Cinta Berselimut Dendam

Cinta Berselimut Dendam
Cinta Berselimut Dendam #Episode 230


__ADS_3

"Gimana sudah puas belum?" tanya Deon setelah hampir tiga jam laki-laki itu mengajak Cucu bermain segala permainan di Mall, biarkan mungkin ada yang mengatakan norak dan lain sebagainya, tetapi Deon beranggapan bahagia yang paling bisa ia gapai adalah bahagia dengan semua yang ia dapatkan termasuk suasananya romantis yang sudah lama diinginkan. Romantis seperti ini yang memanjakan pasangannya sangat membuat Deon bahagia.


Dengan semangat Cucu pun menganggukkan kepalanya. "Aku sangat puas, terima kasih yang atas segala jenis waktunya, dan juga permainan ini, aku bahagia," ucap Cucu dengan tulus kali ini Deon dan Cucu pun langsung pulang ke rumah.


Bahkan Cucu sudah tidak sabar ingin melihat pakaian yang dibelikan oleh suaminya. Cucu yakin kalau pilihan Deon pasti bagus-bagus.


Cucu tersentak kaget ketika melihat kamarnya sudah penuh dengan barang-barang yang semuanya adalah keperluan cewek.


"Ngomong-ngomong, kamu sejak kapan membeli pakaian dan barang-barang ini?" tanya Cucu heran. Pasalnya untuk menyiapkan barang-barang itu dan juga lemari yang disusun dengan rapi dan baru juga pasti tidak dikerjakan dalam waktu satu atau bahkan dua jam, pasti ada waktu yang tidak sedikit untuk merapihkan barang-barang yang sudah dipastikan untuk semuanya Cucu suka. Itu yang Cucu lihat dari lemari-lemari yang menyimpan tas dan segala jenis sepatu.


"Tadi pas kita berangkat," jawab Deon dengan santai. Ya, memang orang kaya mah beda, semuanya tinggal sebut sudah bisa diselesaikan dengan sangat mudah, bahkan Cucu sampai bingung mau ngucapin terima kasih seperti apa lagi karena Deon hari ini benar-benar menjadi laki-laki yang sangat baik.


Semua yang Cucu inginkan juga diturutin. Bahkan bukan pakaian, sepatu, tas dan barang-barang cewek lainya. Alat make up semuanya juga lengkap dibelikan oleh Deon. Padahal laki-laki itu tahu kalau Cucu tidak begitu suka bersolek.


"Apa kamu tidak ingin melihat pakaian kamu dulu?" tanya Deon semua yang dibeli adalah menurut selera Deon.


"Tidak perlu aku yakin kamu pasti memilihkan sesuai dengan seleraku, buktinya tas, sepatu dan lain sebagainya sesuai dengan selera aku, jadi kalau baju juga pastinya sesuai dengan selera aku juga," balas Cucu dengan santai.


Deon pun sangat puas karena ternyata Cucu bisa menyukai apa yang dia sukai juga.


"Eh, tapi rasanya nggak asik banget kalau nggak dilihat." Cucu pun membuka lemari pakaian Cucu, yang mana wanita itu langsung menunjukkan keterkejutannya.


"Deon, ini pakaian apa? Kenapa pakaian yang kamu beli semuanya seperti ini?" tanya Cucu dengan menunjukkan keterkejutannya bahkan Cucu setengah marah dengan kelakuan sang suami.





Itu pakaian yang Deon belikan semuanya jenis haram.


"Aku belikan pakaian itu khusus untuk kamu tugas di rumah. Aku ingin kamu kalau di rumah pakai-pakaian itu (Lingere)." Deon pun tersenyum puas melihat Cucu terlihat sangat kesal dengan kelakuannya.

__ADS_1


Cucu yang masih penasaran pun mengecek kembali pakaian yang tergantung banyak itu semuanya adalah pakaian seksi-seksi. Bahkan rasanya tidak ada pakaian yang tidak menonjolkan aset-asetnya.


"Deon kamu benar-benar gila yah. Masa aku harus pakai, pakaian seperti ini kalau mau ke luar, kenapa tidak kamu minta aku telan-jang saja," dengus Cucu dengan kesal. Bahkan Cucu yang tadinya mau memuji Deon dengan ucapan yang manis dan terbaik, diuruskan karena Deon itu memang pemikirannya tidak jauh dari mesum. Yah, dalam pikiran laki-laki itu tidak jauh dari selang-kangan sehingga Deon ingin melihat yang seksi-seksi terus.


