Cinta Berselimut Dendam

Cinta Berselimut Dendam
Cinta Berselimut Dendam #Episode 240


__ADS_3

"Aku nggak mau tahu Jec, yang penting kamu cari orang yang aku mau!] Nut... Nut... Nah kan sambungan teleponnya langsung di matikan oleh Tuan Dokter.


Jec pun langsung menghela nafas dalama dan menghembuskan perlahan.


"Kenapa Sayang, apa ada masalah dengan Tuan Doni?" tanya Qila yang lagi dan lagi melihat wajah Jec penuh tekanan.


"Entahlah, aku semakin pusing, masa minta carikan orang untuk kerja, Tuan Doni butuh orang untuk dijadikan asistennya dan juga dia minta untuk Cucu juga, sehingga minta dua orang. Mau cari di mana coba orang yang mau kerja, dan sesuai kriteria Tuan Doni sedangkan untuk satu orang saja rasanya akan sangat sulit nah ini minta dua. Belah saja aku biar dapat dua," dengus Jec sembari merebahkan tubuhnya di atas kasur.


Qila pun yang kasihan dengan sang suami langsung berpikir keras. "Tunggu, kayaknya ada tetangga kemarin yang katanya tanya sama Emak kalau dia sedang butuh kerjaan, tapi kayaknya kalau dua juga tidak ada Mas. Apa mau ditanyakan orangnya mau nggak?" tanya Qila dengan bersiap kalau dia akan menemui tetangganya itu.


Sontak saja Jec yang sedang berbaring langsung duduk lagi dan menatap Qila dengan tatapan yang bahagia.


"Serius? Ada tetangga yang mau ikut kerja? Tidak apa-apa satu dulu, dari pada tidak sama sekali. Yang penting Tuan Doni dulu, kalau soal Cucu nanti bisa dipertimbangkan lagi," ucap Jec dengan wajah yang tersenyum bahagia. Akhirnya dia tidak galau lagi, padahal tadinya Jec sudah kehilangan semangatnya untuk kembali ke Jakarta. Namun berkat Sang istri dia tidak jadi galau.


"Kalau gitu biar Qila tanya Emak yah, biar kalau memang jadi bisa langsung berangkat dengan kita." Qila pun langsung pergi begitu Jec sudah menganggukkan kepalanya dengan yakin, dan kini Qila beserta orang tuanya ke rumah tetangga yang mana anaknya mencari pekerjaan.


Yah, setelah menunggu lama akhirnya Jec dan Qila pun kembali ke Jakarta dengan membawa satu orang yang mau bekerja dengan Qila. Sebelumnya tentu Jec sudah menjelaskan pekerjaan apa yang akan wanita itu kerjakan, dan dengan pertimbangan yang sudah matang akhirnya wanita itu pun langsung menyanggupi tawaran Jec. Itu semua karena tidak ada pilihan lain.


Kita kembali ke Jakarta.

__ADS_1


"Cu, ayo kita pulang ini sudah pukul delapan," ucap Doni dengan suara yang lembut.


"Kamu duluan saja Don," balas Cucu, tetapi justru wanita itu terdengar dan terlihat sangat lemah.


Doni menatap Cucu yang seharian ini terlihat sangat berbeda, murung dan juga seperti tidak fokus baik dengan pekerjaan dan juga dengan obrolannya. Beberapa kali Doni mengajak ngobrol, tetapi justru Cucu menanggapinya tidak nyambung. Seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Cu, aku lihat kamu sedang tidak fokus? Apa kamu sedang ada masalah?" tanya Doni dengan pandangan mata terus menatap Cucu.


Wanita itu pun mengangkat wajahnya dan menggeleng dengan lemah. "Aku baik-baik saja Don, kamu bisa pulang duluan. Aku akan menyelesaikan pekerjaanku, biar besok Jec datang tidak ngoceh, karena pekerjaan numpuk," balas Cucu, padahal itu hanya akal-akalannya saja, dia seolah sangat malas untuk pulang itu karena rumahnya hanya mengingatkan pada Deon, sedangkan Deon sendiri justru belum juga ada kepastian pulang sampai kapan. Bahkan entah berapa kali Cucu memilih menginap di rumah kakek dan neneknya. Hal itu ia lakukan untuk mengurangi rasa rindunya dengan Deon. Namun, nyatanya memang ia seolah terlupakan dengan Deon, tetapi itu hanya sesaat. Ketika ia sendirian Cucu akan kembali sedih karena nyatanya menahan rindu itu sangat berat. Andai ia tahu kalau menahan rindu itu seberat ini mungkin Cucu kemarin-kemarin akan memilih untuk ikut dengan sang suami.


"Jangan bohong, kamu kenapa? Karena aku bisa lihat dari wajah kamu, kalau kamu itu sedang tidak baik-baik saja," balas Doni dengan pandangan mata tajam menatap Cucu.


