
Adrian masih berada didalam kantornya yg nyaman sampai dia mendengar ketukan halus di pintu dan suara Aris yg meminta izin untuk masuk kedalam ruangan nya.
"masuklah Ar" Adrian
"tuan muda ini sudah jam 5 sore, sudah saatnya tuan muda pulang kerumah apakah ada hal hal yg mendesak yg belum terselesaikan..??" Aris
"sebenarnya tidak ada, aq hanya sedang berpikir mengenai sesuatu. baiklah bersiaplah untuk pulang dalam 15 menit. aq akan membereskan semua ini, tunggu lah aq di bawah aq akan segera menyusulmu" Adrian
"baik tuan muda" Aris
Adrian bersandar pada kursi direktur yg sangat nyaman dan menghela nafas panjang.
setelah beberapa saat Adrian akhirnya beranjak keluar ruangan, dia melihat Rosie dan tak habis pikir apa yg akan Anton lakukan setelah ini
"dia terlihat seperti gadis baik baik, aq yakin bukan dia yg mencoba untuk menggoda Anton, aq rasa memang kakakku yg akan membuat masalah disini. semoga dia tidak akan macam2 dan menghancurkan hati gadis ini" Adrian
"apa yg terjadi.., kenapa dia menatapku seperti itu. ya tuhan mimpi apa aq semalam, hari ini aq di goda habis2 an oleh tuan muda Anton dan sekarang tuan muda Adrian menatapku seperti ingin memakan ku. ada apa ini.." Rosie
__ADS_1
"selamat jalan tuan muda, sampai bertemu besok" Rosie
tiba dirumah Adrian langsung menuju kamarnya dan mandi. setelah selesai dia bersiap untuk makan malam bersama.
Melda telah lebih dulu berada di meja makan pada saat Adrian sampai, dia belum melihat Anton.
"mungkin dia masih mandi"
"apakah Anton akan turun dan bergabung untuk makan dengan kita Melda..??" Adrian
"mungkin kak, aq belum melihatnya sesore ini. aq rasa pulang kerja dia langsung beristirahat" Melda
"Rosie mengatakan bahwa kau mencariku siang ini kak" Adrian
"ya.. benar aq ingin membahas masalah proyek yg sedang kutangani saat ini" Anton
"apakah ada masalah..??" Adrian
__ADS_1
"bukan masalah penting, hanya saja aq rasa aq akan mengganti mandor yg menangani proyek itu, aq tidak suka cara kerjanya" Anton
"tapi dia adalah orang terbaik di lapangan dan juga kepercayaan papa, aq yakin papa tidak akan setuju apabila kau menggantinya" Adrian
"papa lagi papa lagi.. kapan kita akan bisa mandiri dan berkembang klo semuanya atas izin papa.. sudah saatnya kita harus mandiri tanpa harus berada di bawah bayang2 kesuksesan papa" Anton
"papa melakukan yg terbaik untuk kita, kenapa harus merasa terintimidasi klo kakak mampu tinggal kerjakan dan buktikan kemampuanmu" Adrian dengan nada datar suaranya
"gampang bagimu bicara seperti itu kau adalah anak emas papa, dia memberikan semuanya yg seharusnya aq ambil alih kepadamu" Anton dengan emosi
"aq tak pernah meminta, kau yg melepaskan kesempatan itu dan menghianati kepercayaan papa kepadamu..!!" suara Adrian mulai tinggi
"dan harus kuingatkan lagi, jauhi Rosie jangan membuat masalah untuk gadis itu, kau akan menghancurkan hidup dan masa depannya. tolong jangan lakukan apapun yg ingin kau lakukan padanya" Adrian
"dia sekertaris mu bukan budakmu dan dia sudah cukup dewasa untuk menentukan apa yg dia mau, lagian apa kau ada hati padanya sehingga kau berkata begini" Anton
"kak Anton jaga bicaramu...!!, jangan sampai ada kejadian kedua kalinya. kau sudah cukup merepotkanku pada saat di England.!!" Adrian mulai kehilangan kesabaran dan marah.
__ADS_1
"jangan campuri urusan pribadiku.. " Anton bangkit dari kursinya dan pergi
sedangkan Melda sedang terisak ketakutan karena ini pertama kalinya dia melihat keduanya bertengkar hebat