Belenggu Cinta Doker Tampan

Belenggu Cinta Doker Tampan
Menunggu


__ADS_3

"Panggil Dokter Keenan, Er...kita makan malam bersama."


"Tapi Mah??"


Erva menggeleng.... sebaiknya tidak mengajak Keenan untuk makan malam, sudah dipinjami pakaian dan tidak kedinginan saja sudah bagus. Apalagi kalau sampai makan malam, Erva takut Keenan akan mengatakan hal yang tidak tidak...dan akan membuat Keenan semakin lama berada di rumah ini.


"Jangan begitu...dia tamu di sini.... sebaiknya..jangan melibatkan urusan pribadi mu.... setelah makan malam, kamu boleh mengusirnya.", ujar Mamah Hana.


Mamah Hana pantas mendapatkan julukan sebagai ibu peri yang memang sudah cantik, baik hati bahkan tidak sombong. Beliau tau menempatkan posisi nya di mana saja, meskipun di dalam hati kecil nya masih membenci Keenan karena sudah menyakiti hati putri satu satunya.


Erva hanya menghela nafas, sebagai anak yang berbakti..ia tidak mungkin membantah ucapan Mamahnya, apalagi dengan alasan yang sangat jelas, dan juga dapat dipahami oleh Erva.


Yah, Mamah Hana benar ... lebih baik memang makan malam dulu, karena ini sudah waktunya makan malam, untuk urusan setelahnya..nanti bisa dibicarakan lagi...kalau perlu setelah makan...Erva langsung mengusir nya pulang.


Bukan hanya alasan tidak ingin Keenan berlama lama ada di sini saja, tetapi...untuk memanggil Keenan lagi .... rasanya...ia masih takut untuk masuk kembali ke dalam kamar tamu yang disana ada Keenan, takut kejadian tadi terulang lagi.


Dengan berat hati, Erva melangkahkan kakinya menuju ke kamar tamu, di mana Keenan masih ada di sana.


Tok..tok...tok...


Tidak ingin gegabah dan langsung masuk saja, Erva mengetuk pintu terlebih dahulu.. meskipun ia sangat yakin kalau Keenan sudah selesai mandi.


Ceklek..


Tidak menyahut, Keenan langsung saja membuka pintu kamar nya. Karena ia tau kalau yang ada di depan itu adalah Erva.


"Sudah kangen??", goda Keenan.


"Mamah ngajakin makan malam.",


Tidak menjawab pertanyaan sekaligus godaan dari Keenan, Erva langsung saja mengutarakan apa maksud nya datang kesini.

__ADS_1


"Oh..Mamah ya?? bukan kamu sayank...? oke...."


Erva lagi lagi tidak menggubris..ia kemudian berbalik badan dan ijgun meninggalkan Keenan, tetapi..tangan kanannya di tarik oleh Keenan dan digenggam nya


"Jangan jutek begitu..Mas tau.. kamu masih mencintai Mas....senyum sayank...."


Tidak perduli dengan apa yang dikatakan oleh Keenan, yang jelas apa yang baru saja dikatakan itu tidak ada artinya apa apa.. meskipun masih ada ..bukan berarti Erva mau balikan lagi dengan Keenan.


Erva punya prinsip..sekali laki laki itu menyakiti nya dengan berselingkuh di belakang nya ...ia tidak akan menerima laki laki itu lagi ..karena apa?? sekali dia melakukan nya...maka tidak menutup kemungkinan akan kembali melakukan dan mengulang kesalahan yang sama untuk kedua dan ketiga bahkan ke yang lainnya lagi.


Erva melepaskan tangannya, ia berlalu meninggalkan Keenan yang saat ini mungkin sedang berjalan di belakang nya.


Tanpa ragu dan melangkah dengan yakin, Keenan sudah sampai di ruang makan.


"Selamat malam Om dan Tante...."


"Malam Dokter Keenan, silahkan makam malam dulu, maaf seadanya.", ucap Mamah Hana yang menjawab sapaan dari Dokter Keenan.


Sedangkan Papah Bram, tidak berbicara sepatah katapun juga. Tetapi matanya sedari tadi melihat ke arah Keenan, tentunya dengan tatapan mata yang sangat tajam, dan itu jelas terbaca dari ekspresi Papah Bram.


