Cinta Berselimut Dendam

Cinta Berselimut Dendam
Cinta Berselimut Dendam #Episode 227


__ADS_3

Jec setelah mengerjai Sam, pun langsung mengembalikan ponsel sang istri ke atas nakas. Setelah itu laki-laki yang tengah berbunga-bunga langsung melanjutkan niatnya untuk mandi pagi. Seperti biasa setelah mandi dan berpakaian kerja, laki-laki itu pun langsung sarapan.


"Bi, tolong siapkan sarapan di piring dan sekalian air minumnya yah," ucap Jec pada asisten rumah tangganya.


"Baik Tuan, ngomong-ngomong Neng Qila apa sudah berangkat kerja. Tadi Bibi datang sudah sepi di kamarnya, biasanya kalau pagi akan sibuk bantu-bantu Bibi untuk menyiapkan sarapan, kalau tidak beres-beres," balas wanita yang memang bekerja tidak menginap di rumah Jec, tetapi memang pulang pergi.


"Qila sedang tidak enak badan, dan saat ini tidur di kamar saya. Maka dari itu Bibi siapkan sarapan untuk Qila, nanti saya yang antar ke kamarnya," balas Jec dengan nada bicara yang sesopan mungkin.


"Oh baiklah Tuan, dan semoga saja Neng Qila nggak lama sakitnya," ucap sang asisten rumah tangga yang tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi kenapa Qila bisa sampai sakit.


Sesuai yang direncanakan Jec, setelah sarapan laki-laki itu pun mengambil nampan yang sudah siap dengan menu sarapan Qila. Dengan tangan lembut Jec mengusap rambut Qila, agar bangun dulu untuk sarapan, dan setelah itu bebas untuk tidur lagi juga tidak ada masalah.


"Qila, bangun... ayo bangun sarapan dulu, kamu harus sarapan dulu agar tidak sakit yang artinya kamu harus tetap sehat." Jec mengusap pundak Qila yang sudah ada tanda-tanda akan bangun.


"Hemzz... aku sangat sakit semua badanya Jec," ucap Qila, padahal matanya belun membuka.


"Iya aku tahu kalau tubuh kamu sedang sakit semua. Makanya kamu sarapan dulu, setelah itu minum obat serta istirahat dulu. Aku harus berangkat kerja. Hari ini kamu libur kerja aku sudah izin dengan Meta," ucap Jec dengan santai.


Rasanya ia sangat berat kalau harus meninggalkan Qila seorang diri di rumah. Namun, Jec juga tahu tugasnya sangat banyak. Dia tidak bisa mengandalkan istirahat di dalam rumah terus sedangkan ini adalah cita-cita dirinya sehingga mau tidak mau maka dia harus bekerja terus. Apalagi saat ini Jec adalah pemimpin. Seorang yang menjadi pemimpin yang baik adalah dia yang mencontohkan baik-baik dengan datang tepat waktu dan juga menunjukan kedisiplinan untuk kerja.

__ADS_1


Qila sendiri langsung melebarkan kedua bola matanya kaget dengan ucapan sang suami. "Apa kata kamu, aku tidak kerja? Kamu sudah izin sama Meta? Terus Meta bilang apa? Pasti dia marah-marah yah?" tanya Qila dengan wajah yang menujukan rasa takut.


Jec pun samai gemas dengan sang istri. "Tidak, Meta tidak bilang apa-apa, emang dia galak apa? Tadi dia juga tidak banyak tanya ini itu, lagian dia tahu kali namanya juga pengantin baru jadi kerjanya nunu nana," balas Jec. Sembari memaksa Qila untuk bangun. Namun, wanita yang masih polos itu pun terlihat masih sangat enggan untuk bangun.


"Ayok kamu bangun, jangan malas ah, ini kan untuk makan doang, setelah itu terserah mau tidur lagi sampai aku pulang juga tidak masalah," ucap Jec dengan sangat lembut. Sampai-sampai Qila tidak bisa menolaknya. Ia pun perlahan bangun dengan melilitkan selimutnya Jec pun mengulur kan air mineral agar Qila segar kalau habis minum.


"Terima kasih, kamu berangkat kerja saja takut nanti telat. Aku akan istirahat di rumah karena badan aku pegel semua," adu Qila, yang Jec sudah pasti tahu, itu yang dia dengar dari penuturan Cucu ketika untuk pertama kali berhubungan badan dengan sang suami.


"Ok, aku akan berangkat kerja, dan masalah telepon dengan keluarga kamu sepertinya diundur jadi nanti sore saja, karena aku sudah hampir telat," balas Jec dengan melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya.


Qila pun hanya tersenyum dengan santai. "Itu urusan gampang lagian aku juga kalau kamu pergi ingin tidur lagi," ungkap Qila dengan polos.


"Histt... apa tidak ada ucapan lain selain membicarakan hubungan badan," dengus Qila, tapi tidak di pungkiri rasanya dia sendiri ketagihan, apalagi ketika melihat Jec sangat lembut seperti ini dan juga Jec yang sangat baik membuat Qila semakin jatuh hati sama Jec.


