
"Maksudnya Cucu, Ha... hamil..." ucap Deon dengan terbata, bahkan wajahnya sangat tegang seolah laki-laki itu tidak percaya kalau sang istri hamil.
"Kenapa apa kamu nggak yakin kalau aku bisa hamil," balas Cucu dengan mencebikan bibirnya.
"Bu... Bukan itu Sayang, aku terlalu suka..." Deon pun beberapa kali kembali menciumi sang istri dan juga mencium tangan Iriana, entah sadar atau tidak laki-laki itu melakukanya. Iriana pun hanya tersenyum bahagia. Akhirnya Deon yang keras kepala dan juga Deon yang sangat kaku dan arogan pada akhirnya bisa berubah menjadi Deon yang hangat dan perhatian.
"Yah, laki-laki memang akan berubah apabila mendapatkan wanita yang mengerti apa kemauannya. Semoga kalian berbahagia selalu," batin Iriana sangat senang melihat perubahan Deon. Dan kini Iriana pun berharap kalau sang anak akan menyusul Cucu dan Deon.
Wajah bahagia sangat terlihat dari wajah Deon di mana ini benar-benar dia mendapat kejutan yang sangat luar biasa. Pulang-pulang laki-laki itu langsung disambut dengan berita bahagia. Cucu pun sekarang bisa tertawa dengan lepas karena obat kangennya sudah ada di hadapannya.
"Kalau gitu kalian duduk dulu. Saya akan jelaskan beberapa resiko kehamilan Cucu yang sebenarnya ini sudah menginjak usia dua bulan." Dokter Mila pun langsung menunjuk tempat biasa dia bekerja, dan Deon pun berdiri di belakang sang istri dengan tidak ada henti-hentinya ia yang tengah berbahagia terus mengusap rambut Cucu.
"Jadi begini Cu, beberapa hari ke belakang kamu bilang sempat datang bulan itu nyatanya bukan datang bulan yah. Itu biasa di sebut pendarahan implantasi, bisa terjadi karena kecapean, dan juga stres. Setelah kita lihat tadi dari USG, semuanya masih dalam kondisi normal, dalam hal lain calon buah hati kalian tubuh dengan sehat, dan berati darah yang kemarin keluar itu adalah proses pelekatan sel telur yang sudah di buah pada dinding rahim. Ada kemungkinan kamu akan memiliki dua buah hati, tetapi yang satu kondisi pembuatannya tidak sempurna, di tambah kamu cape dan juga stres sehingga tidak sampai tahap pembuahan akhir alias gagal pembuahan dan keluar seperti darah haid, tetapi itu bukan haid, dan tidak berpengaruh pada janin lain yang sudah berhasil dibuahi. Jadi selama kamu jaga dengan baik semuanya akan baik-baik saja, dan calon buah hati kalian sehat kok," jelas dokter Mila dengan istilah yang sangat mudah untuk di pahami sehingga Deon dan Cucu pun dengan mudah mengerti apa yang dijelaskan oleh dokter Mila.
"Dok tolong jelaskan juga aturan berhubungan suami istri, dalam kondisi hamil di trisemester pertama, saya takut nanti mereka lupa kalau di dalam perut ada calon keturunan mereka. Apalagi suaminya baru pulang dari luar negri selama satu bulan lebih takutnya kebablasan," ucap Iriana yang mana wanita itu tahu betul bagaimana watak Deon itu, bahkan saat pertama kali Cucu datang kerumahnya dalam keadaan kacau karena paksaan dari anak tirinya. Kalau Cucu sih masih bisa di nasihati,.tapi kalau Deon portal aja di hajar nanti.
Deon pun menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal, bahkan dia baru merasakan malu, biasanya dia akan selalu malu-maluin.
