
Pengumuman....ada adegan Nunu-nana jangan dibaca disiang hari
...****************...
.🙏🏻🙏🏻
Jec akui wanita yang sudah menyandang sebagai istrinya memang sangat rajin. Bahkan Jec tidak henti mengagumi kerjaanya kini kamarnya jadi lebih nyaman sejak dirapihkan oleh sang istri. Parfurm dan alat-alat perawatan tubuhnya, dan barang lain yang berada di atas meja rias tersusun dengan rapih bahkan tidak ada lagi pakaian yang berserakan.
"Lumayan juga punya istri, kamar jadi nyaman," gumam Jec dalam batinya, dan sekarang dia tinggal membuktikan ucapan Qila apakah ucapan Qila itu benar adanya atau justru hanya isapan jempol semata kalau malam ini akan melakukan apapun untuk menyenangkan dirinya.
Detik terus berganti hingga tanpa terasa hampir satu Jam Qila msih merapihkan kamarnya. Dari yang menyapu, ngepel dan tanpa terasa kini wanita itu mengerjakan kerjaan yang lain yaitu merapihkan barang yang masih berserakan. Jec pun melihat jam di dinding kamarnya sudah menunjukan pukul sepuluh malam.
"Qila, apa ini adalah salah satu cara kamu untuk menggagalkan tugas kamu malam ini?" tanya Jec dengan lembut, berbeda dengan Deon apabila berbicara dengan Cucu makan dia akan bersuara ketus dan seolah marah. Bahkan apabila yang belum kenal pasti akan mengira kalau Deon memang sedang marah, tetapi kalau sudah biasa kenal maka akan seperti Cucu menanggapinya dengan santai. Bahkan Cucu sendiri terbawa cara berbicaranya mengikuti gaya sang suami.
Deg!! Qila yang memang dengan sengaja mengerjakan sesuatu diperlama karena sejujurnya dia belum siap untuk melayani sang suami pun menghentikan tanganya. Dan untuk beberapa saat diam sejenak dan kembali menundukkan kepalanya.
"Qila apa pertanyaan aku kurang jelas?" tanya Jec ulang dengan nada bicara yang masih terdengar sopan.
Dan Qila lagi-lagi yang bingung untuk menjawabnya pun hanya diam dan menunduk. Dia juga bingung mau menolak tidak enak karena suaminya pasti akan kecewa, tetapi apabila tidak menolak dia juga masih ada rasa malu dan juga belum sepenuhnya siap, untuk melayani Jec.
"Lupakanlah, kamu boleh kembali ke kamar kamu. Karena kamu kalau tetap di sini hanya membuat aku pusing," imbuh Jec yang sudah tahu jawabanya dari cara Qila tidak menjawab pertanyaanya. Laki-laki itu pun langsung merebahkan tubuhnya, dan menutup tubuhnya dengan selimut dan mematikan lampu tidurnya.
"Kalau kamu mau ke luar tolong matikan lampu kamar ini, dan terima kasih kamu sudah membereskan kamaraku," ucap Jec dengan mata yang sudah terpejam sempurna. Sedangkan Qila lagi-lagi dalam hatinya menyesal karena sudah membuat Jec marah dan kesal.
Wanita itu pun memilih akan pergi ke kamar mandi Jec untuk membersihkan tubuhnya yang berkeringat karena membersihkan kamar Jec, dan Qila juga sudah yakin sekali akan melayani Jec. Sebelumnyua Qila tentu sudah banyak belajar dari Fifah, tahukan Fifah itu seperti apa permainanya dengan Niko dan juga dengan Wawan bisa dibayangkan betapa nakalnya Qila kalau gurunya saja seperti Fifah.
"Aku akan mandi dulu, tubuh aku lengket oleh keringat, kamu jangan tidur dulu!" ucap Qila setelahnya wanita itu benar-benar melangkahkan kakinya ke kamar mandi.
Tidak menunggu lama Qila pun ke luar hanya menggunakan handuk dan rambut yang tergelung ke atas dengan handuk kecil menutupi kepalanya. Jec yang sebenarnya tidak bisa tidur, membuka sebelah matanya dan betapa kagetnya ketika melihat pemandangan yang aduhai membangkitkan si otang yang sedang tertidur.
"Jec, kamu belum tidur kan?" ucap Qila yang tahu kalau Jec masih terjaga.
Hemmzzz... Jec hanya menjawab dengan deheman.
"Aku malas balik ke kamar bawah, aku pinjam baju kamu yah?" ucap Qila, tanpa menunggu jawaban dari Jec wanita itu pun mengambil satu kaos Jec yang udah pasti ke dodoran di tubuh Qila yang kecil. Dengan santainya Qila menggunakan kaos di situ juga dan tentunya hanya memakai kaos tanpa dalaman, bisa dibayangkan Jec tegangnya seperti apa yang melihat pemandangan itu.
