Cinta Berselimut Dendam

Cinta Berselimut Dendam
Cinta Berselimut Dendam bab 229


__ADS_3

"Deon ayo, katanya kamu akan ajak aku untuk beli baju. Ini aku sudah melayani kamu dengan baik loh," rajuk Cucu dengan manjanya ketika Deon malah bilang malas kalau harus menghabiskan waktunya untuk muter-muter di dalam mall. Siapa sih yang nggak kesal ketika mendengar ucapan Deon dengan santainya.


"Kan udah aku bilang kalau aku sudah membelikan kamu baju, tas, sepatu dan perhiasan, bahkan semua bentuk baju sudah aku belikan dan sekarang sudah ada di dalam rumah kita," jawab Deon dengan tubuh tetap bersandar dengan malas pada. sandaran tempat tidur.


"Kalau gitu kamu ajak aku jalan-jalan ke mall untuk beli cabe, oncom, tahu atau telor gulung, atau cilok terserah dah yang penting jangan di sini aku bosan!" rajuk Cucu dengan kedua mata yang menatap pada Deon dengan tatapannya yang sangat mengiba.


Sedangkan Deon sepertinya sangat menikmati Cucu yang sedang marah. "Kalau aku tidak mau?" tanya Deon dengan senyum jahil terkembang sempurna.


"Ok terserah saja mau kamu Deon, tetapi kamu jangan cari aku kalau aku itu pergi lagi," ancam Cucu dengan tatapan yang mengobarkan kemarahan pada sang suami.


"Kamu mengancam aku Nyonyah Deon? Apa kamu tidak kenal siapa aku?" tanya Deon dengan  senyum menyeringai, dan juga tatapan yang di dekatkan pada Cucu.


"Ya, aku mengancam Anda Tuan, dan juga aku sangat tahu siapa Anda sesungguhnya. Anda adalah anak manja yang tidak pernah berterima kasih dan juga sangat menyebalkan semua keinginan kamu harus tercapai, tetapi kamu sendiri tidak mau menuruti kemauan orang lain," ucap Cucu dengan berdiri melilitkan selimut untuk membungkus tubuhnya yang masih polos setelah satu kali permainan, dan kini Cucu memunguti pakaiannya dan akan pergi dari hotel ini seorang diri.


"Kamu mau ke mana?" tanya Deon setelah melihat kalau Cucu terus merajuk marah. Bahkan Cucu pun saking marahnya tidak mau menjawab pertanyaan dari sang suami.


"Cu, apa kamu tidak dengar apa pertanyaan dari suami kamu ini? Kamu mau ke mana?" tanya Deon ulang yang sudah tahu kalau Cucu sudah marah, tetapi lagi-lagi wanita itu hanya diam saja memakai pakaiannya dan menyisir rambutnya yang acak-acakan dengan gerakan cuek dan menunjukan pula kekesalan pada Deon. Yah, bagaimana Cucu tidak marah setelah wanita itu melayani semua kemauan Deon kini laki-laki itu tidak mau menepati janjinya mengantar ke mall, padahal Cucu sudah membayangkan berjalan dengan mesra digandeng oleh Deon, dan ingin apa saja tinggal tunjuk maka Deon akan mengabulkannya, tetapi justru Deon tidak menepati janjinya, sedih, kesal, jengkel dan juga marah itulah yang saat ini Cucu rasakan. Hingga rasanya untuk menjawab pertanyaan dari sang suami pun enggan.


Brughhh... seperti yang sudah-sudah Deon menarik tubuh Cucu hingga jatuh ke atas tempat tidur, kedua tangan Cucu di tekan oleh Deon dan posisi tubuh laki-laki itu berada tepat di atas tubuh Cucu. Sedangkan Cucu sendiri  hanya diam tidak ingin berontak ataupun melawan. Wanita itu tidak ingin membuang energinya untuk melawan sang suami. Sehingga Cucu hanya diam saja, bahkan untuk menatap Deon rasanya wanita itu sangat enggan.


"Kamu marah?" tanya Deon dengan suara yang jauh lebih lembut dari sebelumnya, tetapi Cucu memang yang sudah sangat kecewa dengan Deon, lagi-lagi wanita itu tidak ingin menjawab ucapan Deon.

__ADS_1


"Aku minta maaf sekarang juga kita berangkat untuk berjalan-jalan ke mall seperti yang kamu inginkan," ucap Deon lagi dengan membelai wajah Cucu yang menatap ke lain arah, tanpa menunggu jawaban dari Cucu yang sudah diyakini oleh Deon kalau wanita itu sudah pasti tidak ingin membalas ucapan Cucu.


Deon pun membersihkan tubuhnya tidak pakai lama sedangkan Cucu tersenyum penuh kepuasan yah, aktingnya nyatanya selalu berhasil sekarang Deon merasa sangat bersalah sehingga tidak ada debat-debat lagi langsung menuruti apa yang Cucu inginkan.


"Ayok buruan, katanya ingin jalan-jalan ke mall," ucap Deon setelah sang suami kembali dengan penampilan terbaiknya. Sedangkan Cucu pun menatap dengan kagum. Deon mengulurkan tangannya dengan sangat romantis, dan benar saja Cucu pun langsung menyambut uluran tangan sang suami yang saat ini sudah banyak jauh berbeda yaitu lebih romantis dan juga jauh lebih pengertian.


Setelah menempuh perjalanan yang tidak terlalu lama, dan juga Cucu masih terus melanjutkan aktingnya yaitu hanya diam saja sepanjang perjalanan, hal itu membuat Deon berpikir keras untuk tetap menunjukan keromantisan sehingga Cucu tidak lagi marah.