"Kamu kalau mau pergi-pergi pakai-pakaian Kak Dena dia pakaiannya bagus-bagus dan tidak ada yang pakai, dan untuk pakaian di rumah kamu wajib pake banget pakai baju yang ini. Aku sangat suka melihat wanita dengan berpakaian seksi itu sebabnya aku memilihkan kamu pakaian yang seksi-seksi karena aku ingin  mata ini hanya melihat tubuh kamu. Aku ingin mata ini hanya dimanjakan oleh tubuh kamu," ucap Deon, semua yang jadi kesukaannya di katakan dengan jelas pada Cucu.


Dan Cucu pun yang awalnya kesal dan tentunya marah dengan kelakuan Deon yang sangat menyebalkan. Namun, sekarang Cucu tahu dan itu tandanya Cucu harus membiasakan diri dengan pakaian yang seksi layaknya seorang wanita penggoda Cucu harus merubah kelakuannya di depan Deon seperti wanita penggoda itu yang Deon katakan sehingga Cucu perlahan harus mengikuti apa kemauan Deon agar laki-lakinya tidak berpaling mencari wanita lain.


Cukup masa lalunya yang buruk, di masa depan Deon harus jauh lebih baik lagi, dan hanya Cucu wanita yang mengisi hatinya.


"Ya udah sekarang pilihkan pakaian yang ingin aku pakai. Aku akan mengikuti apa mau kamu," ucap Cucu dengan santai. Dan tentunya Deon pun tindak sabar melihat Cucu dengan pakaian seksi yang sengaja dia belikan untuk Cucu


Deon mengulurkan lingerie yang sangat seksi berwarna merah yang sangat kontras dengan kulit Cucu yang putih itu. "Aku  tahu untuk pertama kamu memang tidak menyukainya, atau bahkan risih ketika memakai pakaian ini tetapi lambat laun kamu akan tahu kenapa aku meminta kamu memakai pakaian ini," ucap Deon, tidak sekali pun laki-laki itu sekarang berbicara kasar dan kesal terhadap Cucu. Nada bicara Deon sangat enak untuk di dengar.


Cucu pun mengambil pakaian yang Deon ulurkan. "Aku akan belajar apapun yang membuat kamu menyukai ini semua," ucap Cucu dengan senyum terkembang dengan manis.


"Kenapa saat cinta ini menggebu-gebu, justru kita akan berpisah? Apa ini ujian agar cinta kita bertambah besar?" tanya Deon dengan  menatap Cucu penuh kagum setelah wanita itu memakai pakaian dinasnya.


"Yah, anggap saja seperti itu. Aku bahkan yakin kamu pasti kuat untuk menjalani ini semua. Bukanya kamu pergi juga tidak untuk selamanya kan?" tanya Cucu memastikan pada Deon.


"Kalau gitu aku akan dengan sabar menunggu kamu," balas Cucu dengan bermanja-manjaan di atas tubuh kekar sang suami.


*******


Sedangkan di tempat lain. Layaknya seperti pasangan baru lain Jec pun merasakan rasa kangen terus ingin buru-buru pulang dan bermain dengan permainan barunya. Laki-laki itu bahkan hari ini merasakan tidak fokus dengan pekerjaannya dia benar-benar terus teringat dengan Qila.


Otaknya terus terjebak dengan permainan semalam, setiap lekuk tubuh Qila masih teringat dengan jelas dalam ingatan Jec. Bahkan letak tahi lalat juga Jec masih sangat hafal. Seperti pada laki-laki lain ketika baru pertama kali melakukan hubungan seolah ingin mengulang lagi dan lagi Jec ingin terus berada di sisi Qila dan menghukumnya setiap saat.


"Pantas saja Tuan Deon selalu mencari wanita untuk melakukan hubungan itu semua karena memang senikmat itu namanya bercinta," gumam Jec yang mana laki-laki itu masih terus melihat jam di pergelangan tangannya. Dan seolah jam pun berhenti berputar rasanya lama sekali berputarnya.


Setengah jam lagi, tetapi Jec merasakan seperti satu windu. Padahal laki-laki itu juga sejak tadi berkomunikasi terus dengan Qila, bahkan rasanya Jek akan bertukar kabar setiap satu jam sekali.


Dari yang menanyakan kabar Qila apakah sudah jauh lebih baik atau masih merasakan badan yang sakit semua, serta selalu mengingatkan makan seolah Qila adalah anak kecil yang akan lupa makan karena keasikan bermain. Tentu Qila tanpa di ingatkan oleh Jec kalau makan lapar juga pasti makan. Tetapi Qila yang tahu kalau Jec hanya ingin terus berkomunikasi dengan Qila pun wanita itu selalu membalas dengan sangat baik pesan-pesan Jec.

__ADS_1


[Sebentar lagi aku akan pulang. Apa kamu ingin membeli sesuatu? Tahu bulet atau cilok mungkin?] tanya Jec melalui pesan singkatnya.


