
Rosie sampai dirumah hampir tengah malam, dia melihat ibu Darmi sedang membereskan dapur dan bergabung membantu nya.
"kenapa kau pulang sangat larut hari ini nak.. apakah ada sesuatu, ibu sangat kawatir dan mencoba menghubungi mu" Darmi
"maafkan aq ibu, baterai handphone ku habis dan aq kelupaan memberi info bahwa aq keluar diundang makan malam oleh teman sekantor, aq merasa tidak enak menolak kali ini karena sudah beberapa kali aq menunda undangan mereka" Rosie
"tidak masalah bagi ibu, hanya saja ibu kawatir karena kau tidak berkabar sedikitpun" Darmi
"maaf sudah membuat ibu sangat cemas" Rosie
"sudahlah.. kau pasti sangat lelah.. pergilah beristirahat biar ibu yg menyelesaikan ini" Darmi
Rosie beranjak menuju kamarnya agar bisa segera mandi, hari ini cukup melelahkan namun sangat membuat dia bahagia. dia akan mencoba menelepon Meigie dan ingin berbagi cerita bahagia nya.
nada telepon berdering, beberapa saat kemudian terdengar suara yg sangat dia rindukan keberadaannya.
__ADS_1
"hi... gadis bunga apa kabarmu" Meigie dengan suara bersemangat menerima telepon
"hi meigie.. aq sangat merindukanmu, sepi sekali disini tanpa suara tawamu yg membuat telingaku serasa pecah tiap harinya" Rosie dengan tergelak
"aq juga merindukanmu, aq sangat berharap kamu bisa datang dan tinggal disini bersamaku tentu akan lebih menyenangkan klo ada kamu. trus bagaimana apakah kau jadi mau kesini untuk mencari kerja" Meigie
"sepertinya aq akan kesana... tapi tidak bekerja laah..." Rosie sambil tertawa
"aahh sudah sombong kau sekarang ya, aq sudah dengar dari ibu kata beliau kau sudah bekerja di satu perusahaan yg sangat besar ya dikota, andai aq disana akan ku todong kau traktiran.... aarhhh aq kangen rumah dan kalian semua..." Meigie
"tunggu lah aq akan datang kesana, trus kuliahmu bagaimana..?? setelah lulus apakah kau akan pulang atau malah menetap disana.. pulang saja lah meigie, aq akan coba bicara dengan personalia perusahaan agar kau bisa diterima kerja ditempatku. kau pasti akan mendapatkan posisi yg strategis dengan otak pintar mu itu" Rosie
"ha..ha..ha... dasar kau, klo ada yg bening saja matamu langsung terbuka lebar, hidungmu kembang kempis sudah seperti ****** pemburu mencium mangsa.. hehe..hehe.." Rosie
"eeehhh... aq hanya memanfaatkan berkah tuhan, mata ku memang jeli melihat yg bening2.. ayooo ceritakan.." Meigie
__ADS_1
"baiklah.. aq bekerja ditempat yg cukup menyenangkan, rekan kerjaku hampir semuanya baik dan banyak membantu walaupun ada beberapa yg tidak tapi tentu hal itu masih sangat wajar. aq bekerja sebagai asisten sekertaris saat ini, gajiku lumayan loohh walaupun posisinya hanya asisten sekertaris... aq melayani bos yg masih sangat muda tapi sangat terampil dibidangnya" Rosie
"apakah dia pria..?? tampan kah..??" Meigie
"haahha..ha..dasar buaya darat. bisa saja kau menebaknya. benar dia sangat tampan, semua gadis dikantorku tergila gila padanya, hanya saja tidak ada satupun yg berani menatapnya. dia sangat dingin seperti gunung es.. aq tidak yakin apakah dia tertarik pada wanita atau tidak yg pasti sudah ribuan wanita sepertinya patah hati karenanya" Rosie
"wow.. benarkah..!!! sepertinya dia memang tampan,.. kenapa kau tidak mencoba menaklukan hatinya. siapa tahu kau beruntung menjadi Cinderella nya. ooohh... bagaikan dongeng" Meigie
"itu mimpi may... sampai sekarang aq masih tidak berani menatap dia langsung heheh,hehehe.." Rosie
"apakah ada seseorang yg kau suka disana..?? kenapa perasaanku sekarang kau sedang senyum2 seperti orang gila.." Meigie
"aaiiihhh apa kamu dukun... kenapa kamu selalu tahu apa yg ada dipikiranku.." Rosie
"benarkah..!!!! ceritakan...!!! harus details, siapa dia, siapa namanya, dari mana..? berapa umurnya..?? kau harus mengirimkan fotonya aq ingin tahu..!!!" Meigie
__ADS_1
"sabar.. sabar.. gadis gila..akan kuceritakan.." Rosie
malam itu menjadi malam cerita dongeng untuk Meigie.. mereka saling melemparkan candaan dan banyak pertanyaan satu dan lainnya.