Cinta Berselimut Dendam

Cinta Berselimut Dendam
CBD #Episode 76


__ADS_3

Pukul dua sore ketika matahari sudah mulai condong ke barat, Qari dan rombongan mulai menuju ke pantai, ini adalah hari terakhir merek berlibur.


"Ingat yah Sayang kamu jangan terlalu cape, kasian nanti anak kita," lirih Alzam dengan sangat telaten memberikan peringatan pada Qari agar wanita itu nurut dengan apa yang Alzam katakan.


"Iya Sayang, aku dan anak aku janji nggak nakal lagi, kasihan kamu malam-malam harus memijat dirinya terus ini adalah liburan mereka sehingga seharusnya Qari dan Alzam saling menikmati liburan dengan nyaman jangan ada yang salah satu terlalu asik malah jatuhnya merepotkan yang satunya seperti Qari dan Alzam kemarin malam.


Qari membiarkan yang lain berjalan lebih dulu pasangan pengantin baru itu berjalan sangat pelan seolah ia sedang menghayati langkah demi langkahnya. Tantri sudah sangat antusias dengan segala permainan yang menantang.


"Mas, untung Qari itu sama seperti aku yah yang suka dengan wahana-wahana seperti itu, sehingga rasa pengin aku untuk menaiki hal itu sudah di wakilkan oleh Tanti," ujar Qari sembari menunjuk Tantri dan kakak iparnya serta abangnya yang sudah bersiap akan menaiki banana Boat.


"Kakak, Tantri naik dulu yah. Hai calon ponakan Tante kamu jangan sedih yah Tante Tantri yang akan gantikan Bunda buat naik permainan itu. Dan kamu nanti jangan encesan," bisik Tantri di depan perut Qari sembari mengusap usapnya.


Mungkin anak itu mengira kalau anak bayi ngiler karena keinginannya tidak dituruti. padahal itu hal yang normal buat anak bayi.


"Al, kamu nggak mau ikut naik wahana itu enak loh," ajak Naqi sementara Qanita dan kakek hanya duduk di kursi dengan menikmati angin pantai dengan kelapa muda yang segar.


Alzam yang takut akan ketinggian dan hal-hal yang menantang langsung menggelengkan kepalanya.


"Tidak... tidak... lebih baik duduk di sini saja," ucap Alzam dengan mengerak-geakan tanganya, dan Qari hanya terkekeh dengan sikap suaminya. Untung saja anaknya tidak jahil ingin papahnya yang menaiki wahana-wahana semua ini, cukup oleh Tantenya yang agak memiliki sifat yang sama dengan Qari. Calon anak Qari sudah senang dengan melihat dan merekam kejadian yang pasti sangat menyenangkan.

__ADS_1


Tanpa Qari tahu, anaknya saat ini sedang menjahili papah kandungnya.


"Sayang kamu kenapa sih tidak mau naik hal semacam itu padahal kan itu semua seru," ujar Qari, dia belum tahu kalau Alzam tidak suka ketinggian dan air laut.


"Tidak suka ajah itu semua hanya permainan anak kecil," ujar Alzam membela diri dan Qari hanya menyunggingkan bibirnya, ia tahu kalau suaminya tidak suka ketinggian, itu sebabnya dulu ia juga suka membuly Alzam. Tetapi sekarang tidak ada lagi justru Qari makin kesemsem oleh Alzam.


AyoTantri pegang yang kuat biar nggak jatuh." Qari memekik dari daratan dengan sangat antusias, bahkan rasanya ia seperti tengah berada di atas pelampung berbentuk pisang itu.


Byuuurrr... Aakkkkk... Kakak.... Jeritan dan tawa dari Tantri terdengar sangat jelas, dan dengan sigap bocah sebelas tahun itu kembali berusaha naik kepunggung pelampung itu dan kembali berpegangan dengan kuat, bahkan abangnya dan kakak iparnya sudah jatuh berkali-kali sehingga Qari tertawa makin terbahak-bahak dengan  permainan itu.


Alzam justru hanya heran menatapnya, apanya yang seru orang cuma melihat orang naik pelampung terus jatuh ke air, tetapi Qari melihatnya sudah sangat senang.


"Kakak itu permainannya seru sekali apa adik kecil di dalam sini suka melihat Tantri bermain seperti itu?" tanya Tantri sangat antusias dengan  permainan air itu. Mungkin ini adalah liburan paling membahagiakan yang pernah Tantri jalani, sebelumnya Tantri tidak pernah merasakan liburan yang mewah paling juga jalan-jalan ngabuburit liat lenong dan orkes di hajatan, tetapi liburan kali ini Tantri benar-benar apa yang ingin di turuti dan membuat Tantri bahagia sekali.