"Ok, saya jelaskan yah untuk calon orang tua, yang sedang hamil di tahap awal seperti Cucu sebenarnya boleh kalau mau berhubungan suami istri juga, tapi. Ada tapinya nih, dilakukan dengan berhati-hati jadi jangan samakan saat lagi masih belum ada penunggunya, semuanya pelan-pelan, nikmati, dan di jeda kalau sekarang melakukan besok libur, dan besoknya lagi boleh. Kecuali kalau sudah trisemester kedua dan akhir, kalau memang kondisi kandungan udah kuat boleh dirutinin, tapi tetap hati-hati karena kalau berhubungan buah hati bisa merasakan detak jantung bundanya dan bisa mengakibatkan kontraksi itu sebabnya harus pelan-pelan," jelas dokter Mila yang mana baik Deon maupun Cucu sama-sama menunjukan wajah merah merona.
Seolah dua calon bapak dan ibu itu sedang merencanakan pemainan yang hebat untuk meluruhkan rindu yang selama ini mereka pendam. Namun sudah ketahuan oleh Iriana.
"Dan ini resep obatnya dan vitamin, tambah darah dan anti mual, semoga tidak mabok yah," ucap dokter Mila, yang mana Deon langsung mengambil resepnya dan dia akan langsung menuju ke apotik untuk menebus obatnya. Setelah mengucapkan terima kasih pada dokter dan juga setelah mendengan nasihat dari dokter Deon dan Cucu pun akan kembali kembali ke ruangannya. Namun, di tahan oleh Iriana.
__ADS_1
"Cucu, karena sudah ada Deon, maka Momy pulang nggak apa-apa yah, di rumah banyak kerjaan soalnya," ucap Iriana yang ingin memberikan waktu untuk pasangan suami istri yang sedang bahagia dan kangen-kangenan nanti malah ganggu lagi kalau ada Iriana.
"Terima kasih Mom, mungkin kalau tidak ada Momy, Cucu akan sendirian di sini," balas Cucu dengan wajah yang berkaca-kaca dan ada rasa haru karena ternyata Iriana sangat lembut.
"Sama-sama yang Momy lakukan itu juga karena Momy sayang kalian. Deon, Momy pulang yah, kamu jaga Cucu dengan baik, ingat kalau ibu hamil suka sensitif jadi kamu harus extra sabar," pesan Iriana dengan mengusap pundak sang anak tiri. Iriana ingin tidak ada lagi kebencian di diri Iriana itu sebabnya mulai saat ini dia membuka pintu maaf buat masa lalu suaminya. Lagi pula Deon tidak salah yang salah ibunya dan juga suaminya sehingga tidak ada alasan untuk membenci Deon.
"Terima kasi Nyo..." ucapan Deon di potong oleh Iriana.
"Panggil Momy, sama kaya Doni, dan Cucu, Jec dan istrinya semua adalah anak Momy," balas Iriana dengan senyum teduhnya.
"Baiklah Mom, terima kasih atas bantuannya yang mau menggantikan Deon untuk menjaga Cucu." Iriana hanya membalas dengan anggukan dan senyum terbaiknya setelah itu wanita paruh baya itu langsung ke luar dan akan ke ruangan sang putra.
#InsyaAllah satu atau dua bab lagi OTW tamat, dan kisah Cucu serta Deon InsyaAllah akan dilanjutkan di kisah Mbak Gatot. Abis lebaran kita lanjut lagi yah🙏🏻
Namun, betapa kagetnya Deon begitu keluar ada orang yang sangat dia kenal.
"Qari, Alzam... ngapain kalian di sini?" tanya Deon begitu berhadapan dengan Qari dan juga Alzam, yang entah sudah berapa bulan mereka tidak bertemu dengan Alzam dan juga Qari.
"Deon, kamu sedang apa?" tanya Alzam balik biasa dengan ramah, sedangkan Qari masih menunjukan wajah kesalnya, ia sudah menutup masa lalu dengan Deon, tetapi rasanya hatinya masih marah.
