
"Jangan bahas itu lagi, aku minta maaf aku sudah menyesal telah melakukan itu, padahal aku tahu kalau cinta kamu ke aku itu tulus tetapi kenapa aku dengan teganya menyia-nyiakan kamu."
Erva tersenyum kecut,.bukan ia ingin membahas tentang masa lalunya dengan Dokter Keenan tetapi dengan melihat Keenan seperti ini rasanya Erva muak sekali.
Sudah berulang kali ia menolak apapun yang ditawarkan oleh Keenan, melamar, menikah atau menunggunya tetapi laki-laki itu masih saja mengejarnya bahkan saat ini Erva sudah menikah dan bahagia bersama suaminya dan juga mencintai Dokter Anjar,.Keenan masih saja mendekatinya bahkan dengan terang-terangan ingin meminta kembali padanya dan juga ingin menikahi nya.
"Aku tidak membahasnya, hanya kakak saja yang mencoba memancing emosiku lagi. Jujur apa yang kakak rasakan, dulunya juga aku rasakan pastinya kakak tahu bagaimana. Tentu saja tanpa aku beritahu pastinya Kakak sendiri paham."
Erva tidak bermaksud untuk mengungkit kesalahan masa lalu toh juga dirinya saat ini telah bahagia dengan Dokter Anjar,.yang pastinya masa lalu biarlah berlalu dan tidak ada perasaan sedikitpun dengan Keenan saat ini, perasaan cinta apalagi benci kepada laki-laki yang saat ini masih duduk di sampingnya itu.
Tetapi jika mengingat lagi betapa sakitnya hati Erva satu tahun yang lalu gimana mungkin ia berada di posisi Keenan saat ini yang kecewa, patah hati bahkan merasa dunia tidak diadil padanya tetapi lambat laun Erva bisa memakluminya dan juga bisa menerima takdir yang sudah membawa dirinya ke jalan seperti ini hingga akhirnya ia ditemukan dengan Dokter Anjar.
Memang antara Erva dengan Dokter Anjar belum lama kenal tetapi komitmen yang membuat mereka bersatu dan juga niatan dari diri masing-masing yang saling mencintai dan tidak menghianati itulah yang selalu dipegang teguh Erva hingga saat ini dirinya benar-benar mencintai Dokter Anjar dan tidak ada nama Dokter Keenan di dalam hatinya.
__ADS_1
"Apa kamu balas dendam Beb? kalau itu yang kamu lakukan, kamu sudah berhasil untuk membalas dendam semua perbuatanku dulu dan aku minta sudahi balas dendam mu padaku, dan tinggalkan Anjar lalu menikah denganku, Aku akan menerima kamu apa adanya."
Ya Keeman malah berpikir kalau Erva melakukan ini semua hanya karena balas dendam, balas dendam kepada dirinya yang telah menghianati dan juga menikah dengan perempuan lain hingga Erva akhirnya juga memilih untuk menikah dengan laki-laki lain tentu saja untuk membuat hati Keenan hancur dan patah hatinya.
"Jangan Gila!! tidak ada di kamusku untuk kembali lagi sama kakak, apalagi untuk balas dendam, tidak ada. Semua murni yang aku lakukan karena aku memang mencintai Dokter Anjar dan sudah tidak ada perasaan apapun lagi dengan kamu Kak, untuk terakhir kalinya aku cuma bilang lepaskanlah aku, kakak bisa melupakan aku dan mencintai perempuan yang akan menjadi calon istri Kakak, aku tahu kalau Kakak dan perempuan itu dijodohkan oleh tante Arin tetapi alangkah baiknya juga Kakak menerima semuanya, siapa tahu cepat atau lambat Kakak akan mencintai perempuan itu, dan pastinya aku yakin jika perempuan itu terbaik untuk kakak, dan Tante Arin tidak mungkin memilihkan calon istri untuk Kakak itu perempuan yang tidak baik."
