
Erva melamun, hal yangs seharusnya tidak ia lakukan, tetapi..mengapa dengan sendirinya ia lakukan. Bahkan yang ada di pikiran nya saat ini adalah Keenan, kenapa nama laki laki itu masih tersimpan di dalam hatinya sampai saat ini
"Er .. hei..jangan melamun!! Lo enggak nanya kenapa gue datang ke rumah Lo pagi pagi begini?"
Kaget dengan ucapan Mona barusan, yang memang Erva saat ini melamun, lebih parahnya lagi melamunin Keenan.
"Iya, Lo kenapa datang ke rumah gue??"
"Sama cerita nya kayak Lo, panjang kali lebar dan kali tinggi...."
"Singkatiin aja, lagi enggak mood dengerin cerita panjang panjang....."
"Sialan Lo!! HAhahahaha......."
"Hahaha ....tau lah, hidup gue sudah banyak drama nya... jadi....jangan banyak banyak ceritain ke gue..."
"Tenang, santai Er...ini bukan drama drama seperti kisah Lo yang ribet itu.",
"Lalu???"
Penasaran donk tentu nya, ini adalah pertama kalinya Mona mencari diriinya pagi pagi sekali, ada apa gerangan?? karena tidak seperti biasanya kelakuan sahabatnya itu aneh begini.
"Sepupu gue, ngidam."
Sengaja menjeda ucapan nya, Mona memilih dan menimbang bagaimana ia menceritakan semuanya kepada Erva. Bukan cerita yang berat sebenarnya, hanya saja...sejak tadi sore ..Mona sudah pusing dibuat nya.
"Sepupu Lo?? mbak Maya??", Mona mengangguk.
Tidak sulit untuk mendeteksi siapa anggota keluarga dari Mona, karena sama seperti Erva... Mona juga tidak mempunyai keluarga besar, yang kebanyakan anggota keluarga lebih dari sepuluh....apalagi...yang diceritakan oleh Mona saat ini adalah sepupu Mona yang paling akrab dengan dia...dan tentu nya juga akrab dengan Erva.
"Ngidam?? kenapa mesti nyariin gue?? apa pengen ketemu gue karena anaknya yang ingin cantik seperti gue??"
Pede sekali Erva tapi memang semuanya seperti itu, bukan semuanya tetapi kebanyakan kalau wanita hamil ngidam nya yang aneh aneh ..
"Pede..kalau hanya itu, sejak tadi sore gue culik Lo dan bawa ke rumah nya Mbak Maya, tetapi...bukan itu Er??"
"Bukan itu, lalu apa???"
Bingung juga, ternyata bukan seperti yang dipikirkan oleh Erva.. Tetapi penasaran juga, mengapa Mona sampai bela belain untuk datang ke rumah nya kalau mamah tidak ada yang serius.
"Mbak Maya ngidam, dan dia ingin makan di AI resto...."
Glekkk
AI resto???
Kaget dengan apa yang diucapkan oleh Mona, nama itu ..AI Resto adakah nama restoran terkenal,termahal dan termewah..bahkan untuk masuk sana saja harus boking tempat beberapa bulan sebelum nya.
Dan bukan hanya itu alasan nya, Erva malahan mengingat tentang ucapannya kemarin siang yang akan merayu dan meminta pemilik restoran itu untuk jadi pacarnya..
__ADS_1
Astaga...padahal aku sudah melupakan tempat itu kenapa Mona malahan mengingat nya kembali....
"Lo tau sendiri kan bagaimana masuk ke sana?? bukan masalah duitnya..kalau duit mah gampang.. tidak jadi masalah... tetapi masuknya sana itu Loh Er..pusing gue, mana enggak mau diajak ke tempat yang lainnya...pipih di situ lagi...."
Erva diam sesaat, ia memang tidak banyak komentar sebelumnya apalagi menceritakan tentang siapa pemilik AI resto itu , nanti bakalan panjang cerita nya.
"Bantuin gue lah Er...Lo tau kan gimana Mbak Maya kalau lagi ngidam?? bukan hanya gue saja yang direpotkan, tetapi semua nya bahkan..mungkin Lo juga...."
Dret...drwt....
Erva mengambil ponsel dan melihat siapa yang menelpon nya, dan ternyata...
Gadis itu menggeleng, ia bahkan tidak tau mau angkat telponnya atau tidak, sudah was was.
"Panjang umur nya ...."
Erva melihat ke arah Mona, yang tentu nya sahabat nya itu malahan kini menertawakan sikap nya. Dan benar, baru saja diomongin tapi...yang ngidam sudah menelpon Erva, apa lagi kalau tidak meminta bantuan.
"Angkat saja..."
"Sialan Lo!!"
"Hahaha...."
Senang sekali Mona, bukan hanya ia saja yang akan pusing ngadepin ngidam nya mbak Maya, tetapi...Erva juga akan kena imbasnya.
"Iya Mbak....", jawab Erva.
Erva memang sudah mengenal baik mbak Maya, sudah sering bertemu di rumah Mona ataupun sering juga jalan bareng.
"Er...bisa ya?? ponakan kamu ya minta..kasihan loh!! nanti enggak cantik kayak kamu ... apa kamu tega??"
