
Deg
Jantung Erva berdetak sangat kencang, bukan karena ia jatuh cinta atau karena penyakit jantung, tetapi.. entahlah... rasa yang sangat sakit di rasakan nya, dan seperti nya ini tidak lah wajar
"Kenapa Er??"
Romi yang melihat Erva memegang dadanya, sontak membuat laki laki itu langsung mendekat mantan pacar nya.
"Entahlah Rom, aku sendiri juga tidak tau..."
Tidak berniat mengacuhkan Romi, Erva mengambil ponsel dan langsung menghubungi nomer calon suaminya, Keenan. Ia tau, kalau saat ini di sana masih pagi, dan belum waktunya untuk mulai seminar.
Satu kali, dua kali sampai tiga kali.... panggilan dari Erva tidak diangkat oleh Keenan, dan itu menambah panik Erva.
Kamu di mana Mas???
Rasa yang tidak enak, ditambah lagi dengan Keenan yang tiba tiba tidak mengangkat telpon nya, padahal sebelumnya tidak seperti ini.
Sesibuk apapun Keenan, ia akan mengangkat panggilan telpon dari Erva, meskipun saat diirinya kemarin sedang sibuk Seminar, pastinya Dimas yang pegang hapenya, tetapi...kenapa dua hari ini rasanya beda.
Tidak ingin berpikiran buruk tentang Keenan, apalagi Erva masih belum selesai ulangan kenaikan kelas, ia mencoba untuk berpikir positif saja, dan memang....Erva tidak sampai kepikiran kalau Keenan itu di sana bertemu dengan Amira, sang mantan tunangan nya Keenan.
"Dokter Keenan??"
Romi yang melihat Abel dari tadi memegang ponsel dan menelpon seseorang, langsung saja menebak jika yang ditelepon oleh Erva adalah Dokter Keenan, calon suami Erva.
__ADS_1
Berat rasanya menyebut kan nama Dokter itu dan juga statusnya saat ini, yang meskipun hanya di dalam hati saja, tetapi...Romi tidak bisa pungkiri lagi kalau kenyataan nya Erva dan Dokter Keenan sudah bertunangan dan akan segera menikah.
Meskipun Romi sangat mencintai Erva, tetapi... jika Erva bahagia dengan pilihan nya, ia hanya mendoan yang terbaik untuk Erva, tetapi jika tidak...jangan harap laki laki itu akan lepas dari tangan Romi.
Erva mengangguk, ia ingin sekali bercerita dengan sahabat nya, Mona .. tetapi sayang sekali sahabat nya itu sudah pulang terlebih dulu, dan kini hanya tinggal Romi saja.
"Kenapa?? kamu kangen dengan dia??? tinggal empat hari lagi kan?? sabar....."
Romi berusaha untuk menghibur Erva, ia tidak mau gadis cantik di samping nya ini bersedih karena kangen dengan seseorang, dan ia juga tidak ingin membuat pikiran Erva jadi ke mana mana., dan akhirnya membuat konsentrasi belajar Erva terpecah.
"Huffhhh...."
Erva menghela nafas panjang, apalah ia harus bercerita dengan Romi?? apalagi Romi adalah mantan pacarnya, tetapi...kalau ia tidak cerita, rasa sesak di dadanya tidak akan berkurang.
"Kalau kamu mau, kamu bisa membagi kisahmu dengan ku, dan cerita kan apa yang mengganjal di hatimu, aku tidak memaksa.... tetapi... setidak nya itu akan membuat kamu merasa lebih baik jika mau bercerita dengan ku ...."
Sekali lagi, Erva menghirup udara sebanyak banyaknya, untuk membuat dadanya tidak sesak lagi, tetapi sayank sekali... memang yang Erva butuhkan saat ini adalah cerita, dan sepertinya...ucapan Romi tidak ada salahnya, apalagi....Romi adalah teman nya sejak kecil, dan tidak masalah jika ia menceritakan apa yang ada di dalam hatinya., jadi...tidak masalah jika Erva sedikit menumpahkan rasa galau nya saat ini.
