
Keenan meninggalkan kedua orang tuanya dan langsung naik ke atas, tentu saja ia tidak ingin mendengar lagi tentang perjodohan itu dimana memang ia sendiri tidak menginginkan perjodohan, terlebih lagi ia harus menikah dengan gadis barbar yang entahlah gadis itu masih perawan atau tidak.
Bukan Keenan memilih-milih untuk menjadi calon istrinya, atau dirinya memang ingin yang terbaik untuk pendamping hidupnya yang tentu saja yang masih single atau perawan tidak seperti itu tetapi melihat tingkah dan polah dari Kinara karena yakin sekali kalau gadis itu sudah tidak gadis lagi bahkan gadis seperti Kinara itu susah diatur.
"Tidak mungkin aku menikah dengan dia, bagaimana nasib Rumah tanggaku nanti?"
Keenan mendengus kesal setelah sampai di dalam kamar ia langsung menuju ke kamar mandi tentu saja setelah ini Keenan harus pergi dari rumah bukan untuk minggat tetapi untuk menemui seseorang yang dirasa bisa mendengar apa keluh kesahnya.
Beberapa menit kemudian laki-laki itu sudah bersih dan wangi tentu saja kadar ketampanannya semakin meningkat dan membuat perempuan di luar sana terpesona dengan penampilan Keenan saat ini.
Tetapi sayang sekali yang ada di dalam hatinya adalah Erva, bahkan karena tidak berniat untuk menikah setelah ini selain dengan Erva tentunya.
Tetapi rasanya tidak mungkin, karena sampai kapanpun
Keenan tidak akan pernah bisa mendapatkan Eva karena Erva kini sudah menjadi istri orang lain.
Keenan yang sudah rapi langsung saja keluar dari kamarnya, ia turun ke bawah yang ternyata di bawah masih ada kedua orang tuanya tetapi Keenan tidak peduli laki-laki itu langsung saja menuju ke pintu utama tanpa menyapa atau berpamitan kepada kedua orang tuanya.
Keenan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi tentu saja ia sudah menghubungi seseorang untuk mengajak ketemuan di sebuah cafe.
Hingga akhirnya mobil yang dikemudikan oleh karena sudah sampai di cafe itu ia melihat ke sekeliling ternyata orang yang diminta untuk menemuinya sudah ada dengan Keenan melihat mobil yang sudah parkir tidak jauh dari mobilnya.
__ADS_1
"Sorry telat!"
"Sudah terbiasa. Dan ada apa gerangan Pak dokter yang biasanya sibuk ini tiba-tiba menghubungiku dan ingin bertemu?"
"Aku dijodohkan dan Mami memaksa aku untuk bertunangan minggu depan."
"Bagus itu aku juga setuju dengan apa yang dilakukan oleh tante Arin , dan sudah terima saja bro pasti perempuannya itu cantik tidak lebih cantik dari Erva."
"Hufhh...."
Keenan mendengus kesal, bagaimana ia akan menerima perjodohan ini, selain dirinya juga tidak suka dengan sikap dari Kinara, Keenan juga masih mencintai Erva mana mungkin ia akan hidup satu rumah dengan perempuan lain sedangkan hatinya masih termaut dengan Erva, entahlah bagaimana nanti hubungan rumah tangganya jika Keenan masih berpikiran tentang Erva, Erva dan Erva.
Keenan terdiam sejenak, ia menyandarkan punggungnya di sofa tentu saja tangannya terulur untuk memijat keningnya yang tiba-tiba pusing.
Meskipun Keenan tahu dari mami Arin kalau minggu depan itu hanya sebuah pertunangan dan pernikahannya tunggu setelah Kinara lulus sekolah tetapi sama saja hatinya sudah beku hatinya sudah menjadi milik Erva dan tidak mungkin ia buka lagi untuk perempuan yang lain.
"Jangan bilang kamu masih mencintai Erva? Move on bro, perempuan di dunia ini bukan hanya Erva."
