
pemakaman Rosie telah berlalu hampir seminggu yg lalu namun aq masih merasa enggan untuk kembali kuliah. seluruh otot dan tubuhku sepertinya tidak bekerja dengan benar, aq masih belum bisa merelakan kepergiannya dengan cara seperti ini. ada sesuatu yg ingin ku ketahui, alasan kenapa Rosie mengambil keputusan mengakhiri hidupnya.
"Meigie.. apakah semuanya sudah siap, Rangga akan membantumu bersiap seandainya kau perlu bantuan" Darmi
"tidak bu aq sudah siap, bu bolehkah aq bertanya sesuatu sebelum aq pergi..? apakah ibu tahu alasan Rosie mengakhiri hidupnya..?? apakah dia menceritakan sesuatu padamu..??" Meigie
"tidak..!! tidak ada nak, ibu juga tidak tahu.." Darmi dengan suara bergetar
"apakah hidupnya susah setelah dia bekerja dan keluar dari Rumah Kasih..?? sejauh ku tahu seseorang memutuskan untuk meng akhiri hidupnya pasti karena depresi.. apakah dia menceritakan sesuatu padamu..??" Meigie
"tidak.. sama sekali tidak ada.. cobalah untuk menerima kenyataan Meigie, biarkanlah dia tenang disana dan hiduplah dengan baik. kalian adalah anak2 ku, kau tahu betapa sakitnya hatiku apabila kalian terluka dan sakit" Darmi sambil terisak lirih
__ADS_1
"maafkan aq ibu, mungkin aq masih belum bisa melewati hal ini" Meigie memeluk Darmi dan terisak bersama
akhirnya kakiku mampu beranjak pergi meninggalkan Rumah Kasih walaupun hati dan pikiranku masih tertinggal disana. didalam taksi menuju bandara kepalaku terasa pening dengan semua pertanyaan yg kunjung ada jawabannya. selama penerbangan menuju Melbourne pun aq tidak bisa tidur walaupun kucoba menutup mata dan menghilangkan penat.
Aisha segera bergegas memelukku dan mencoba menengangkan ku setelah kami sampai di kamar asrama kami. tak kuasa kubendung air mataku saat bercerita tentang Rosie dan semuanya, dia tenggelam dalam perasaan sedih yg kubawa.
"apakah kau tahu apa alasan Rosie nekat melakukan hal itu..?" Aisha
"apakah sekeluarga Rumah Kasih dan bahkan ibumu tidak tahu...??" Aisha
"entahlah.. aq tak mampu bertanya karena beliau akan langsung sedih.. aq tidak mampu melihat beliau menangis" Meigie
__ADS_1
"apakah dia memiliki pacar..?? apakah kau sempat melihat laporan kematiannya dari Rumah Sakit yg menangani kajadian tersebut" Aisha
"aq tidak tahu..!! dia sempat menceritakan padaku sedang dekat dengan seorang pria namun aq pikir itu hanya sekedar kencan biasa.. dan aq memang tidak sempat membaca laporan kematian karena aq yakin ibu sudah menyimpannya... kenapa aq tidak berpikir sampai kesana" Meigie
"wajar saja karena kau sedang sedih.. well istirahatlah dahulu. kita akan membicarakan lagi mengenai hal ini. yg terpenting adalah kau harus fokus untuk lulus tahun ini sehingga tak ada beban apabila kau ingin menelusuri kematian saudaramu" Aisha
"kau benar..., Ais Thank you for all support. aq tidak tahu bagaimana diriku klo tak ada kamu" Meigie
"aaaahhhh lupakan, itu bukan apa2 jangan terlalu sungkan. beristirahatlah..!!" Aisha keluar dari kamar
setelah pintu tertutup aq baru mulai seperti menginjak bumi kembali, kata2 Aisha barusan seperti membuka sedikit celah melihat masalah ini dari sudut pandang lain. karena terlalu berlarut pada kesedihan aq lupa bahwa pasti ada alasan yg sangat kuat hingga Rosie melakukan hal tersebut dan itu benar2 terlewat dariku. seharusnya aq mulai mencari2 tahu saat aq disana. paling tidak aq akan mendapatkan beberapa petunjuk atau jawaban atas pertanyaanku. aq jug merasa sepertinya ibu juga tahu sesuatu namun tidak mau mengatakannya padaku.
__ADS_1
aq rasa aq tahu akan berbuat apa setelah ini.