
Deon menatap Qari dengan kagum, bagi laki-laki itu, makin hari Qari makin terlihat cantik dan mempesona. Tubuhnya semakin terlihat berisi dan hal itu langsung membangkitkan sesuatu yang sudah cukup lama tertidur dengan damai.
Rasa sesak di bagian celananya sudah membuat duduknya tidak nyaman, terlebih laki-laki itu tahu diam-diam Qari mengamatinya, bahkan sesekali kedua tatapan mata mereka bertemu dan dalam waktu yang singkat Qari langsung memalingkan pandanganya, seperti pencuri yang ketahuan mencuri sesuatu.
Deon masih duduk dengan santai, tetapi tidak sang adik yang semakin membuat dia tidak nyaman ketika matanya melihat bukit di balik pakaian Qari yang jauh lebih besar dari terakhir ia menikmatinya. Bahkan mungkin saat ini besarnya bisa dua kali lipat dengan yang dulu membuat dirinya tidak bisa melupakan permainan panas itu.
Di luar kendaraanya Jec masih di serang dengan beberapa orang, terlebih laki-laki gemulai yang mulutnya nyerocos terus menerus. Untung Jec sudah dibekali ilmu yang baik sehingga meskipun ia di serang oleh Meta dan Qari dia bisa menyelesaikanya tanpa bantuan dari Deon.
Kaki Jec melangkan menemui Deon. "Tuan saya harus membawa gadis bo-doh itu ke rumah sakit dan saya akan menggunakan taxi online karena Qari tidak mengizinkan saya membawanya dengan mobil Anda, takut kalau saya menculik gadis itu," lirih Jec sebelum memesan taxi lebih dulu izin dengan bos besarnya.
Deon mengangguk anggukan kepalanya. "Pergilah aku bisa menyetir sendiri," ucap Deon dengan mengibaskan tanganya. Jec pun langsung merogoh ponselnya dan memesan taxi dengan aplikasi online terbesar dan terpercaya.
"Aku akan mengantarkan dia, dan taxi sebentar lagi akan datang," ucap Jec dengan tangan menunjuk Qila yang sebenarnya lukanya hanya lecet-lecet saja dan mungkin hanya tangannya yang terlihat sedikit parah, dari tadi Qila menyanggah dan benar kata Tantri diobatin di rumah mereka juga bisa, tetapi Qari tidak mau.
Menurut Meta dan Qari terlalu enak Jec kalau Qila ditangani dengan mereka. Qari mau Jec bertanggung jawab dengan perbuatanya itu.
Padahal sudah jelas itu bukan kesalahan Jec yang menyupir mobil, tetapi salah Qila yang belum terlalu pandai membawa kendaraan roda duanya, tetapi langsung dengan percaya diri terjun ke jalan raya, mana dia tidak punya SIM.
Tidak menunggu lama taxi pun datang. "Awas yah kamu bikin dia lecet dan kenapa-napa nyawa loe taruhanya," ancam Qari dengan tatapan yang sinis pada Jec.
Sementara Meta juga tidak kalah memberikan ancaman, sebelumnya Meta sudah meminta nomor ponsel Jec dan mencatatnya di ponsel pribadinya. "Kamu macam-macam sama adikku bukan hanya loe yang gue bikin rempeyek, burung loe gue bikin perkedel," ancam Meta dengan tidak kalah sadisnya.
__ADS_1
Jec hanya menanggaping dengan santai dan buru-buru masuk ke dalam taxi. Diikuti oleh Qila yang jalan sedikit tertatih karena luka dulututnya.
"Qila, kalau laki-laki itu macam-macam pegang-pegang kamu, kamu lapor ke aku, aku baru punya pistol baru dan bisa di coba ke betis laki-laki itu biar dia tau rasa," pesan Qari sebelum mobil yang ditumpangin Qila pergi.
Jec hanya diam dan menelan salivanya dengan kasar.
"Apes banget nasib gue pagi ini, gara-gara ngikutin kemauan bos lagi-lagi aku yang kena sial," gumam Jec jelas terdengar oleh Qila, yang duduk di pinggir seperti anak toke yang baru lahir, nyempil di pojokan.
Jec melirik Qila dari ekor matanya di mana wanita itu sedang menunduk seolah ketakutan. "Mana SIM loe?" tanya Jec dengan tatapan yang sinis, pasti wanita yang disebut bo-doh itu tidak punya SIM.
Qila melirik tangan Deon yang hampir saja menyentuh tubuhnya. "A... aku tidak ada Sim," jawab Qila setengah terbata, ini adalah pertama kalinya wanita itu membawa motor ke jalan raya dan itu semua karena Fifah yang mengidam ingin beli bakmi dengan Qila yang membawa motornya.
"Sudah aku duga, kamu memang parasit jalanan. Gara-gara orang kayak loe yang sok jago bawa motor ke jalanan kita jadi kena imbasnya, baru belajar bawa motor ajah udah sok-sokan ke jalan raya, dan membahayakan pengguna jalan lain. Bikin susah aja," umpat Jec, dan ucapanya itu membuat Qila sedih.