Erva mulai mengangkat piring, kemudian mengambil makanan untuk dirinya sendiri.


Sementara Keenan, terus menatap ke arah Erva dengan keinginan seperti suami pada umumnya, yang meminta ingin dilayani.. diambilkan nasi beserta lauk pauk..tetapi sayang sekali...Erva tidak peka atau memang sangat tidak ingin memberikan pelayanan seperti itu.


Keenan siapa?? bukan suami ataupun pacarnya lagi .. hanya seorang mantan tunangan..mantan....yang seharusnya tidak ada disini..dan tidak menampakkan dirinya lagi...


Dengan berat hati dan sedikit kecewa, Keenan mengambil makanannya sendiri.. kemudian langsung menguyah dan tanpa bicara.


Suasana hening menyelimuti empat orang itu, padahal... tidak biasanya Erva makan dengan suasana tenang tanpa obrolan, tetapi malam ini... berbeda.


...*****...

__ADS_1


"Om tunggu di ruang tengah..."


Beberapa menit kemudian, makan malam sudah selesai. Lebih tepatnya....Papah Bram yang lebih dulu menyelesaikan makan malamnya.


Seperti nya Papah Bram tau apa maksud kedatangan Keenan ke sini, dan beliau juga ada sesuatu yang ingin di sampaikan kepada Papah Bram.


Setelah Papah Bram beranjak meninggalkan ruang makan, kini giliran Mamah Hana. Wanita yang masih cantik meskipun usia nya sudah tidak muda lagi itu... mengikuti langkah kaki suaminya


Mamah Hana tau, akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan nantinya, beliau melihat Papah Bram dengan aura yang sangat mencekam.


"Jangan khawatir, apapun demi kamu .... Mas akan hadapi. Mas akan mengatakan yang sejujurnya....mungkin sikap Papah Bram seperti ini karena beliau belum tau saja kalau Mas sudah duda dan tidak terikat pernikahan dengan perempuan manapun juga."


Keenan mengambil tangan Erva, dan menggenggam nya erat. Ia tau kalau Erva khawatir dengan dirinya saat ini.


Erva menggeleng....ia menarik tangan Keenan dan melepaskan genggaman tangan itu....


Tidak salah, Erva memang khawatir.... tetapi.. tidak seperti yang Keenan pikirkan. Erva takut kalau sampai Papah Bram berbuat nekad, bukan hanya karena status Keenan yang sampai saat ini belum di ketahui oleh Kedua orang tuanya... tetapi juga karena dendam satu tahun yang lalu yang Keenan sendiri lakukan.


"Mas bantu ya??"


Keenan berdiri, ia ingin membantu membantu Erva menyingkirkan piring kotor... tetapi, Erva menggeleng.... tidak sepantasnya seorang tamu iku melakukan yang tidak boleh di lakukan.


Apalagi, Erva tau kalau saat ini Keenan sedang ditunggu oleh Papahnya.


"Tidak perlu, Kak Keen langsung saja ke depan..sudah di tunggu Papah..,"


"Oke...Mas ke depan...love u...."


Sebuah ungkapan kata cinta Keenan ucapkan untuk Erva. Bukan kalima yang sifatnya merayu atau hanya pura pura saja, Tetapi...ini murni dari dalam lubuk hati Keenan sendiri...ia tidak berpura-pura, ataupun merayu seperti yang dipikirkan kebanyakan orang.... tetapi..ini tulisan dari dalam lubuk hati Keenan sendiri..yang memang masih sangat mencintai Erva dan akan berusaha untuk mendapatkan gadis itu lagi apapun caranya.


Erva tidak menjawab, ia lebih memilih mengumpulkan piring piring kotor dan membawanya ke dapur.. tidak perduli dengan apa yang Keenan tau ucapkan. Bagi Erva...kata cinta itu sudah basi dan tidak berlaku lagi untuknya...

__ADS_1


Huff...


Keenan meninggalkan Erva yang masih bergelut dengan piring piring kotornya....laki laki itu langsung saja menuju ke depan, di mana kedua orangtuanya Erva sudah menunggu nya di sana.


__ADS_2