
Tidak harus menunggu waktu lama kini Jec sudah berada di depan rumah Doni dan juga melihat mobil sang dokter tampan sudah terparkir dengan rapih di depan rumah. Jec pun tanpa menunggu lama lagi langsung menghampiri rumah sang dokter dengan perasaan yang menggantungkan asa sangat besar kalau Doni akan mau mengikuti sarannya.
Cukup lama laki-laki berpenampilan santai itu berdiri di depan pintu untuk menunggu sang empunya rumah membukakan pintu. "Jec, kirain tadi tukang paket," kelakar Iriana, dengan ramah dan langsung meminta Jec untuk masuk.
"Tuan Doni sudah pulang Mom?" tanya Jec, ah ingat itu hanya pertanyaan yang basa basi saja selebihnya laki-laki itu tentu sudah tahu kalau Doni sudah pulang. Mobil kesayangan sang dokter sudah terparkir dengan gagah di depan rumah.
"Doni, ada di dalam kamarnya. Ada perlu sama Doni kirain toh, kangen sama Momy." Yah sang nyonyah besar memang selalu hangat dengan siapa pun terlebih sudah kenal seperti Jec sangat mudah untuk bergaulnya. Dan juga cukup humoris,. sehingga baik Jec maupun Cucu nyaman dengan sang nyonyah.
"Oh tentu Mom, kalau kangen sama Momy nomer satu dong, ketemu sama Doni itu sebenarnya hanya alasan saja," balas Jec yang langsung di sambut gelak tawa oleh wanita paruh baya yang masih terlihat cantik itu.
"Kalau gitu kamu tunggu sini, Momy akan panggilkan Doni. Dia lagi galau katanya cari bini belum ketemu. Mungkin kamu punya kenalan Jec bisa dikenalkan sama anak Momy biar dia lebih semangat." Kembali sang Nyonya malah mengobral putranya.
"Haha, Momy bisa saja, nawarin anaknya kaya nawarin kacang goreng, tapi nanti deh Jec coba carikan teman yang mungkin sesuai dengan Dokter Doni, lagian kayaknya bukan nggak ada yang mau sama Dokter Doni, mengingat beliau tampan dan juga cerdas, tapi kayaknya Dokter Doni ini mah yang terlalu tinggi standar cari bininya," kelakar Jec yang sudah pasti benar. Yang ngantri banyak, tapi sang dokter malah nyari yang tidak biasa.
"Ya itulah anak Momy, saya aja sampai bingung mau dijodohkan sudah bukan jaman Siti Nurbaya tapi nggak dijodohkan cari jodoh sendiri nggak dapat-dapat, masa umur mau kepala tiga masih betah menjomblo. Yang lain udah pada punya anak dia masih aja ngitung bulu kucing."
Sontak saja Jec tertawa dengan renyah. Sedangkan Iriana langsung meninggalkan Jec untuk membangunkan putranya. yang setiap pulang kerja selalu lebih nyaman di kamarnya.
"Don... ada Jec di luar katanya ada yang penting, bangun dan temui gih," ucap Iriana setelah mengetuk pintu sang putra.
__ADS_1
"Jec? Sendirian atau sama Cucu?" tanya Doni masih dari dalam kamar dengan tubuh masih tergulung selimut.
"Sendirian, kayaknya ada yang penting coba kamu temui sebentar. Jangan dibiasakan tidur terus di dalam kamar, nanti ada cewek cantik nggak lihat lagi," ledek Iriana, padahal sang Momy sudah mengenalkan cewek yang cantik-cantik, tetapi belum ada yang bisa menggetarkan hati sang dokter kecuali Mbak Gatot yang hingga detik ini masih mengganggu hati Tuan Dokter.
"Baiklah Mom, Doni akan ke luar." Tanpa menunggu lama laki-laki yang tidak sedang tidur hanya sedang rebahan manja di atas kasur pun langsung bangun dan bersiap menghampiri Jec.
"Hai Jec, tumben datang tidak membawa wanita yang harus kami tampung lagi," sindir Doni, padahal Jec datang membawa cewek hanya sekali dan itu pun masih iparnya, tetapi seolah Jec adalah penolong wanita-wanita yang malang.
"Astaga Tuan, bahkan saya datang ke sini membawa wanita hanya sekali, tetapi sepertinya Anda tidak ikhlas sekali," dengus Jec yang tahu kalau Doni juga sedang dalam mode bercanda.
"Oh aku bukan tidak Ikhlas Jec, kamu jangan salah paham aku justru ingin kalau kamu membawa wanita yang masih single. Yang mungkin bisa aku ajak kencan. Aku juga pengin seperti kamu yang diam-diam ternyata sudah menikah. Gimana enak rasanya kawin?" tanya Doni dengan gaya santainya.
"Buruan Jec kamu ke sini mau ngapain, kenapa malah kamu ngomong yang tidak-tidak." Nah loh Doni mulai lempar batu sembunyi tangan.
Jec pun hanya menatap dengan malas apa yang Doni katakan, sangat menyebalkan dia yang mengajak untuk bercerita malah dia juga yang seolah cuci tangan.
