Cinta Berselimut Dendam

Cinta Berselimut Dendam
Cinta Berselimut Dendam #Episode 201


__ADS_3

Sepanjang jalan Jec pun terus terpikirkan Cucu, laki-laki berparas asia itu sangat paham betul bagaimana kelakuan Deon yang kadang di luar kendali, apabila sudah berurusan dengan nafsu duniawi. Dia adalah laki-laki yang memiliki kelemahan apabila sudah ingin melakukan penyatuan suka di luar batas berpikir kurang normal.


Tidak menunggu lama Jec kini sudah berada


a di lobi hotel yang Cucu sebutkan. Dari dalam mobil Jec melihat seorang wanita berjalan tertatih dengan pakaian yang kedodoran. Yah, wanita itu adalah Cucu. Tanpa pikir panjang Jec langsung membuka pintu mobil dan dengan kaki terayun panjang Jec menghampiri Cucu yang berjalan terseok.


"Cu, apa kamu baik-baik saja?" tanya Jec melihat penampiran Cucu seharusnya Jec tahu bagimana kondisi wanita yang saat ini di gandenganya dengan pelan-pelan.


"Cepat bawa aku pergi dari sini Jec, aku takut Deon keburu bangun dan menyadari kalau aku sudah tidak ada, dan mengejarku," ucap Cucu mengabaikan pertanyaan Jec. Cucu tahu Jec bertanya hanya untuk memastikan kalau dirinya baik baik saja. Benar saja Jec tidak lagi bertanya apa-apa dia langsung meninggalkan hotel berbintang lima itu.


Kini yang ada dalam pikiran Jec, bagaimana menyebunyikan Cucu dari Deon.


"Apa kamu ada tempat yang menurut kamu aman?" tanya Jec di tengah keseriusannya menatap jalanan Ibukota yang sudah sepi itu. Wanita yang ada di samping Jec hanya menunduk, dan menggelengkan kepalanya dengan pelan. Otak Jec berpikir dengan keras, akan disembunyikan di mana Cucu karena Jec yakin tempat tinggalnya tidak aman untuk Cucu. Apalagi Jec sudah sangat paham setelah ini pasti Deon akan mengejarnya. Jec sudah siap berurusan dengan bosnya itu, demi menyelamatkan Cucu.


"Aku juga tidak mungkin membiarkan kamu bersembunyi di rumah atau pun apartemen aku, bukan karena aku pelit, tetapi tempat aku tidak aman untuk kamu, karena Bos Deon pasti tahu kalau aku lah yang menolong kamu. CCTV keamanan hotel sudah pasti menangkap mobil dan juga tubuhku saat membantu kamu kabur, jadi setelah ini Deon pasti akan mencariku, dan bukan tidak mungkin juga Deon akan menggeledah tempat tinggalkiu," jelas Jec dengan santai.


Berbeda dengan Cucu tentunya, wanita itu justru semakin cemas dengan nasib Jec. "Jec, maafkan aku kamu pasti nanti dalam posisinya yang tidak baik-baik saja ketika Deon tahu kalau kamu yang membantu aku," balas Cucu dengan menatap bersalah dengan laki-laki yang ada di sampingnya.

__ADS_1


Jec justru tertawa dengan renyah. Kamu santai saja Cu, aku dan bos Deon sebelumnya sudah sering terlibat ketegangan, terutama ketika papahnya meninggal dunia, dan juga kakaknya meninggal dunia, aku dan laki-laki itu hampir setiap hari beradu kekuatan, entah aku yang kadang bonyok, atau justru bos Deon yang bonyok. Kami sudah biasa dalam hal pertengkaran, tapi kembali lagi biasa saja. Jadi kalaupun nanti aku dan dia terlibat pertengkaran lagi itu hanya mengulang kejadian yang dulu, santai saja."


"Aku tidak tahu Jec mau meminta bantuan dengan siapa lagi selain kamu, kamu adalah laki-laki yang paling baik yang pernah aku kenal," isak Cucu kembali dia menangisi nasibnya yang buruk itu.


"Jujur Cu, aku juga sebenarnya merasa bersalah sama kamu. Karena secara tidak langsung yang menjerumuskan kamu pada Tuan Deon adalah aku. Kalau saja saat itu aku tidak memaksa kamu untuk menjadi asisten Bos Deon. Semua ini tidak akan terjadi. Jadi aku rasa aku wajib melindungi kamu dari Bos Deon," ucap Jec dengan merasa bersalah.


Cucu pun kembali tertunduk dengan lesu dirinya tadi sempat kecewa dan ingin marah dengan Jec, karena gara-gara Jec lah awal mula dirinya mendaptakan kemalangan ini. Namun tanpa Cucu sadari Jec sudah merasa bersalah sendiri.


