat Erva di depan Romi.
"Lalu apa yang Dokter itu katakan? dia mengganggu kamu?? atau.....??"
Hufffhhhh....
Erva menghela nafas kasar, gadis cantik itu menghela nafasnya kasar, kemudian memejamkan matanya sejenak, mengingat dengan jelas apa dan bagaimana yang Dokter Keenan tadi katakan.
Erva diam, dan itu membuat Romi semakin yakin kalau ada sesuatu yang dipikirkan atau dialami oleh Erva tadi, karena tidak biasa biasanya Erva diam setelah bercerita.
"Er, are you oke??"
Tidak mendapatkan jawaban membuat Romi bertanya lagi, ia takut kalau terjadi sesuatu dengan Erva.
"Eh, iya...aku baik baik saja."
Bohong Erva, padahal dirinya saat ini tidak baik baik saj, apalagi mengingat pertemuan dan kata kata yang diucapkan oleh Keenan tadi.
"Ya sudah kalau begitu, aku pulang ya?? kalau ada apa apa hubungi aku..."
Romi melihat jam yang melingkar di tangan nya, dan terpaksa ia harus pergi meninggalkan Erva, karena da seseorang yang sudah menunggunya, padahal sejatinya.... Romi sendiri tidak ingin meninggalkan Erva, apalagi dengan kondisi Erva yang seperti ini, yang tidak baik baik saja.
Romi tau, kalau Erva menyembunyikan rasa gelisah dan juga sedihnya setelah bertemu dengan Keenan tadi.
"Hati hati. Maaf aku sudah buat kamu repot dan membatalkan semua pekerjaan kamu."
__ADS_1
Erva tau kalau Romi memilih untuk menemuinya dan membatalkan semua janjinya dengan klien.
"Tidak apa, dan jangan ngomong seperti itu, kamu lebih penting dari apapun juga...."
Erva hanya tersenyum, ia tidak mau menanggapi Romi terlalu jauh yang nantinya akan membuat laki laki itu semakin berharap banyak padanya, karena Erva sendiri sudah idak ada rasa dengan Romi.
Erva menghantarkan Rom sampai depan, sampai laki laki itu masuk ke dalam mobil.
"Er.....", ucap Romi ketika sudah masuk ke dalam mobil tetapi ada sesuatu yang ingin disampaikan oleh nya.
"Apa??"
"Jangan takut, dia tidak akan mengganggu kamu lagi, dan....tawaranku masih sama,aku harap kamu memikirkannya."
Tidak ada jawaban dari Erva, yang membuat Romi tau kalau sebenarnya sudah tidak ada cinta lagi untuk dirinya.
"Masuk sana, lalu makan, dan tidur. Maaf aku tidak bisa nemenin makan, kalau nemenin tidur...aku mau haaaaa..."
"Asem..sialan lo!!!"
Setelah kepergian Romi, Erva pun masuk ke dalam rumahnya. Ia ingin istirahat dan melepaskan semua beban dan pikirannya.
"Kenapa kamu harus muncul lagi?? padahal ..sudah susah payah aku melupakan kamu, melupakan semua tentang kamu dan kenangan kita, bahkan melupakan cinta yang pernah ada di dalam hatiku untuk kamu."
Sesampainya di kamar, Erva merebahkan tubuh nya diatas kasur, tidak perduli kalau dirinya belum ganti pakaian ataupun makan, yah mungkin tadi hanya makanan cemilan saja, tetapi belum makan nasi
Memandang langit langit kamarnya, Erva mengusap air mata yang tidak sengaja jatuh membasahi pipi. Tidak menyangka, setelah satu tahun...ia baru bertemu dengan Dokter Keenan.
Dan ia juga tidak menyangka , kalau pertemuan pertama nya kembali , Keenan mengucapkan kata kata yang tidak seharusnya diucapkan, apalagi...Keenan sudah mempunyai istri...
"Tenang Er...dia sudah menikah dan mempunyai istri...kamu jangan gEer dan tidak usah peduli lagi dengan dia...fokus saja ke sekolah kamu, kuliah kamu sebentar lagi akan di mulai."
...****...
Setelah kepergian Erva, Dokter Keenan tidak langsung pulang. Padahal ia ingin sekali mengejar Erva, dan berbicara empat mata dari hati ke hati dengan Erva, tetapi...reaksi Erva berbeda.
Bahkan gadis cantik itu seperti nya sudah tidak sudi lagi untuk menatap wajah nya, apalagi untuk berbicara dengan nya.
__ADS_1
"Erva...."
Ucap Dokter Keenan di sela sela pekerjaannya meninjau lokasi yang rencana nya besok akan diresmikan.
"Dokter Keenan, Nyonya besar menelepon."
Anto yang sedari tadi hanya menunggu di mobil, mendapatkan telpon dari Nyonya besar, Mamahnya Keenan.
Bukan tanpa alasan, Mami Arin menelpon nya .. karena ponsel Keenan tidak bisa di hubungi.
Keenan menghentikan lamunan nya dan menatap ke arah Anto yang saat ini sudah berada di samping nya.
"Lalu??"
"Nyonya besar meminta Anda untuk segera pulang, ada banyak hal yang harus dibicarakan...", jawab Anto dengan mengatakan apa yang dikatakan oleh Mami Arin tadi.
Keenan menghela nafasnya kasar, laki laki itu tau apa yang ingin dikatakan oleh Mami nya, pasti tidak jauh jauh dari kehidupan pribadi nya.
"Oke, kita pulang..."
Dirasa sudah cukup, laki laki itu menyudahi peninjauan di Kusuma Hospital, dan memilih pusing karena pasti sudah di tunggu oleh Mami Arin.
Beberapa menit kemudian, Anto sudah memarkirkan mobilnya di halaman Rumah Keenan, dan laki laki itu segera beranjak dari sana.
Keenan turun dari mobil, ia melihat ke sekeliling rumah nya yang ternyata tidak banyak perubahan setelah satu tahun di tinggalkan nya.
Laki laki itu lalu masuk ke dalam rumah, dan ternyata benar .. kalau kedua orang tua nya sudah menunggu di sana.
"Assalamualaikum..", ucap salam Keenan.
"Waalaikumsalam...."
Mami Arin menjawab sambil berdiri dan mendekati Keenan, tidak dipungkiri...satu tahun tidak bertemu dengan Keenan, ada rasa kangen yang tidak bisa tertahankan lagi
Keenan memeluk wanita yang sudah melahirkan nya ke dunia, ia juga sama dengan Mami Arin.merasa kangen meski setiap hari saling memberikannya kabar.
Sedangkan Papi nya Keenan, hanya melihat interaksi istri dan juga anaknya. Meskipun ia juga kangen dengan Keenan, tetapi...rasa kecewa nya mengalahkan segalanya.
__ADS_1
"Kenapa kamu pulang?? setelah apa yang terjadi padamu, kamu masih bisa menemui Erva??", ucap Papi ketus, beliau tau apa yang terjadi pada anak nya.