"Jec, apa kamu akan tetap pura-pura tidur? Bukanya kamu tadi menunggu ucapan aku benaar apa tidak?" ucap Qila lagi dengan menyisir rambutnya. Jec pun yang sudah tegang mana bisa pura-pura polos lagi. Laki-laki dewasa itu duduk bersandar ke dasboard ranjang dengan menunggu Qila melayaninya. Yang Jec mengira kalau Qila pasti sudah berpengalaman mengingat dari gayanya dia santai sekali. Padahal dalam diri Qila dia juga seperti akan meledak sangat kaget dan juga sangat deg-degan akan memulai pertarugan untuk yang pertama kalinya.
__ADS_1
Qila berani berganti pakaian di hadapan Jec, karena Fifah yang mengajarkan kalau laki-laki lebih suka dengan wanita yang lebih menggodanya duluan. Maklum Niko adalah guru Fifah dan juga dilanjutkan oleh Meta yang tidak ada bedanya dengan Niko. Jadi ngajarin Qila juga sangat bagus sekali.
"Aku harus mulai dari mana?" tanya Qila, setelah dia rapih dan wangi tidak bau kringat lagi.
"Bebas, lakukanlah seperti yang seharusnya kamu lakukan, karena aku tidak akan membatasi," ucap Jec dengan santai. Laki-laki itu sudah siap apa yang sekiranya nanti akan Qila lakukan. Dia akan menjadi laki-laki yang manis yang menerima serangan apa pun yang Qila lakukan.
"Kamu ajarin aku, karena aku tidak pernah melakukanya," jawab Qila dengan santai. Sontak saja Jec mengernyitkan dahinya karena ternyata dugaanya salah.
"Jadi kamu belum pernah melakukan dengan Sam atau dengan yang lainya?" tanya Jec setengah terkejut bin tidak menyangka karena dari gaya Qila seolah wanita itu sudah sangat berpengalaman sekali dengan sebuah hubungan suami istri.
Kini justru Qila yang kaget dan mengernyitkan dahinya tidak tahu maksud daru ucapan laki-laki yang menyandang setatus suaminya itu.
"Maksud kamu apa? Kamu menuduh aku wanita gampangan yang memberikan keperawanana aku pada setiap laki-laki? Jadi kamu selama ini menganggap aku wanita gampangan?" tanya Qila dengan suara yang bergetar hebat karena kecewa suaminya memandang rendah dirinya.
"Maaf Qila aku hanya menebak saja. Jujur aku pun tidak yakin kamu mau melakukan hal itu, mengingat kamu adalah wanita yang sangat baik, bahkan kamu saja rela mengorbankan diri kamu untuk keluarga kamu , jadi mana mungkin kamu mau melakukan dosa besar yang Allah pasti marah kalau kamu melakukanya tanpa hubungan yang halal. Duduklah! Kita akan belajar bersama sama," ucap Jec dengan menepuk ranjang samping dia duduk.
"Tapi kamu tidak akan menertawakan aku kan?" tanya Qila dengan suara yang saat ini sudah jauh lebih tenang.
Kembali Jec mengernyitkan dahinya tidak tahu arti dari ucapan Qila. "Maksud kamu apa? Menertawakan kamu? Sedangkan aku saja masih belum pernah melakukanya, kita sama-sama belajar jadi kalau ada kekuranganya kita bisa lihat dari vidio edukasi," goda Jec dengan santai. Dan Qila pun kini bisa bernafas dengan lega karena itu tandanya Jec bukan laki-laki yang buruk, dari cara dia berbicara Jec memang sangat baik.
"Oh iya Jec, aku sebenarnya mau mengatakan ini sejak lama, tapi selalu tidak menemukan momen yang tepat. Mungkin sekarang adalah waktu yang tepat untuk aku mengatakan ini." Qila menjeda ucapanya.
Qila pun sebelum melanjutkan bicaranya memainkan tanganya yang saling bertaut dan juga menundukan kepalanya, membuat Jec semakin yakin kalau Qila akan membicarakan masalah yang sangat serius. "Aku sudah bicara jujur pada orang tuaku tentang setatus kita berdua. Itu juga karena mereka yang selalu menekan aku gara-gara uang yang kamu kirim dua ratus juta itu. Awalnya orang tuaku tidak mau memakai uang-uang itu yang aku katakan untuk merenov rumah. Mereka terus menekan aku untuk mengatakan yang sesungguhnya. Dan maafkan aku, akhirnya aku mengatakan hubungan kita, dan orang tua aku awalnya kecewa bahkan tidak mau berbicara dengan aku hampir dua hari sampai aku mengatakan yang sebenarnya terjadi yaitu aku sakit dan harus di operasi dan kamu yang menikahi aku untuk merawat aku dan dalam kondisi yang mendadak maka dari itu kamu belum bisa datang kampungku, tapi Bapak dan Ibu meminta kamu datang ke rumah untuk menunjukan keseriusan kamu apa kamu keberatan? Maaf kalau aku mengatakan ini tanpa bilang-bilang dulu sama kamu. Aku tertekan dengan hubungan rahasia ini," ucap Qila masih dengan menunduk, dan memainkan jari-jarinya.