"Calon ponakan kamu sangat senang sekali sayang, itu sebabnya kakak juga senang," jawab Qari dan mereka pun beristirahat terlebih dahulu, dan sembari menunggu melanjutkan permainan selanjutnya. Qari dan Alzam serta yang lainya tidak ketinggalan Qanita hingga kakek bermain pasir pantai mereka berlomba membuat istana dari pasir dan sebagai jurinya adalah sang kakek.


Tantri berpasangan dengan Qanita. Cyra dengan Naqi dan Qari tentu dengan pangerannya Alzam. Mereka berlomba membuat istana pasir dan sang perekam adalah tuan Latif sekaligus buat jurinya.  Bahkan sampai asiknya membuat mahakarya dari pasir jam bermain mereka dihabiskan untuk berlomba, dan lomba kali ini tidak banyak memakan tenaga tetapi sangat mengasikan semua kalangan bisa merasakan keseruannya.


Tawa yang renyah dan saling jahil mewarnai perlombaan mereka bahkan sampai Tantri terbatuk-batuk karena kejahilan Naqi dan juga Qari yang tidak bisa mau mengalah dan Tantri yang baru tahu watak Qari dan Naqi pun sangat terhibur, apalagi Qari benar-benar berantem terus dengan Naqi udah kaya binatang  Anj*ng dan kucing yang sedang berantem.

__ADS_1


"Abang....  turunin Abang..." pekik Qari yang tidak mau diam dan selalu jahil akhirnya sang abang berinisiatif membopong adiknya ketengah lautan dan meletakkannya hingga basah kuyup hampir tergulung ombak, sedangkan Naqi langsung lari ke daratan.


Qari pun kembali melancarkan pembalasannya dengan merobohkan istana pasirnya dan Naqi pun membalas dan akhirnya istana pasir mereka hancur, dan yang jadi pemenangnya adalah Tantri dan Qanita.


Yang bikin mereka makin bersorak gembira hadiahnya yang bikin fantastis. Qari mengira kalau permainan membikin istana hanya hiburan semata ternyata masing masing peserta mendapatkan sepuluh juta rupiah. Tantri mendapat sepuluh juta Qanita juga mendapatkan sepuluh juta rupiah juga.


"Loh Kek, kok Kakek nggak bilang kalau akan dapat hadiah," protes Qari dan tentu di susul oleh Naqi yang juga kaget ketika mendapatkan hadiah. Sebenarnya hadiah segitu buat Naqi dan Qari kecil, mengingat pembagian keutungan dari perusahaan dua adik kaka itu juga tiap bulan mendapatkannya, di luar dari gajih mereka.


"Memang Kakek sengaja biar kalian nggak menang, kalau kalian tahu ada hadiahnya pasti otak culas kalian akan bekerja sangat handal," ujar Latif dengan nyengir santai sedangkan Tantri dan Qanita masih berjingkrak bersorak menikmati kemenangannya berselfi dengan uang hadiah dari kakek di depan istana pasirnya.


"Sayang sepertinya kita harus baik-baik Mamih dan Tantri biar dapat pajak kemenangan," bisik Qari pada Alzam. Akhirnya wanita hamil itu tidak berpotensi lagi setelah cape protes tetapi tidak juga mempan sang kakek tidak juga mengeluarkan hadiah untuk juara kedua dan ke tiga.


"Ini itu gara-gara Abang sih yang jahil banget orangnya," sungut Qari tidak terima dengan apa yang abangnya lakukan pada dirinya. Padahal Naqi juga membalas kelakuan adiknya yang ngeselin.


"Dih, kamu mah kebiasaan nyalahin Abang terus udah jelas kamu yang duluan gangguin Abang." Naqi tidak mau membalasnya.


Alzam kita pulang aja ayok semua Cyra, Tantri Qanita. Biarkan Naqi dan Qari saling bertengkar terus," lerai Latif, memang kebiasaan dua cucunya itu kalau sudah bertemu bawaannya berantem terus padahal mereka adalah bukan orang yang kecil lagi. Mereka berdua sudah gede bahkan Qari akan punya anak dan Naqi juga mungkin sebentar lagi akan menyusul Qari memiliki momongan tetapi kalau soal ejek-ejekan nomor satu.


#Berhubung othor gak bisa liburan jadi diwakilkan oleh mereka. Kalian kalau sama dengan othor gak libur ikut membayangkan liburan bareng Qari dan Alzam yah...

__ADS_1


Bnus minggu othor up 3 bab... Met liburan semuanya. (Emot love sekebon)


__ADS_2