"Jadi begini Tuan, kedatangan saya ke sini sebenarnya mau minta bantuan pada Anda untuk mengolah perusahaan Anda...(Langsung dipotong oleh Doni, padahal Jec masih belum selesai ngomongnya)
"Aduh Jec, kapan sih kamu datang ke sini tidak meminta bantuan, apalagi kalau mengurus perusahaan, sudah berapa kali aku katakan pada kamu kalau aku tidak tertarik dengan pekerjaan itu. Aku lebih baik hidup pas-pasan dari pada harus ngurusin uang yang keluar masuk tidak ada hentinya, sudah di masukan ke dalam rekening di keluarkan lagi, seperti itu terus bahkan menghitung banyaknya nominal yang aku tidak tahu uangnya ada di mana. Aku tegaskan sama kamu entah ke berapa kalinya lagi kalau aku tidak tertarik!"
__ADS_1
Yah, Ini bukan pertama kalinya Jec mendapatkan penolakan dari Doni. Entah berapa kali laki-laki itu selalu saja memberikan jawaban yang sama setiap Jec mengatakan agar Doni terjun ke dalam bisnis peninggalan orang tuanya.
"Emang kenapa kamu sampai sebegitu kerasnya Jec meminta Doni untuk mengolah bisnis Irawan?" tanya Iriana yang mana wanita itu sebenarnya sejak tadi menyimak obrolan Jec dan Doni.
"Saya besok akan mudik Mom, untuk menemui keluarga istri saya. Untuk pekerjaan sementara saya mudik memang sudah diambil alih oleh Cucu, tetapi pekerjaan kita memang sedang sangat banyak, dan saya tidak tega kalau Cucu mengerjakan semua ini sendirian. Selama kami kerja berdua saja pulang di atas pukul tujuh terus apalagi kalau Cucu sendirian. Saya takut kalau nanti malah Cucu jatuh sakit. Dan Anda juga tahu bukan Tuan Deon sedang menyelesaikan pekerjaan di Jerman, dan itu juga sudah lebih dari satu bulan pekerjaannya belum juga selesai yang tandanya memang Tuan Deon di sana juga sedang banyak pekerjaan. Itu sebabnya saya datang ke sini untuk meminta Tuan Doni membantu Cucu, mungkin sementara saya pergi untuk mengunjungi keluarga istri saya, tetapi alangkah baiknya Anda mulai saat ini juga mulai perduli dengan perusahaan peninggalan orang tuan Anda, karena apabila urusan Tuan Deon sudah selesai saya ingin resign."
Jec menjelaskan dengan cukup jelas dan panjang, dan alasan yang dia buat juga bukan dibuat-buat, tetapi memang itulah alasan yang sesungguhnya.
"Kenapa kamu harus mudik, sedangkan kamu tahu kalau pekerjaan kamu sedang banyak-banyaknya Jec. Bagaimana kalau saya tambah uang lembur untuk kamu, tapi kamu tetap kerja membantu Cucu. Aku tidak minat Jec dan pula aku terlalu bodoh kalau soal laporan seperti itu. Setiap orang ada keahlian dan juga kelemahannya dan aku sangat lemah kalau soal laporan seperti itu."
Lagi Doni dengan terang-terangan menolak apa yang Jec usulkan.
"Mohon maaf Tuan, saya sudah berjanji dari beberapa hari terakhir dan baru kali ini saya berani meninggalkan pekerjaan untuk bersilahturahmi. Kami juga ingin agar hubungan kami dengan mertua terjalin dengan baik itu sebabnya saya berani mengambil waktu untuk libur. Lagian berkumpul dengan orang tua tidak bisa tergantikan dengan banyaknya harta di dunia," balas Jec dengan tegas menolak tawaran dari Doni.
"Benar Don apa yang dikatakan oleh Jec, mulai sekarang kamu juga harus mulai perduli dengan perusahaan peninggalan papah kamu. Kasihan kalau Deon dan Cucu bekerja sendirian. Lagian Cucu itu wanita ada masanya nanti dia hamil dan lain sebagainya, apa kamu tega membiarkan Deon mengurus perusahaan itu sendirian. Momy yakin Deon juga sebenarnya pasti malas dan bosan untuk terus bekerja mengurus perusahaan itu. Tetapi Deon itu tanggung jawab, dan tidak mau apa yang susah payah dibangun oleh papahnya hancur karena keserakahan orang-orang tidak bertanggung jawab. Kamu juga harus memiliki sifat seperti itu agar apa yang dibangun papah kalian tidak hancur. Kamu sekarang bantu ajarkan Doni laporan Jec, dia akan membantu Cucu besok. Dan kalau Doni tidak mau membantu Cucu, biar Momy yang melakukanya, Momy rasa masih kuat untuk bekerja kantoran," jawab Iriana yang ternyata mendukung apa yang Jec katakan bahkan wanita itu membuat Doni tidak bisa berkutik.
Benar saja Doni dengan wajah ditekuk akhirnya mau membantu Cucu untuk mengurus perusahaan milik. papahnya.
Bersambung....
__ADS_1