"Ya... Ya... aku sekarang berangkat yah," ucap Jec dengan membungkukkan tubuhnya dan memberikan ciuman mesra. Padahal Qila saja belum mandi dia tidak percaya diri karena pasti mulutnya bau jigong, tapi rasanya Jec biasa saja.


Jec jangan nyosor-nyosor ajah nih yang baca pada puasa tau...


__ADS_1


Qila hanya membalas dengan senyuman. "Kamu hati-hati yah berangkat kerjanya," ucap Qila kali ini wanita ini tidak lagi marah terus dengan Jec. Dan Jec pun membalas dengan senyuman, dan kemudian berdiri lalu mengacak-acak rambutnya sebelum laki-laki itu benar-benar pergi bekerja.


Sedangkan Qila setelah pintu kamarnya Jec tertutup wanita itu tersenyum dengan lebar. Hatinya bahagia karena ternyata Jec orang yang baik banget.


"Oh ya Tuhan ternyata Jec adalah orang yang baik sekali," ucap Qila, dengan pandangan melirik ke atas nakas di mana di sana ada sarapan untuk dirinya. "Padahal tidak harus repot-repot mengambilkan sarapan untuk aku, aku masih bisa berjalan. Tapi terima kasih Jec kamu memang orang yang baik," batin Qila tidak ada henti-hentinya mengucapkan terima kasih, dan bahagia karena Jec yang ternyata sangat lembut dan tidak yang memaksa seperti Sam.


Qila jadi teringat, dengan Sam. "Untung aku dipertemukan dengan Jec yang tidak pernah menuntut apa-apa bukan dengan Sam yang sangat keras dan apa-apa yang dia inginkan harus didapatkan. Pandangan mata Qila pun tertuju pada ponselnya, dan dengan tubuh yang masih pegal Qila pun mengambil ponselnya dan mencari nama Sam.


Dengan segala pertimbangan yang sudah matang, wanita itu akan memilih Jec. Qila pun kembali terkejut ketika membaca pesan Jec yang di tuliskan pada Sam. Meskipun ada perasaan kesal karena Jec mengirimkan gambar dirinya yang sedang tertidur yang bisa dikatakan sedikit membuat pikiran buruk dengan tubuhnya yang sedikit terbuka punggungnya, tetapi Qila mencoba untuk mengerti dan mungkin ini cara Jec untuk melindungi Qila dari Sam, terbukti Sam tidak menyesali lagi.


[Kenapa? Anda tanya kenapa Tuan Dokter yang terhormat. Itu semua karena aku dan Aqila adalah pasangan suami istri. Terus Anda bertanya kenapa itu maksudnya apa? Apakah Anda tidak tahu berkat ucapan Anda semalam, Qila datang ke saya dan menyerahkan mahkota kegadisannya dengan suka rela apada saya. Jadi bukan saya yang mengemis cinta Qila bukan. Tapi wanita itu yang datang ke saya dan menawarkan surga. Manis sekali kan istri saya.Yah, lakukanlah Tuan dokter yang terhormat. Maklum Anda adalah dokter yang tidak ada pekerjaan sehingga lebih memilih bekerja untuk mengurusi kehidupan orang. Kalau Anda adalah dokter yang sibuk dan banyak di percaya oleh pasien, pasti Anda tidak punya waktu untuk mengurusi hidup orang lain. Andai saya jadi kepala rumah sakit Anda bekerja saat ini. Sudah jelas saya akan memecat Anda dan mengganti dengan dokter yang bisa meningkatkan kepercayaan pasien dan mendatangkan pasien berobat ke rumah sakitnya. Bukan dokter yang hanya makan gaji buta. Kalau kamu tetap penasaran Qila sedang apa? Dia baru saja tertidur di akhir permainan ke tiga kami dia sudah tidak kuat ingin segera beristirahat. Terima kasih sudah menjaga Qila, bahkan dia masih perawan. Rasanya aku tidak akan membiarkan siapa pun mengambil wanitaku. Apalagi permainan dia sangat handal dan bisa dia andalkan.]


Setelah membaca pesan Sam dan Jec, Qila semakin yakin pada pilihannya, kini dengan yakin Qila pun langsung menekan kata Blockir, yah Qila memblokir nomer ponsel Sam, dengan kesadaranya sendiri karena ia kini sudah yakin akan memilih Jec dan hidup bahagia dengan suaminya. Apalagi Jec juga orang yang baik pada keluarganya tidak pernah memandang buruk pada keluarga Qila yang miskin.


Jec juga memberikan nafkah lahir dan juga nafkah batin dengan sangat baik, jadi tidak ada alasan Qila untuk tidak memilih Jec, Bukan hanya nafkah untuk dirinya saja, nafkah untuk keluarganya juga Jec menanggungnya sehingga tidak ada alasan untuk mengabaikan suaminya. Apalagi sampai masih terbayang-bayang dengan kisah masa lalu dengan Sam.


Bersambung


*******

__ADS_1


__ADS_2