Belenggu Cinta Doker Tampan

Belenggu Cinta Doker Tampan
Maksud Kamu Apa?


__ADS_3

"Duduk Keen.", ucap Papah Bram kepada Keenan setelah melihat Keenan berjalan menuju ke ruang tengah, tempat di mana kedua orang tua Erva berada.


Nada suara Papah Bram memang terdengar tidak begitu tinggi, bahkan biasa saja. Tetapi, mengapa aura di sekitar sana nampak mencekam..ini bukan malam Jumat, apalagi malam Jumat Kliwon..hanya malam Rabu saja , tetapi bisa langsung membuat bulu kuduk Keenan merinding seketika.


Keenan memang takut, bukan karena wajah Papah Bram yang dibuat semenyeramkan, tetapi....Keenan takut jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, bukan untuk dirinya... tetapi Papah Bram.


Bukan muda lagi, dan harus menjah kondisi kesehatan.. Keenan takut, Papah Bram tidak bisa mengontrol emosi nya.


Tetapi, apapun akan Keenan lakukan.. meskipun ia mendapat cacian bahkan pukulan dari Papah nya Erva tetap akan di terima nya.


Keenan duduk tepat di depan Papah Bram, dengan wajah yang sudah di desain tidak panik dan juga tidak tegang.


"Apa maksud kedatangan kamu ke sini??", tanya Papah Bram.


Bukan pertanyaan yang luar biasa, itu hanya pertanyaan biasa yang sebenarnya tidak ada artinya sama sekali. Wajar saja jika Papah Bram bertanya seperti itu, karena sudah satu tahun ini...Keenan baru menunjukkan batang hidungnya, dan entah tidak tau kemana ilang nya Keenan.


Yah, bukan hanya Erva saja yang tidak tau kemana satu tahun yang lalu Keenan tinggal, tetapi nyatanya kedua orangtuanya Erva juga tidak tau, bahkan mereka tidak perduli lagi.... tetapi... mengapa malam ini datang dan menampakkan batang hidungnya lagi??


"Saya ingin meminta maaf pada kepada Erva dan Om juga Tante.", ucap Keenan jujur...


Tujuan utama datang kesini memang itu, terapi apa lagi selain meminta maaf pada Erva dan juga orang tua Erva. Keenan juga ingin meminta Erva secara langsung untuk menjadi bagian darinya hidup nya lagi.....


"Meminta maaf, untuk apa?? setelah apa yang kamu perbuat dengan Erva..kamu berani meminta maaf!!!"


Keenan diam, ia memang salah. Ia yang menyakiti hati Erva. Dan memang sudah sepantasnya kalau Papah Bram marah dengan nya, dan Keenan terima.

__ADS_1


Amarah Papah Bram masih belum reda, ia memang sudah melihat Erva baik baik saja bahkan lebih baik dari satu tahun yang lalu. Tetapi, rasa sakit dan kecewa masih Papah Bram rasakan..beliau yang menyayangi putrinya melebihi apapun juga, tetapi.... dengan cepat dan mudahnya Keenan menyakiti.


"Untuk semua kesalahan yang pernah aku lakukan Om, Aku sadar...aku salah dan telah menyakiti Erva. Bahkan mungkin sekedar permintaan maaf saja tidak cukup untuk aku...."


"Bagus...kamu sadar ..dan seharusnya kamu tidak berada di tempat ini.... tetapi mengapa kamu masih disini?? apa yang kamu lakukan ini malahan membuat Erva semakin sakit dan mengingat kembali penghianatan yang telah kamu lakukan!!!"


Rahangnya Papah Bram mengeras, bahkan ia sudah emosi mendengar apa yang dikatakan oleh Keenan, dengan tidak tau malunya laki laki itu datanya meminta maaf setelah apa yang sudah dilakukan nya dulu.


Sementara Erva , ia melihat dan mendengar apa yang dikatakan oleh Papahnya dan juga Keenan. Gadis itu sebenarnya sudah selesai membantu asisten rumah tangga membersihkan ruang makan, tetapi..ia masih enggak untuk pergi ke depan dns hanya melihat saja dari jarak yang tidak begitu jauh tetapi masih bisa mendengar dan melihat ekspresi dari orang tuanya dan juga Keenan.