Seolah Deon memiliki indra ke enam, laki-laki itu sejak mereka turun dari dalam mobil terus menggandeng tangan Cucu seolah ia benar-benar takut kalau Cucu akan hilang dengan tangannya dia lepaskan.


"Kamu mau beli apa Sayang? Ayo kamu tujuk saja ingin beli apa?" tanya Deon, bahkan Cucu sebenarnya sudah ingin balas memeluk Deon dengan mesra, tetapi lagi-lagi keserakahan menguasainya terutama setelah Cucu melihat banyak wanita yang seolah iri dengan perlakuan sang suami.


"Aku hanya ingin cari cendol rasa durian," ucap Cucu dengan tanpa bersalah, dia juga bingung mau meminta apa lagi toh semuanya sudah dibelikan oleh Deon itu yang Deon katakan. Semuanya sudah di belikan oleh sang suami pada butik pakaian dan tas serta sepatu yang sudah bisa diandalkan kualitasnya. Yah, Cucu saat ini benar-benar seolah tengah bermain ratu-ratuan seperti saat masih kecil. Ia saat ini seperti benar-benar menjadi Ratu seperti di negri dongeng.


"Apa kamu jangan-jangan sudah sedang hamil Sayang?" tanya Deon dengan sangat antusias, kalau Cucu akan hamil, tetapi buru-buru tangan Cucu menepuk pundak Deon.


"Kamu jangan macam-macam Deon, di mana-mana hamil baru bisa diketahui minimal usia satu bulan, atau setidaknya aku sudah memastikan kalau tidak datang bulan. Baru kita boleh berpikir kalau aku sudah hamil. Lah ini baru bilang ingin es cendol rasa durian langsung menyimpulkan kalau sudah hamil.


"Ya udah kita cari-cari yuk di dalam mall, nanti kalau tidak ada kamu bisa cari dipinggir jalan, atau Via internet sehingga kita bisa melihat di mana kira-kira yang jual es cendol dengan rasa durian," balas Deon dengan suara yang sangat amat merdu sehingga Cucu sangat merasakan diharga dengan adanya Deon yang dalam sikapnya sudah jauh beribadah semakin terlihat sangat manis.


Sesuai yang dikatakan oleh Deon, Cucu dan Deon pun keliling-keliling mencari cendol yang diinginkan oleh Cucu yang membuat Cucu senang sebenarnya bukan hanya cendol dawet dengan rasa durian, tetapi perlakuan suami Cucu yang sangat romantis, sepanjang perjalanan laki-laki itu terus bersikap sangat manis.

__ADS_1


"Deon coba itu lihat kita akhirnya menemukan apa yang aku inginkan." Dengan sangat antusias Cucu menunjuk ke sebuah kedai yang menjual es cendol dawet dengan rasa durian asli seperti yang Cucu inginkan.


Nyatanya bukan hanya Cucu saja yang senang Deon pun sangat senang karena yang Cucu inginkan akhirnya nemu juga.


"Kamu mau nggak Sayang?" tanya Cucu dengan suara yang terdengar kalau wanita itu sangat bahagia.


Deon pun membalas dengan anggukan yang cukup kuat. Dua buah es cendol dawet dengan taburan durian asli diatasnya sudah terhidang dengan sangat menggoda. Cucu dan Deon pun menikmati dengan damai apa yang ada di hadapannya.


Entah berapa kali baik Deon maupun Cucu memuji rasa cendol yang sangat pas di mulut selain lembut, durian yang digunakannya pun banyak dan sangat manis, sehingga menggoda Bibir untuk terus mengunyah. Padahal baru makan es cendol, tetap perut Cucu langsung kenyang.


"Sekarang kamu ingin apa lagi yang dibeli? Ayo katakan pada aku mumpung kita masih di Mall, jangan sampai kita sudah sampai pulang ke rumah kamu justru menginginkan sesuatu lagi," ucap Deon sembari menatap Cucu yang sejak tadi wajahnya seolah bersinar. Yah, Deon akui Cucu memang semakin ditatap dia semakin membuat Deon tidak bisa berpaling seolah wajah Cucu itu sangat candu untuk di lihat terus menerus.


Untuk beberapa lama Cucu pun diam dengan mata yang seolah mencari apa yang dia inginkan. Cucu datang ke Mall bulan semata ingin membeli baju perhiasan, atau bahkan pernak pernik seperti yang wanita lain inginkan, bukan. Cucu hanya ingin memanjakan perutnya. Padahal sebelum pergi sudah makan dengan banyak bukan hanya makan saja tetapi juga makan rujak dan lain sebagainya yang ia temu di makan, tetapi rasanya tidak bisa di pungkiri perut Cucu lapar terus.


Dengan segala pertimbangannya Cucu pun menggelengkan kepalanya dengan yakin. "Udah deh, atau kita jalan-jalan dulu setelah memastikan tidak ada yang ingin di beli lagi maka kita akan pulang saja," balas Cucu dengan kembali menggandeng sang suami dengan manja Cucu.


"Gimana sudah puas belum?" tanya Deon setelah hampir tiga jam laki-laki itu mengajak Cucu bermain segala permainan di Mall, biarkan mungkin ada yang mengatakan norak dan lain sebagainya, tetapi Deon beranggapan bahagia yang paling bia di gapai adalah bahagia dengan semua yang dia dapatkan termasuk suasananya romantis yang sudah lama diinginkan.


Dengan semangat Cucu pun menganggukkan kepalanya. "Aku sangat puas, terima kasih yang atas segala jenis waktunya," ucap Cucu dengan tulus kali ini Deon dan Cucu pun langsung pulang ke rumah.


Bahkan Cucu sudah tidak sabar ingin melihat pakaian yang dibelikan oleh suaminya.

__ADS_1


#Bersambung..


__ADS_2