"Tapi aku tidak bisa ,di dalam hatiku masih ada kamu bagaimana mungkin aku akan mencintai perempuan lain sementara hati, jiwa dan ragaku masih sepenuhnya milik kamu. Dan juga kamu belum tahu Kinara dia bukan perempuan baik-baik."
"Jangan mentertawakan aku beb, aku bicaranya jujur..."
"Jujur-jujur dari mana? bagaimana kakak tahu kalau dia bukan perempuan baik-baik, seperti dukun saja. Dukun saja tidak begitu, masih saja melengceng. Tetapi, kenapa kakak yakin sekali, terlebih lagi aku yakin jika Kakak dan dia belum lama saling mengenal kenapa bisa berbicara seperti itu, awas loh kalau dia tahu nanti nggak mau nikah sama kakak.."
Tidak menanggapi apa yang diucapkan oleh Erva, Keenan malah memandang wajah cantik mantan pacarnya itu dan ia senang sekarang meskipun hatinya tidak baik-baik saja tetapi bisa berdua dengan Erva seperti ini dan bisa berdekatan dengan erva seperti ini ngobrol banyak dan juga menatap wajahnya, Keenan menjadi lebih tenang. Entahlah, jika ia tidak melakukan kesalahan pastinya ia yang akan memiliki Erva seutuhnya dan tidak akan melepaskan Erva.
__ADS_1
"Kamu tidak tahu saja Beb, dia itu gadis yang barbar.. gadis liar yang punya banyak pacar dan juga suka keluyuran terus, apalagi pakaian yang dipakai nya itu ketat sekali, dan aku sangat yakin jika dia memang bukan perempuan baik-baik, tidak seperti kamu yang lemah lembut dan apa adanya, tidak neko-neko."
Erva hanya menggelengkan kepalanya saja, tetapi ia tahu kalau calon istri dari Keenan itu adalah masih sekolah tentunya ia paham betul karena Erva juga pernah muda, pernah ABG dan pernah merasakan masa-masa sekolah dulu tentunya ucapan dari Keenan itu tidak benar.
"Tidak semua orang itu dinilai dari penampilannya Kak, siapa tahu penampilannya memang begitu dan seperti itu tetapi hatinya baik. Kakak sendiri juga tidak tahu kan bagaimana hati seorang perempuan. Terlebih lagi dia ABG, masih sekolah pula dan kakak tahu sendiri bagaimana aku dulunya juga kalau dilihat bukan perempuan yang baik-baik suka kesana kemari suka keluyuran."
"Beda pokoknya, kamu beda kamu tidak bisa disamakan dengan perempuan lain. Dan intinya aku tidak suka dengan dia kalau saja aku bisa membatalkan pertunangan itu pastinya aku akan membatalkannya tetapi kamu jangan khawatir Beb, aku tidak akan pernah menikah dengan dirinya kita sudah sepakat hanya bertunangan saja dan akan membatalkan pernikahan."
"Astaga, Kakak jangan gila!! tante Arin sangat mengharapkan Kakak bisa menikah dengan perempuan itu, sudahlah Kak jangan seperti itu."
"Stop Beb! jangan mencoba mempengaruhi ku, kalau kamu sendiri tidak mau bersamaku dan tidak bisa melepaskan Anjar lebih baik kamu diam saja, aku masih sangat mencintaimu dan kamu tahu kan kalau hati itu tidak bisa dipaksakan dan pastinya sekeras apapun Mami meminta aku untuk menikah dengan perempuan lain, aku tidak pernah akan menurutinya karena di dalam hatiku masih ada kamu dan aku masih sangat mencintaimu, bagaimana bisa aku menikah dengan perempuan yang tidak aku cintai."
Erva tidak menjawab, sangat sulit sekali meyakinkan laki-laki itu bahwa dirinya kini sudah mempunyai suami dan tidak mungkin juga untuk melepaskan Anjar karena laki-laki itu kini sudah berada di dalam hatinya dan tidak mungkin Erva menghianati laki-laki sebaik Anjar.
__ADS_1