
Namaku Meigie usiaku 22 tahun. saat ini aq sedang menjalani kuliah disalah satu Universitas yang cukup ternama di salah satu kota di Australia tepatnya di kota Melbourne. setelah tahu hal tersebut kalian pasti berpikir bahwa aq adalah anak orang kaya yang manja dan suka menghamburkan uang orang tuaku untuk tinggal dan bersekolah diluar negeri, hidup penuh kebebasan tanpa harus memikirkan masa depan karena harta kekayaan keluarga yang tidak bisa dihitung hanya dengan 2 tangan orang dewasa.
Namun kenyataannya sangatlah bertolak belakang dengan hal tersebut, aq tidak berasal dari keluarga kaya, bisa dibilang aku tidaklah memiliki keluarga seutuhnya. tentu kalian akan bertanya tanya dengan maksudku.
__ADS_1
Aku adalah anak yatim piatu, entah aq datang dari mana dan siapa ayah maupun ibuku tak ada yang tahu. yang kutahu dari cerita ibu Darmi pemimpin Rumah Kasih tempatku dibesarkan bahwa 22 tahun yang lalu orang tua yang seharusnya menyayangi dan melindungiku malah meninggalkan ku didepan sebuah pantai asuhan hanya dibalut selimut dan sebuah kalung perak berukir berbentuk hati dengan inisial DL dan AS yang sampai saat ini tidak ada yang tahu apakah
kepanjangan dari dua inisial tersebut.
__ADS_1
Aq beruntung bisa mengikuti perkuliahan di Universitas yang cukup bergengsi ini karena otakku yang cukup pintar dan bantuan yang sangat besar diberikan oleh salah satu donatur dari yayasan salah satu pemilik perusahaan besar dikota asalku, bantuan berupa bea siswa belajar di negara lain selain indonesia dan biaya hidup selama berkuliah di negara tersebut juga akan di tanggung namun dana tersebut telah dihitung secara cermat sehingga cukup untuk menopang hidup sehari hari dan makan selama berkuliah sehingga aku harus mencari kerja sampingan yang tidak menggangu jadwal kuliahku agar aku bisa lulus dengan nilai terbaik dan kembali ke negeri tercintaku dengan mempersembahkan rasa bangga kepada orang tua asuh, ibu Darmi serta para perawat yg telah mendukung ku dan juga kepada semua donatur yang telah rela menyisihkan sedikit harta mereka kepada kami anak anak terbuang.
jadi selama disini aku berusaha sangat kuat dengan belajar tekun dan tidak pernah melewatkan satu kelas pun karena aku tahu dengan lulus dan membawa peringkat terbaik adalah satu satunya cara membalas budi, cinta dan kebaikan semua orang yang telah membantu kami selama ini.
__ADS_1
Aku tinggal di asrama tidak jauh dari universitas, hanya 10 menit dengan berjalan kaki maka aku bisa sampai di kampus. diasrama tersebut aku berbagi kamar dengan 1 orang wanita sebayaku namun berasal dari Malaysia karena dianggap serumpun maka pihak kampus membuat kami bisa dalam 1 kamar. nama teman sekamarku adalah Aisha, dia gadis yang cantik dan ramah. semua orang menyukai Aisha karena selain cantik dan ramah aisha juga termasuk salah satu gadis yang memiliki otak yg pintar, aku sering berdiskusi beberapa materi perkuliahan dengannya walaupun kami tidak satu jurusan di kampus kami. Aisha mengambil jurusan Psychology & Artificial Intelligence sedangkan aku lebih memilih jurusan Business & International Communication. bukan tanpa sebab aku memilih jurusan tersebut hal itu karena aku ingin apabila lulus nanti dan kembali ke Indonesia aku ingin bekerja di salah satu perusahaan besar di kotaku yang juga salah satu perusahaan donatur Rumah Kasih tempatku dibesarkan. hitung hitung untuk membalas budi kepada semua orang baik yang telah menyisihkan beberapa harta mereka kepada kami.