"Kangen?? ya ..aku tidak bohong kalau aku kangen dengan dia, aku yang sudah terbiasa dekat dan bersama dengan dia, yah meskipun hanya dalam waktu beberapa bulan saja, tetapi...selama itu...aku dan Mas Keen terus bersama dan tidak putus komunikasi.... tetapi saat ini ...."
Erva menghentikan ucapannya sesaat... ia menghela nafas nya lagi dan mengusap air mata yang tanpa sengaja menetes di pipinya.
Kalau kamu dan Dokter itu saja bisa seperti itu Er, kalau bagaimana dengan aku?? aku yang sudah sejak kecil bersama dengan kamu, aku yang selalu ada untuk kamu dan aku yang selalu membuat kamu bahagia....lalu....
"Tetapi, dua hari ini...Mas Keenan sulit sekali di hubungi, bahkan tadi pagi saja ia ngangkat telpon aku tetapi... manggil nama lain...dan siang ini...", Erva menggeleng.... sebelum melanjutkan cerita nya.
__ADS_1
"Sama sekali tidak mengangkat telpon dari ku.... padahal aku tau, acara seminar belum di mulai...dan biasanya Mas Keenan selalu mengangkat telpon aku tetapi kali ini...."
Romi diam diam mengepalkan tangannya, ia sudah merelakan Erva, gadis yang ia cintai itu bahagia bersama dengan Dokter Keenan, tetapi...kenapa pada akhirnya malahan membuat Erva bersedih.
Ini tidak bisa dibiarkan!!!!
Romi mengambil ponsel nya, ia yang memang sudah tau di mana Dokter Keenan saat berada, langsung saja meminta beberapa bantuan dari saudara nya yang ada di Jerman, dan memang kebetulan sekali...lokasinya dekat dengan Rumah Sakit di mana ia berada.
"Jangan sedih, Dokter Keenan adalah orang yang sibuk, kamu tau kan kalau di sana dia melakukan seminar dan ditunjuk sebagai nara sumber nya, dan kemungkinan besar....memang saat kamu telepon, Dokter Keenan bersiap siap, dan tidak ada waktu untuk mengangkat panggilan telpon kamu..."
Sebenarnya, ada kecurigaan di dalam diri Romi, apalagi sedikit demi sedikit. Romi tau betul dengan apa yang terjadi dengan Dokter tampan itu, yang ternyata masa lalu nya atau mantan tunangan nya satu tahun yang lalu berada di Jerman, dan tidak menutup kemungkinan kalau Dokter Keenan dan mantan nya itu saat ini sudah kembali lagi bertemu, apalagi dengan cerita dari Erva, yang mana Erva mendengar sendiri kalau Keenan memanggil nama wanita lain.
Tetapi, tidak mungkin juga kalau Romi mengatakan yang sebenarnya dengan Erva tentang kecurigaan nya dan juga tentang mantan tunangan Dokter Keenan yang dulunya berada di negara yang sama dengan Keenan saat ini berada., alasannya hanya satu ... ia tidak mungkin menceritakan yang sebenernya kepada Erva, untuk saat ini tentu nya.
Mendengar ucapan dari Romi, hati Erva sedikit tenang. Dan memang ia harus berpikir positif , karena apa yang dikatakan oleh Romi, memang ada benarnya juga.... meskipun masih ada yang mengganjal di hati Erva.
Ting...
Ting
Ting
Bunyi pesan masuk ke dalam ponsel Romi, dan bukan hanya satu pesan saja, tetapi ... beberapa pesan masuk dari orang yang sama, yang sudah Romi tunggu informasi nya.
Romi membuka pesan itu, ia menggeleng tidak percaya ketika melihat beberapa foto yang membuat nya tidak percaya dan juga tangan Romi langsung terkepal kuat.
__ADS_1
...Yang mau nyantet Keenan silahkan...atau mau mengumpat nya juga monggo....