"Lupakan Jec, mungkin memang nasib aku seperti ini," ucap Cucu dengan menunduk lesu. Meskipun dia dalam keadaan kesal, jengkel dan juga marah, tetapi Cucu tidak ingin juga menyudutkan Jec di mana laki-laki itu adalah laki-laki yang baik, secara tidak langsung Jec bertanggung jawab atas apa yang menimpa Cucu.


"Setelah aku pikir-pikir kamu kayaknya lebih baik untuk sementara waktu bersembunyi di rumah Tuan Doni, aku rasa Deon kalau untuk ke tempat sodara tirinya tidak akan mau, dan juga tidak akan berpikir kalau rumah Doni lah yang tengah menjadi tempat bersembunyi kamu." Hanya Doni yang saat ini ada di dalam pikiran Jec. "Doni juga kan dokter, jadi bisa  sekalian mengobati kamu, atau setidaknya memberikan obat anti nyeri pada kamu," imbuh Jec


"Doni, kayaknya kamu pernah ketemu saat Qinar meninggal bahkan dia beberpa kali terlibat ketegangan dengan Bos Deon. Dia sodara tiri Bos Deon yang aku yakini bisa menjadi tempat sementara untuk kamu bersembunyi," jalas Jec, kini dalam hatinya sudah sedikit tenang.


"Tapi Jec, apa nanti aku tidak akan merepotkan laki-laki itu?" tanya Cucu, ada rasa tidak enak ketika dia dititipkan pada orang yang sebelumnya tidak dia kenal.


"Kamu tenang saja Doni adalah sosok orang yang baik, jauh banget lah dengan bos Deon, dia itu kebalikan dari sifat bos Deon," jelas Jec bukan ingin melebihkan sifat Doni, tetapi memang seperti itu sifatnya ketika dia beberapa kali terlibat langsung pekerjaan dengan Doni, dia adalah sosok pemimpin dan juga bisa menghormati sesama makhluk hidup yang baik.

__ADS_1


"Kenapa laki-laki yang lain baik-baik Jec, sedangkan laki-laki yang menikahi aku adalah setan berbentuk manusia," ucap Cucu dengan air mata yang terus mengalir deras.


Jec langsung menatap Cucu dengan tatapan yang terkejut. "Sejak kapan dia menikahi kamu?" tanya Jec dengan terkejut.


"Kemarin Jec, tapi dia menikahi aku hanya untuk di jadikan bu-dak se-k, dia tidak benar-benar mengucapkan janji sucinya Jec. Laki-laki seperti Deon justru mempermainkan pernikahan. Aku nggak tau dosa dan salah aku apa sampai aku bisa dinikahi oleh laki-laki yang sangat kejam itu," aku kembali termenung, kembali memutar ingatanku ke belakang mungkin saja aku memiliki salah sehingga aku di hukum dengan hadirnya Deon di hudupku.


"Kamu tenang saja, Doni pasti bisa melindungi kamu. Dia laki-laki baik." Jec tidak bisa mengomentari masalah Cucu terutama pernikahanya. Jec akan bertanya langsung dengan Deon mengenai pernikahanya dengan Cucu.


"Tapi apakah Doni tidak keberatan Jec, apalagi aku belum kenal?" tanya Cucu tentu ragu apalagi dia dititipkan dengan laki-laki yang belum ia kenalnya.


"Tenang saja, di rumah Tuan Doni ada Momy Indira jadi kamu nanti tidak akan berhubungan dengan Tuan Doni langsung ada Momy-nya yang baik," jelas Jec, yah laki-laki itu tahu kalau Cucu pasti sedikit canggung apalagi dia belum begitu kenal Doni.


Cucu pun diam saja tidak membalas sesuatu lagi, kini hatinya sedikit tenang karena itu tandanya dia tidak berhubungan dengan laki-laki lagi. Cucu masih merasa seperti ada rasa takut kalau berdekatan dengan laki-laki apalagi yang masih baru. Cukup Deon yang membuatnya hina dan tidak berarti apa-apa. Jangan sampai dia dipertemukan lagi laki-laki yang kejam lainya.


"Semoga aku bisa lepas dari Deon Jec. Aku tidak meminta apa-apa hanya ingin bebas dari bos kamu."


Jec hanya membalas dengan senyuman getirnya. "Tapi kalau kamu sudah menikah dengan Bos Deon akan sulit Cu. Dia tidak akan melepaskan kamu begitu saja."

__ADS_1


Kembali Cucu tersentak kaget dengan ucap Jec.


__ADS_2