Qila ditempat lain pun mencoba berpikir kira-kira dia ingin apa, tetapi Qila yang memang tidak terlalu suka dengan jajanan seperti itu lebih memilih untuk membalas dengan kata. [Aku nggak ingin apa-apa,] Itu adalah balasan dari Qila.


[Mas sih Qila, kamu tidak ingin apa-apa. Coba kamu ingat-ingat lagi mana mungkin kamu tidak ingin apa-apa coba kamu pikir lagi, kamu ingin apa?" tanya Jec kembali Qila pun di tempat berbeda terkekeh dengan pertanyaan Jec yang ia tahu kalau pertanyaan Jec itu hanya cara agar laki-laki itu bisa membelikan sesuatu untuk Qila.


Kembali Qila berpura-pura berpikir. [Kalau gitu aku ingin kamu belikan apapun itu yang sudah jelas enak,] balas Qila, yang jujur wanita itu paling tidak biasa untuk membeli sesuatu karena pasti ujungnya ia lebih suka makan dengan hasil masak buatan sendiri.


[Nah, gitu dong kalau kamu jawab gitu kan aku bisa mencari apa pun yang menurut aku enak,] balas Jec dengan sangat semangat. Setelah mengabarkan kepulangannya, Jec pun kembali bekerja seperti biasa. Laki-laki itu pun semakin terlihat sangat bahagia, buktinya dari tadi bibir terus melengkung dengan sempurna seolah ingin mengabarkan pada penduduk bumi kalau dirinya sedang bahagia.


Dalam batinya masih ada rasa tidak percaya karena ternyata Qila bisa memilih dirinya dibanding masa lalu wanita itu yang Jec yakin masih ada rasa untuk Sam, tetapi dengan pertimbangan yang matang Qila memilih meninggalkannya meskipun tidak mudah pasti. Itu sebabnya Jec ingin membuktikan  kalau dia adalah laki-laki yang bertanggung jawab dan bisa membahagiakan Qila. Sehingga wanita itu tidak akan menyesali pilihannya.


Waktu yang ditunggu pun tiba. Jec pun pulang dengan perasaan yang bersemangat sekali. Sesuai yang dikatakan di dalam teleponnya. Jec pun menghentikan kendaraan roda empatnya dan menjelajahi deretan penjual makanan. Setelah memilih milih makanan, Jec pun langsung ingin mencicipi Cumi bakar dan juga, aneka jajanan ringan. Ubi  goreng kopong, baso goreng, Cumi krispi, dan masih banyak lagi makanan yang Jec yakin Qila akan menyukainya.


Beberapa kantong makanan sudah ada di tangan laki-laki itu. Kini Jec kembali melajukan kendaraanya dan bersiap untuk pulang. Rasanya ketika pulang dengan membawakan makanan itu sangat bangga. Padahal makanan yang ia beli bukan yang mewah-mewah banget.


Sementara di rumah Jec, Qila yang sudah di beritahukan kalau Jec akan pulang pun langsung menyambut dengan sangat bahagia, Bahkan wanita itu terlihat sangat siap untuk menyambut suaminya. Yah, selama Jec bekerja Qila pun selain tidur kembali tentunya bertanya pada Fifah untuk langkah selanjutnya agar dia bisa melayani Jec dengan baik.


Qila langsung menghampiri Jec begitu wanita itu tahu kalau mobil Jec sudah masuk gerbang rumah mereka. Wajah Qila langsung berlari bahagia ketika Jec  membawa banyak kanton makanan.


"Astaga kenapa kamu bawa banyak sekali makanan?" tanya Qila sembari tertawa renyah. Jujur Jec merasakan sangat bahagia ketika melihat Qila sangat bahagia menyambut suaminya pulang. Apalagi ketika wanita itu terkekeh karena Jec yang membawa banyak makanan itu.


"Yah, ini sepesial untuk kamu biar makan banyak dan cepat gembuk," balas Jec sembari mengacak-acak rambut Qila seolah sangat senang kalau dia mengacak-acak rambut istrinya itu. Qila pun menerima makanan yang Jec beli dengan sangat antusias.


"Terima kasih yah, aku pasti akan makan banyak. Dan semoga rezeki suami aku makin melimpah," balas Qila dengan mengembangkan senyum terbaiknya.


"Amin..." Mereka pun masuk ke dalam rumah, menghilangkan jarak yang pernah terjadi, dan dengan keputusan yang sadar dua insan itu pun memutuskan akan memulai kehidupan yang lebih baik lagi.


Bersambung....


...****************...


#BTW kisah Cinta Berselimut Dendam hampir tamat masukannya dong enakan lanjutin kisah Mbak Gatot dulu atau Mbak Nisa nih?

__ADS_1


Tulis di komen yah....


__ADS_2