"Kamu tahu sendiri Dim, bagaimana perasaan aku terhadap Erva dari dulu sampai sekarang perasaan aku tidak berubah, bahkan untuk saat ini aku malah tambah cinta dengan dia tapi kenapa Erva menolakku dan tidak ingin berhubungan lagi denganku bahkan dia malah menikah dengan laki-laki lain aku harus apa?"
"Jangan jadi laki-laki bodoh yang merebut istri orang, kamu tahu sendiri tentu saja ini semua akibat dari ulah kamu jika kamu tidak balikan lagi dengan Amira dulu pastinya kejadian ini tidak akan terjadi dan kamu akan bahagia dengan Erva tetapi sudahlah memang kamu bukan jodohnya Erva,mungkin kamu adalah jodoh dari perempuan itu siapa namanya?"
__ADS_1
"Kinara."
"Ya mungkin kamu memang jodohnya Kinara, pasti dia cantik dan masih muda aku tahu bagaimana caranya pastinya memilihkan jodoh kamu itu yang terbaik bukan perempuan sembarangan."
Bukan perempuan sembarangan bagaimana? Andai kamu tau siapa Kinara itu pastinya kamu sendiri juga akan menolak perjodohan dengan dia. Apalagi kalau kamu tau kalau dia sudah tidak perawan lagi.
Tentu saja Keenan masih berpikir kalau Kinara itu bukan perempuan yang baik-baik gadis itu bukan seperti erfa yang nyatanya memang bukan perempuan gampangan entahlah Keenan bingung sendiri.
"Sudah lah bro, lebih baik kamu terima saja perjudan itu siapa tahu genera itu perempuan baik-baik dan aku yakin dengan kamu nikah dengan dia pastinya kamu akan cepat melupakan Erva."
"Tidak bisa , bagaimana mungkin aku akan melupakan Erva namanya saja masih ada di dalam hatiku."
Dimas seketika diam, ia bingung sendiri bagaimana caranya untuk membujuk Keenan supaya mau menerima perjodohan dari Maminya, karena Dimas tahu kalau tentunya apa yang dipilihkan oleh Maminya Kinan itu adalah yang terbaik pastinya juga bukan perempuan sembarangan.
"Kalau kamu tidak mau menerima perjodohan itu apa kamu mau menjomblo seumur hidup? Tentunya dengan status yang tidak jelas, duda tapi duda perjaka"
"Mungkin saja iya kalau Erva tidak bisa aku dapatkan kembali aku akan menjomblo seumur hidup dan pastinya Aku tidak mau menikah lagi."
"Jangan seperti itu nikah Enak lho bro , apalagi kalau sudah main masuk-masukin kamu pastinya besok kamu akan ketagihan kalau sudah mencobanya. Dan jangan seperti itu siapa tahu ucapanmu adalah doa dan diamini oleh malaikat, pastinya kamu tidak sedih melihat kedua orang tuamu dia tidak mempunyai keturunan mereka hanya punya kamu saja."
Dimas sebagai sahabat dari Keenan sebisa mungkin untuk memberikan pengertian kepada Keenan, ia juga merasa kasihan dengan kedua orang tuanya juga kasihan dengan Keenan saat ini.
__ADS_1
Dimas paham betul karena ia sudah bertahun-tahun mengenal Keenan dan pastinya apa yang dialami oleh Keenan ini membuat hati Keenan bersedih, tetapi baik Dimas maupun Keenan juga tidak bisa berbuat apa-apa, terlebih lagi ini menyangkut perasaan kalau Erva tidak bisa bersama dengan Keenan lagi itu karena terlalu dalam luka yang ditorehkan oleh Keenan kepada Erva dan pastinya untuk saat ini Keenan harus bisa melupakan Erva dan tidak menghancurkan rumah tangga Erva yang sudah berbahagia dengan laki-laki lain.