Tanpa sadar, satu tetes air mata keluar satu mata indah Erva. Entahlah...apa yang membuat ia mengeluarkan air matanya, apakah karena kasihan dengan Keenan atau malahan ia masih mencintai Keenan? hanya Erva yang tak bagaimana perasaan nya.


"Aku sadar Om, maka dari itu aku datang ke sini. Aku ingin meminta maaf pada Erva dan juga Om serta Tante. Aku sadar....aku sudah menyia nyiakan Erva, dia gadis yang baik dan mencintai aku ... tetapi aku dengan begitu mudahnya malahan menghancurkan kepercayaan nya dan menghianati nya.... tetapi malam ini, ijinkan aku meminta maaf dan juga kedatangan aku kesini ingin meminta restu dari Om dan Tante supaya merestui hubungan aku dan Erva lagi, dan juga meminta ijin untuk membahagiakan Erva."


Papah Bram berdiri, beliau menghampiri Keenan lalu menampar pipi Keenan. Beliau selesai rasa amarahnya terhadap Keenan satu tahun yang lalu, kini... malahan Keenan datang ke sini dan meminta maaf, lalu... ditambah lagi dengan pernyataan Keenan yang baru saja di ucapkan itu yang membuat emosi Papah Bram naik.


"Kamu gila dan kamu memang laki laki brengssekkkk!!!"


Seperti nya belum puas kalau hanya menampar Keenan, tangan Papah Bram sudah maju dan ingin memberikan bogeman lagi di seluruh tubuh Keenan, tetapi....


"Papah stop!!!"


Erva datang, ia berusaha untuk menarik tangan Papah nya. Ia tidak mau Papah Bram melakukan kekerasan, bukan berarti ia membela Keenan dan masih menginginkan laki laki itu.


Bukan hanya Erva saja, Mamah Hana juga menegang tangan Papah Bram yang satunya. Sama seperti Erva, beliau juga tidak mau kalau sampai suami nya berbuat nekad.. meskipun sangat tidak suka dengan ucapan Keenan barusan.

__ADS_1


"Jangan halangi Papah.. biarkan Papah menghajar laki laki brengssekkkk itu!! dia sudah mempunyai istri tetapi mengapa malahan dengan terang terangan meminta kamu kembali...mau nya apa??"


"Dan sampai kapan pun Papah tidak akan membiarkan laki laki itu mendekati kamu Er...apa dia mau menjadikan kamu istri kedua nya???", ucap Papah Bram lagi


Emosinya kali ini tidak terkendali.... dengan sekuat tenaga Mamah Hana dan juga Erva memegangi tangan Papah Bram.


"Pah sudah, istighfar.....", ucap Mamah Hana.


"Tidak bisa, bagaimana mungkin Papah bisa diam kalau anak kita mau dijadikan istri kedua...Papah tidak sudi!!!"


Erva menggeleng, ia sebenarnya tidak menginginkan Keenan mengatakan yang tidak tidak atau mengatakan yang jujur saja Erva tidak mau.


"Kak, lebih baik Kak Keen pulang..", pinta Erva dengan wajah yang memelas.


"Tetapi Er, Mas tidak akan pulang sebelum menjelaskan semuanya."


Keenan tidak akan menyerah, salah ia sendiri yang tidak mau berterus-terang terlebih dahulu tentang statusnya saat ini. Hingga membuat Papah Bram marah besar dan menamparnya., bahkan ini...ingin menghajar tubuh Keenan.


"Tapi Kak...."


"Tidak apa, maskipun Mas akan babak belur... tidak masalah,buang penting semua nya jelas."


Tidak dapat berbuat apa apa lagi, Keenan yang ngeyel dan Papah Bram yang emosi. Ia hanya diam sembari melihat dan menahan tangan Papah Bram.


"Maksud kamu apa?? kamu meminta Erva untuk kamu jadikan istri kedua mu???", tanya Papah Bram lagi yang rupanya tidak puas dengan apa yang Keenan katakan.

__ADS_1


__ADS_2