Kembali Cucu mencoba menari bibirnya dengan garis lengkung yang menambah kecantikannya. "Don, aku baik-baik saja, kamu boleh pulang lebih dulu. Aku hanya butuh waktu sebentar lagi kok untuk menyelesaikan ini semu


Bahkan sekarang Cucu lebih sering pulang ke rumah sang nenek ia akan merasa tenang di rumah nenek dan kakeknya. Meskipun tidak bisa dipungkiri ia akan tetap merasakan rasa rindu yang teramat apabila ia sedang sendiri. Cucu tidak tahu kalau rasanya rindu itu sangat berat. Andai ia tahu bahwa menahan rindu itu sampai seberat ini, tidak nafsu makan serta juga untuk tidur Cucu tidak tenang, yah andai ia tahu kalau rindu itu sangat menyiksa mungkin Cucu dulu akan ikut kemanapun Deon pergi. Ia tidak akan membiarkan Deon pergi sendiri.


Namun, justru Cucu dulu sangat yakin kalau dia akan kuat dan baik-baik saja meskipun Deon pergi ke negara berbeda dan dalam waktu yang cukup lama, dan pada kenyataannya menahan rindu itu sangat berat.


Doni yang tahu kalau Cucu sedang tidak baik-baik saja bun beranjak dari duduknya dan menghampiri saudara iparnya. "Mana pekerjaan yang ingin kamu selesaikan, biar aku yang membatu menyelesaikannya," ucap Doni dengan berdiri di samping meja Cucu.

__ADS_1


"Tidak apa-apa Don, ini hanya pekerjaan ringan kok, aku akan mengerjakannya dengan segera dan tidak pakai lama," ucap Cucu tetap dengan pendiriannya kalau dia ingin mengerjakannya seorang diri. Sedangkan Doni yang sudah menjadi dokter hampir sepuluh tahun bahkan sebelum mengambil pendidikan lanjutan untuk mengambil gelar spesialis sebelumnya dia menyandang gelar doker umum, mekipun itu hanya KOAS, tetapi setidaknya dia sudah bisa menyumbang pengalaman untuk menjadi dokter.


"Cu, kalau kamu tidak mau membiarkan aku untuk menyelesaikan tugas-tugas kamu, aku akan laporkan keras kepala kamu pada Deon, biar suami kamu tidak tenang karena memikirkan istrinya yang keras kepala," ancam Doni yang tahu kalau Cucu sedang tidak baik-baik saja, bahkan dari wajah Cucu sudah memberitahukan kalau wanita itu sedang tidak sehat.


Yah, Cucu pun pada akhirnya beranjak dari  tempat duduknya dan pergi  untuk duduk di sofa dengan memainkan ponselnya. Mengecek pesan dari suami tercinta. Sementara Doni menyelesaikan tugas Cucu yang biasanya sudah selesai semua, tetapi karena sejak tadi dia tidak konsentrasi dalam bekerja sehingga semua kerjaannya ngaret.


Sementara Cucu di tanah air sedang galau dan juga sedang kurang bersemangat, berbeda dengan Deon di negara yang berbeda. Laki-laki berparas tampan itu sedang berbahagia, karena berkat kerja kerasnya kini pekerjaan sudah bisa dikatakan berhasil. Yah berkat kerja kerasnya Deon bisa menyelesaikan tugasnya setelah satu setengah bulan ia meninggalkan sang istri tercinta.


Deon harus benar-benar berhati-hati untuk mengecek semua masalah dalam perusahaanya, dia harus super hati-hati untuk mencari orang-orang yang curang. Deon tidak mau grasak-grusuk yang menyebabkan orang lain bisa saja tertuduh. Deon harus benar-benar menemukan parasit dalam perusahaanya, yang membuat perusahaanya rugi.


Tentunya setelah menyingkirkan parasit Deon, juga harus mencari penggantinya yang jauh lebih bisa dipercaya, untuk menjalankan perusahaanya, tanpa ada lagi perbedaan laporan yang ternyata ada oknum yang dengan sengaja mempermainkan angka, ada yang menuntut pendapatan dan atau juga membuat pengeluaran tinggi sehingga cukup membuat perusahaan sang papah mengalami goncangan yang hebat.


Namun, setelah kerja keras Deon dan Mario semuanya bisa diselesaikan dengan baik dan saat ini Deon sudah bisa menjalankan kembali perusahaan peninggalan sang Papah dari jarak jauh, tentu semua juga ada Rio orang kepercayaan Deon yang nantinya akan memegang perusahaanya di negara itu.


"Rio, kamu urus penerbanganku yah, malam ini juga aku akan kembali ke Indonesia," ucap Deon dengan hati yang tidak henti-hentinya terlihat bahagia.


Sama seperti Jec, Rio juga orang yang tidak bisa menolak perintah Deon, sehingga saat ini juga Rio dengan sabarnya mencari pesawat untuk Deon pulang ke indonesia.


Senyum kebahagiaan pun tampak dari wajah tampan Deon, karena pada akhirnya ia akan kembali bertemu dengan Cucu, istri tercintanya. Wanita yang bisa merubah tabiat buruk Deon. Yah, tentu Deon sudah sangat rindu dengan Cucu, terutama service dari sang teman tidurnya.

__ADS_1


#Deon jangan macam-macam yah, yang. lain pada puasa....


Bersambung....


__ADS_2