Belenggu Cinta Doker Tampan

Belenggu Cinta Doker Tampan
Penasaran


__ADS_3

"Cara yang kedua?? bagaimana??"


Erva pasrah, ia sudah telpon Dokter Anjar tetapi tidak diangkat, yang pastinya sibuk apalagi jam kerja, juga tidak bisa berharap banyak jika laki laki itu akan menyetujui apa yang diinginkan, apalagi kemarin sudah jelas jelas Dokter Anjar ingin Erva merayu entah dengan apapun cara nya.


"Bagaimana?? sebentar... gue pikirkan....", jawab Mona.


Padahal gadis itu tadi sudah bilang kalau punya ide, tetapi kenapa malahan sekarang masih dipikirkan. Ange sekali, kemana ide nya Mona hilang.


"Masuk mobil dulu.. ngadem..otak gue panas....kalau enggak ingat Maya hamil..gue ogah!!", ujar Erva.


"Lo gila!! di sini enak tapi malahan masuk mobil....", seru Mona...


Memang kalau sudah seperti ini, Erva tidak bisa berpikir lagi....ia hanya butuh sebentar saja untuk berpikir jernih.


Erva masuk ke dalam mobil, diikuti dengan Mona yang juga ikut masuk .. meksipun sebenarnya Mona masih ingin diluar, melihat situasi di depan Resto yang benar benar sangat memanjakan matanya.


Kedua nya terdiam sesaat, mungkin masih pada berpikir tentang bagaimana caranya merayu Dokter Anjar yang baik dan benar, dan langsung bisa membuahkan hasil.


"Anterin makan siang ke saja Er, dan pastikan itu masakan rumahan.. dari tangan lo kalau bisa.. biar kesannya Lo memang usaha banget untuk merayu nya.", ucap Mona memberikan saran


Bukan tanpa pemikiran, setahu Mona....laki laki tipe seperti Anjar itu memang tidak banyak mau nya tetapi memang harus dengan perhatian khusus dan tulus.


"Makan siang??", tanya Erva lagi menegaskan.


"Iya, antarkan makan siang, masih banyak waktu...dan Lo masih bisa masak....", jawab Mona tanpa ingat kalau sahabatnya itu tidak begitu pandai masak.


"Gue paham, tetapi...Lo lupa kalau gue nggak bisa masak??"


Bingung juga, bukan enggak bisa masak banget.... tetapi bukan jagonya apalagi..ini untuk di berikan kepada orang lain...dan orang itu bukan sembarang orang.. pastinya Erva takut kalau Dokter Anjar malahan tidak suka.


"Lupa...", jawab Mona santai.


"Enggak ada cara lainnya lagi??"

__ADS_1


Mencoba bertanya, siapa tau ada cara lain selain itu. Yah bukan sepenuhnya merayu sih yang Erva inginkan dan tidak harus memasak juga.


"Ada, Lo mau??"


Mona menjawab dengan tersenyum, rupanya ada sesuatu yang membuat gadis itu senyum-senyum sendiri... pasti idenya sangat buruk untuk Erva.


"Apa?? gue kok malahan curiga...."


"Curigaan Mulu....hanya ada satu cara ..dan ini seperti nya paling efektif.... tidak tau Lo mau apa enggak....."


"Apa?? buruan gue penasaran....", ucap Erva lagi.


"Jadi pacar Dokter Anjar...atau lebih nya Lo yang macarin dia...."


"Astaga .. gila Lo???", teriak Erva.


Sudah Mona duga kalau sahabat nya itu akan teriak dengan apa yang diucapkan nya, ia tau..... Bukan berarti Erva tidak tertarik dengan Dokter Anjar, tetapi masalah nya apakah Dokter Anjar itu mau terima atau enggak.


Dokter dingin dan tidak punya pacaran sama sekali, bukan karena trauma atau sedang menunggu seseorang, tetapi...memang dia tidak pernah tertarik sama sekali dengan seorang perempuan. Dan itu yang membuat Mona was was, apakah Erva bisa menarik perhatian Dokter Anjar nantinya, yah meskipun indikasi ke arah sana sudah ada. Dan juga sudah terlihat bagaimana Dokter Anjar berinteraksi dengan Erva seperti apa, tetapi semua nya tergantung bagaimana cara Erva bisa mendapatkan hati Dokter itu.