Erva tersenyum kecut....benar apa yang dikatakan oleh Mona, kalau mbak Maya akhirnya juga merajuk dan merengek padanya. Dan itu membuat Erva tidak tega.
"Aku usahakan ya mbak, mbak mendingan jalan-jalan dulu deh, siapa tau nemu restoran yang lainnya..kan itu AI resto susah banget masuknya.", bujuk Erva.
Padahal hanya lewat sambungan telpon saja, tetapi...Erva sudah dibuang pusing dan entah harus bagaimana...lalu ..apa kabar dengan Mona yang bertemu langsung dan mendengarkan rengekan manja dari Mbak Maya..pastinya pusing.
"Iya deh iya ...aku usahakan...."
Erva menghela nafa kasar...ia tidak bisa berkata apa apa lagi. Pasrah kalau ibu hamil sudah merengek seperti itu.
"Hahahaha...kena kan Lo!!", ledek Mona.
"Lalu gimana??? masuk sana susah Lo??", ucap Erva.
Erva pura pura saja berpikir dan tidak tau kalau ia kenal dengan pemilik AI resto, apalagi cerita kalau pemilik nya adalah Anjar ..oh tidak!!!
"Datangilah...atau rayu pemilik resto itu!!!"
__ADS_1
Uhuk...uhuk....
Rayu?? Erva sampai keselek mendengar kata rayuan...ia sendiri bingung dengan permintaan Anjar yang meminta untuk merayu Dokter dingin itu.
"Keselek...minum dulu...dan gue benar kan?? katanya pemilik nya itu masih single...dan kata Lo juga mau ngerayu pemilik nya supaya bisa keluar masuk dengan bebas tanpa halangan, dan hambatan...apalagi.. kalau bisa pacaran sama dia...ah ..ayolah Er...naklukin Dokter Keenan dan Dokter Anjar saja Lo bisa...masa' hanya pemilik resto itu saja enggak bisa...masih muda loh Er...."
"Sok tau, tapi ini beda kasusnya gaes...dan gue harus ngerayu orang yang diinginkan kayak es balok itu?? ogah!! gak kebayang gue kalau sama dia, ngerayu aja gue mesti bingung pakai jurus apa???"
"Lo?? kenal??"
Tanpa sadar Erva malahan keceplosan mengatakan sesuatu, yang jelas saking penuhnya volume otak Erva membuat ia oleng, yang tadinya ingin merahasiakan saja apa yang terjadi dirinya dengan Dokter Anjar, dan tidak menceritakan tentang makan siang romantis ala ala orang dingin, tapi nyatanya.... bibir nya yang suka ngomong ceplas-ceplos itu BB malahan buka suara sendiri yang membuat Mona akhirnya tau .. meskipun belum sepenuhnya.
"Astaga..gue keceplosan!!!"
Erva menutup mulut nya sendiri, ia kalau sama Mona itu tidak bisa berbohong meskipun sedikit saja...dan pastinya mulut nya yang sebelas dua belas dengan Mona yang suka ceplas-ceplos kalau ngomong.
"Hayo??siapa? Lo gak bisa bohong sama gue Er...."
"Setaannn!! memang ya ..gue enggak bisa kalau enggak cerita sama Lo....dan..ah ..gimana gue ceritanya...."
Bingung juga, dari mana Erva akan mulai cerita nya ...Ia sendiri merasa lucu kalau menceritakan ini.. tetapi sudah kepalang tanggung.... mulut nya memang tidak bisa di kontrol sedikit saja.
"Cerita, atau gue telpon Dokter Keenan supaya datang ke sini....", ancam Mona.
"Asem!! ogah ..oke gue cerita...."
Tidak lucu kalau tiba tiba Dokter Keenan datang kesini, dia nya senang Erva nya yang tidak senang. Dan daripada laki laki itu yang datang ke sini, mendingan ia cerita saja.
"AI resto kan?? Anjar Indriawan...."
Satu kalimat membuat Mona melongo seketika, ia tidak tau kalau ternyata nama itu adalah singkatan dari nama seseorang yang Mona kenal, yah meskipun tidak banget kenalnya, tetapi cukup tau saja.
"Serius???"
Seperti tidak percaya tetapi melihat ekspresi Erva yang sangat meyakinkan... membuat Mona yakin kalau memang pemilik resto itu adalah Dokter dingin yang ia kenal.
"Iya, gue awalnya enggak percaya sama kayak lo... tetapi akhirnya. . gue percaya karena gue sudah buktikan sendiri."
"Hah? Lo sudah datang ke sana gitu??" tanya Mona penasaran.
"Iya, kemarin...gue kan ketemuan sama dia, dan diajak makan ...eh ternyata makan nya di AI Resto....."
"Wah.... kebetulan sekali....jadi, gampang donk kalau kita kesana... enggak usah boking boking segala bahkan tidak perlu bikin janji lagi...."
Bukan Erva saja yang senang tetapi Mona juga ikut senang.... dua gadis itu memang sama sama pecinta kuliner....dan suka sekali mendatangi tempat tempat yang lagi viral.
"Enggak segampang itu gaes!!!"
Mengingat lagi Erva yang harus merayu Anjar, membuat ia bingung sendiri ... bagaimana caranya supaya bisa ke sana tanpa merayu Anjar lebih dulu.
__ADS_1