Belenggu Cinta Doker Tampan

Belenggu Cinta Doker Tampan
Penasaran


__ADS_3

Hari berganti dengan hari, Minggu pun berlalu dan kini sudah berganti dengan Bulan. Hubungan Erva dengan Dokter Keenan semakin meningkat dan menunjukkan tanda tanda serius nya.


Bahkan pernyataan cinta dari kedua sudah sama sama dilontarkan, dan ke-dua sudah move on dari sang mantan.


"Beby.....", panggil Keenan saat sudah melihat Erva baru saja keluar dari sekolah nya.


"Kak....."


Begitu juga dengan Erva, yang menjawab panggilan Keenan, dan langsung menghampiri laki laki yang kini sudah resmi menjadi kekasih nya itu.


Cup


Satu kecu_pan sayang mendarat di kening Erva, yang membuat gadis itu selalu terpesona dan jantung nya berdetak kencang.


"Masuk beb...."

__ADS_1


Bahkan Erva tidak mempermasalahkan lagi panggilan Keenan, mau dipanggil apa... yang jelas itu keluar dari bibir Keenan, Erva senang.


Dokter Keenan membukakan pintu untuk Erva, hingga gadis itu masuk ke dalam. Memang ini bukan lah yang pertama, bahkan setiap jalan dengan Keenan, dia lah yang selalu membukakan pintu untuk nya.


Setelah membukakan pintu dan memastikan Erva diisi dengan tenang dan nyaman, Keenan mengitari mobil kemudian masuk ke dalam, ia ingin membawa Erva ke suatu tempat, di mana tempat itu akan menjadi tempat yang paling berkesan untuk dirinya dan juga Erva.


"Mau makan dulu???", tanya Keenan sekaligus menawarkan kepada Erva, ia tidak ingin gadis yang dicintainya itu kelaparan dan akan membuat fatal untuk kesehatan tubuh nya.


"Tidak usah Kak, aku sudah kenyang...tadi istirahat makan banyak...., kakak gimana?? apa lapar?? kalau iya kita mampir dulu, aku temenin...."


Keenan menggeleng, ia mengambil tangan Erva dan memegang nya erat, perhatian kecil dari Erva ini yang membuat Keenan semakin mencintai Erva, gadis kecil yang sudah berhasil membuat nya move on dari cinta pertama yang sangat menyakitkan.


Cup


Yah, setelah hampir tiga bulan bersama dengan Ervania, Keenan sudah merasa nyaman dan yakin kalau Erva adalah pendamping hidup nya, wanita yang pas ada di hati nya dan juga menjadi belahan jiwanya selamanya.

__ADS_1


Dan Keenan tidak ingin menunggu terlalu lama untuk segera meresmikan hubungan nya ke jenjang yang lebih serius lagi, tidak masalah dengan umur mereka yang terpaut jauh, ataupun dengan Erva yang saat ini masih berstatus sebagai siswi di sebuah sekolah elit di kota ini.


Semua bisa diatur, Keenan tidak mau menundanya lagi, dan ingin segera menikahi Erva. Trauma masa lalu nya membuat Keenan tidak ingin menunggu lama, atau menunggu sampai Erva lulus sekolah.


Tidak masalah, jika ia harus menunda momongan sampai satu tahun ke depan, asalkan bisa segera menghapal Erva saja, Keenan sudah sangat senang dan bersyukur.


Terlebih lagi, ucapan dari Romi beberapa waktu yang lalu masih Keenan ingat. Keenan takut jika Romi merebut kembali Erva, secara mereka sering bertemu, baik di sekolah...ataupun di rumah.


"Ada apa sih Kak, Kenapa senyum senyum begitu???"


Erva mulai penasaran, dari tadi ia melihat Dokter Keenan yang tersenyum dengan sesekali menatap wajah nya.


"Kakak bahagia sayank, dan ada sesuatu yang ingin Kakak katakan dan tunjukkan sama kamu..."


"Katakan dan tunjukkan?? apa??"

__ADS_1


Erva di buat penasaran dengan ucapan Keenan, tidak biasa biasa nya Dokter tampan itu membuat nya penasaran, bisanya selalu mengatakan apa yang ada di dalam benaknya.


"Iya, nanti saja sayank...."


__ADS_2