Dan bukan juga semata mata karena permintaan bumil yang lagi ngidam tetapi....Mona juga ingin mendekatkan Erva dengan Dokter Anjar, biar mereka ada hubungan yang lebih serius lagi.


"Gak mungkin, gue ngerayu saja sudah bingung, apalagi nasi pacarnya...."


Bingung sendiri, perasaan sejak dulu Erva yang selalu di rayu, yang selalu dikejar kejar, tetapi kenapa malahan saat ini dirinya yan harus merayu dan mengejar....


Tidak pernah Erva banyangkan sebelum nya kalau ia akan berada di posisi seperti ini. Dan kali ini memang mau tidak mau, Erva harus melakukan nya.


"Oke....gue terima yang pertama saja, mau coba masak dan membawa makan siang untuk dia...."


Akhir nya setelah dipikir pikir, cara yang pertama boleh juga. Ia tidak perlu langsung mengemis cinta dan menjadi pacar Dokter Anjar, cukup dengan berbuat baik saja, membawakan makanan dan menemaninya makan, dan setelah itu meminta untuk satu tempat di resto nya ...


"Bagus ...gue suka cara cepat Lo yang memutuskan untuk ke arah sana...."

__ADS_1


Tersenyum, meksipun tidak seperti yang dipikirkan nya, tetapi..dengan begitu Erva akan semakin dekat dengan Dokter Anjar, kita lihat saja nanti.


"Oke, sekarang gue anterin Lo ya??"


"Tidak perlu, gue naik taxi saja, lagipula Lo harus cepat cepat memasak.", tolak Mona.


"Oke, gue turunin di depan saja.",


Di tempat yang berbeda, Dokter Anjar tersenyum. Ia baru saja mendapatkan informasi dari karyawan nya di sana, dan menceritakan tentang semua nya .


Seperti yang Anjar bilang sebelumnya kepada karyawan karyawan nya di sana, kalau ada Erva datang atau booking tempat langsung saja di tolak dengan berbagai alasan, tentu saja..ada alasannya kenapa Anjar melakukan seperti itu.


Yang pasti nya, ia ingin melihat bagaimana usaha Erva untuk merayunya, karena Anjar masih ingat betul bagaimana gadis itu bercerita tentang keinginan nya merayu pemilik resto mewah dan juga memacari nya.


"Kamu yang membuat perangkap dan kamu sendiri yang akan masuk ke sana gadis kecil.."


Lagi lagi Anjar tertawa, ketika melihat ekspresi dari Erva yang kecewa dan kacau saat ditolak oleh karyawan nya ... dan ekspresi itu membuat Keenan semakin tertarik dengan Erva dan akan membuat gadis itu selalu bersama nya


Anjar juga membaca pesan yang dikirimkan oleh Erva dan juga sengaja tidak mengangkat ponselnya, karena semua itu disengaja...


Ceklek ...


"Sudah seperti orang gila, pantas saja aku cari di bawah enggak ketemu, nyatanya malahan di sini senyum senyuman sendiri...."


Dokter Rico datang mengacaukan lamunan Anjar yang masih membayangkan betapa menggemaskan nya Erva , hingga Anjar dibuat tidak nyaman dengan kedatangan teman nya itu.


Tidak menjawab, hanya melihat saja teman nya yang baru datang dan langsung duduk. Laki laki itu masih saja melihat ponsel nya hingga membuat Rico menggelengkan kepala nya dan ingin melihat, apa yang sebenarnya di lakukan oleh Anjar


"Parah Lo An.... kelamaan jomblo jadi enggak ada yang dibelai dan membelai Lo, sampai lihatnya seperti itu...."


Rico pikir, Anjar melihat film biru...yang membuat Anjar tidak tau kalau dirinya masuk dan juga tidak menyapanya seperti biasa.


"Sialan...siapa yang lihat film begituan, enak langsung saja praktek.", jawab Anjar yang entah darimana jawaban itu ia dapatkan..yang penting ia bisa menjawab mulut lemesnya Rico.

__ADS_1


"Oh tidak lihat begituan, tapi kenapa senyum senyum sendiri dan tidak lepas dari ponsel Lo..."


Makin penasaran Rico nya, apalagi ekspresi Anjar masih sama seperti tadi. Tidak beranjak ataupun meletakkan ponsel nya di meja.


__ADS_2