"Iya maaf Tuan, saya tidak akan mengulang kesalahan ini lagi," ucap Qila dengan suara yang lirih dan bergetar.
"Maaf harusnya loe itu dapat hukuman masuk penjara, atau setidaknya kena tilang, tapi malah ujung-ujungnya gue jadi kena sial, buat obatin luka loe," oceh Jec terus memarahi Qila tanpa henti.
"Anda tidak usah keluarkan biaya untuk berobat saya nanti Tuan, saya masih punya tabungan lima ratus ribu, sisa mengirim orang tua di kampung," jawab Qila dengan menyunggingkan senyumnya samar.
"Simpan uang itu buat beli otak loe, kayaknya otak loe kurang isinya jadi bo-doh," bentak Jec, dan Qila pun hanya diam saja tidak ingin berkata-kata lagi, dia takut kalau laki-laki yang ada di sampingnya malah kebali kesal.
__ADS_1
Perjalanan ke rumah sakit pun tidak memakan waktu lama. "Tuan tadi ongkos taxinya berapa biar saya ganti, saya beneran kok masih punya uang untung mengganti uang Anda. Saya tidak mau Anda rugi karena kesalahan saya," ucap Qila dengan merogoh tas selempangnya yang ia beli dari aplikasi online dengan harga termahal dari yang penah ia punya. Tiga ratus ribu, Qila membelinya pun harus berpikir sampai sepuluh kali. Gadis itu harus menghemat demi dua adiknya yang masih sekolah dan kedua orang tuanya yang hanya seorang petani, sehingga Qila tidak mau nanti dia bisa membeli barang yang mahal tetapi adik dan orang tuanya hidup dalam kekurangan.
Jec langsung mengentikan langkah kakinya. "Kalau gue bilang lima juta apa loe akan ganti?" tanya Jec dengan senyum menyeringai. Kedua bola mata Qila langsung melebar sempurna.
"Li... Lima juta? Itu sama saja dengan gajih saya satu bulan, kalau saya ganti buat Anda orang tua dan adik-adik saya makan apa? Mereka hanya mengandalkan dari gajih saya kerja," lirih Qila tanganya menggaruk-garuk kepalanya.
"Itu urusan loe, belum tagihan rumah sakit bisa sepuluh juta total lima belas juta," imbuh Deon.
Qila bukan orang bodoh yang percaya begitu saja, tetapi dia juga tidak bisa macam-macam dengan laki-laki yang ada di hadapanya yang bisa saja justru laki-laki itu tengah memanfaatkan momen ini untuk memerasnya.
"Kalau begitu jangan berobat kerumah sakit, biarkan saya yang membersihkan luka-luka ini dan ini luka ringan kok," balas Qila dengan meniup-niup luka di tanganya. Tubuhnya membalik hendak meninggalkan halaman rumah sakit.
"Berani kamu melangkah meninggalkan rumah sakit ini tagihan taxi naik jadi sepuluh juta," ucap Jec, tetapi Qila tahu kalau laki-laki itu hanya menggertak saja sehingga Qila dengan santai tetap berjalan ke halte, biarkan ia pulang kerumah Meta dan beristirahat. Hari ini ia akan izin kerja tubuhnya sudah mulai pegal karena terpental tadi.
"Heh gadis bo-doh, aku hanya bercanda ayo berobat, nanti teman kamu yang ben-cong itu bikin perkedel burung gue," ujar Jec menahan tangan Qila yang sudah berjalan cukup jauh darinya.
Qila menatap pada Jec dengan santai. "Meta tidak akan marah, biar saya pulang saja dan di obati sendiri, ini luka ringan kok," tolak Qila "Nanti juga sembuh dan tangan ini, (Qila menujuk tanganya yang lebih sakit apabila digerakan sehingga dari tadi ia sanggah) hanya terkilir. Saya nggak mau hutang, orang tuaku tidak mengajarkan hutang, kasihan Anda juga pasti mencari uang untuk kebutuhan hidup Anda, kalau saya menggunakan untuk biaya berobat saya, nanti malah saya merepotkan Anda," ucap Qila dengan serius, dia tahu gimana susahnya cari uang dari dia jadi asisten rumah tangga di rumah Tuan Kifayat hingga dia menjadi karyawan Cyra yang gajihnya lumayan dan ia bisa sedikit meringankan beban keluarga. Apalagi dia adalah anak pertama perannya sangat penting untuk perekonomian keluarganya.
"Jangan baper gitu lah, santai ajah, aku tidak akan keberatan dengan semua biaya itu, lagian aku bisa minta ganti rugi dengan bos aku tadi, dia orangnya baik." Jec kembali mendorong pundak Qila agar mau masuk ke dalam rumah sakit, dan Qila pun lagi lagi mengalah.
"Untung ajah gadis ini tidak terlalu baperan kalau baperan males banget berurusan dengan laki-laki ben-cong tadi dan Qari, singa kelaparan itu," batin Jec, kakinya terus melangkah ke IGD rumah sakit agar Qila mendapatkan pemeriksaan yang menyeluruh, sesuai yang dikatakan Meta dan Qari.
__ADS_1
#Haiii readers, othor udah baik belum up empat episode nih....