"Sa... saya habis periksa kehamilan istri. Kamu?" tanya Deon dengan suara yang sangat lembut. Yah Deon juga sudah memutuskan menutup masa lalu dengan Qari dan tidak ada gunanya membuat dendam lagi.
"Kamu udah nikah? Kapan? Wah selamat yah, sudah hamil berapa bulan istri kamu?" tanya Alzam yang memang laki-laki itu selalu membuat suasana hangat, sedangkan Qari masih dalam wajah yang malas berpapasan dengan Deon. Penyebab anaknya meninggal.
__ADS_1
"Baru dua bulan dan hamil juga sudah jalan dua bulan.Terima kasih, kalian mau periksa kehamilan juga?" tanya Deon sembari menatap Qari, yang entah mengapa dadanya masih ada getaran aneh ketika menatap Qari.
"Iya Alhamdulillah sudah berjalan empat bulan, kalau gitu selamat yah, dan semoga lancar sampai hari kelahiran," balas Alzam, dan di balas senyuman manis juga oleh Cucu dan juga Deon.
"Terima kasih doanya Al, dan untuk kalian juga semoga lancar kehamilannya, dan Qari, aku ingin meminta maaf atas semua yang pernah aku lakukan sama kalian terutama sama kamu, aku ingin kita tidak ada masalah lagi, dan bukanya Papah kamu juga aku dengar sudah mendapatkan karmanya, beliau sakit parah dan sampai sekarang tidak bisa melakukan apa-apa. Aku rasa itu sudah cukup. Tidak seharusnya aku memendam dendam sama kamu lagi, dan aku harap kamu bisa memaafkan aku." Deon sudah benar-benar ingin meminta maaf pada Qari dan Alzam, dan memang ini sudah ia rencanakan sejak lama, dan tentu setelah meminta maaf dengan Qari dan juga Alzam, Deon berharap kalau dia sudah bisa tenang.
Deg!! Qari dan Cucu pun kaget dengan ucapan Deon, bahkan Cucu sampai berkaca-kaca saking bahagianya kalau suaminya saat ini sangat manis. Begitupun Qari tidak menyangka kalau Deon akan meminta maaf pada dirinya, atas apa yang terjadi dengan dirinya.
"Kami sudah memaafkan kamu Deon, apalagi kami lihat kamu juga saat ini sangat banyak kemajuan dan kami berharap hubungan kita kedepannya akan jauh lebih baik lagi. Yang sudah-sudah biarkan dijadikan pelajaran, dan semoga kedepannya kita tidak lagi melakukan hal yang bodoh, dan teledor," ucap Alzam yang dari awal memang lebih bisa memaafkan Deon. Dan Qari pun meskipun hanya diam saja tetapi dia sudah berusaha memaafkan Deon.
"Aku juga sudah memaafkan kamu, tidak ada gunanya kita bermusuhan terus kasihan Qinar juga kalau tahu Ibu dan Papahnya saling bermusuhan," ucap Qari meskipun tidak menatap Deon tetapi wanita itu sudah berusaha memaafkan kejadian yang sudah-sudah.
"Terima kasih, semoga kita hubungannya jauh lebih baik lagi." Deon pun mengulurkan tangan lebih dulu, dan Qari, Alzam sampai Cucu pun saling bersalaman.
"Kalau gitu kami masuk dulu Deon, sudah ada janji dengan dokter Mila, semoga kalian bahagia selalu dan istri dan anak kamu juga sehat-sehat," ucap Alzam dengan senyum teduhnya.
"Amin, doa yang baik berbalas baik untuk kalian, doa yang sama juga buat rumah tangga kalian, dan buat Qari dan calon buah hati kalian juga semoga sehat selalu."
Alzam dan Qari pun masuk ke ruangan dokter Mila. Sementara Deon melanjutkan kembali ke ruangan Cucu, mengingat Cucu harus istirahat.
Bersambung....
...****************...
__ADS_1