Jec pun menggenggam tangan sang istri dengan kuat yang mana tangan Qila nampak dingin. "Dengar Qila, aku tidak pernah keberatan kalau kamu mengatakan setatus kita pada orang tua kamu, dan apabila orang tua kamu ingin aku datang ke rumah kamu maka nanti kalau pekerjaan aku sudah bisa ditinggalkan kita akan mengunjungi kampung halaman kamu. Atau kamu ingin aku telpon orang tua kamu dulu agar mereka tidak memberikan image aku menatu yang durhaka karena sudah menikahi putrinya tanpa izin?" tanya Jec dengan santai dan sontak saja Qila langsung mengembangkan senyumnya dengan sangat manis.
"Aku rasa itu ide yang tidak terlalu buruk, besok pagi aku akan telpon orang tuaku. Mereka pasti akan sangat senang karena kamu orang yang baik," ucap Qila entah sadar atau tidak dia pun memuji sang suami.
"Kalau gitu ayo kita bikin cucu untuk orang tua kamu? Dan ponakan untuk adik-adik kamu. Biar nanti saingan dengan Cucu," ucap Jec tidak mau kalah dengan bosnya.
Brug!!! Qila terjatuh tepat di atas kasur yang empuk setelah tanganya ditarik oleh sang suami yang sudah dalam mode On.
"Akhhrr... Jec kamu nyakiti aku," pekik Qila dengan setengah meringis, sedangkan Jec mana bisa fokus dengan ucapan Qila sedangkan pemandangan di hadapanya lebih menggoda. Bagaimana tida kaos Jec yang kedodoran menyibak hingga Qila yang tidak memakai dalaman pun sangat menggoda bira-hi Jec.
Namun, Jec yang sudah On mana bisa mendengarkan ucapan Qila. Jec juga yang sudah dikuasai oleh nafsu pun langsung mendorong tubuh Qila sedikit ketegah kasur hingga Jec sendiri terguling ke atas kasur samping Qila.
"Ahhh... Jec, kenapa kamu terus menyakiti aku," ucap Qila dengan tangan yang mendorong dada Jec yang hendak menindihnya. Namun, Jec lagi-lagi menahan tangan Qila ke atas kepala Qil, tenaga Qila yang jelas-jelas kalah oleh Jec. Membuat Qila tidak bisa berontak, mau tidak mau Qila harus mempatenkan apa yang diajarkan oleh Fifah.
__ADS_1
"Kalau kamu berontak, malah akan semakin lama dan juga akan semakin sakit. Nikmati sentuh dari aku hingga, malam ini kita berdua hanyut dalam indahnya surga dunia," bisik Jec tepat di balik daun telingan Qila yang makin membuat Qila semakin tidak bisa menghindar, tubuhnya yang bukan anak kecil lagi langsung memberikan reaksi alamiah.
Reaksi tubuhnya berbeda dengan yang ada di dalam hatinya. Tubuh Qila justru seolah menunjukan ia ingin di jamah lebih oleh sang suami.
Sesuai yang Jec inginkan Qila diam dan sekali menikmati sentuhan Jec. Bahkan sesekali Qila pun membalas cum-buan dari Jec dan juga rintihan surga membuat otak liar Jec semakin tidak bisa di tahan lagi.Dia laki-laki di mana di suguhkan dengan pemandangan yang indah mana mungkin dia akan bertahan dengan segala kepolosanya. Tentu Jec malam ini akan membuat cerita baru dengan kenakalan Qila. Jec tidak akan mau kehilangan momen ini.
"Jec aku takut, aku pernah dengar kalau untuk pertama kali melakukan hubungan badan maka akan sangat sakit," bisik Qila ketika tubuh wanita itu sudah polos begitupun tubuh Jec yang tanpa disadari sudah polos juga.
"Aku akan melakukan dengan pelan dan berhati-hati, hingga kamu tidak merasakan sakit, yang kamu rasakan hanya kenikmatan saja, " balas Jec benar-benar tidak membiarkan Qila melakukan penolakan. Kini Jec kembali menguasa bukit kembar tak berbunga hanya berbuah kacang berwarna coklat dan kenyal, di mana wanita itu pun semakin tidak bisa megendalikan tubuhnya, pikiranya memang masih menolak untuk melakukan perbutan itu, tetapi tubuhnya menginginkan lebih hingga tanpa sadar justru kaki Qila terus membuka dengan lebar dan itu tentu membuat Jec tersenyum puas, dengan reaksi tubuh Qila, dari sentuhan jari-jari Jec membuat Qila semakin hilang kendali hingga desa-han terlepas dari bibir mungilnya.
Ketakutan Qila pun hilang seiring nafsu yang semakin memucah.
"Kamu bebas melakukan apa pun kalau nanti aku menyakiti kamu. Kamu juga boleh berteriak dan memanggil namaku sesuka hati kamu, karena itu nanti akan memancing rasa yang semakin tinggi dan kamu yang akan merasakan sensasi itu," bisik Jec, dan tanpa sadar Qila pun menganggukan kepala tentu Qila paham dengan apa yang Jec maksud.
Beberapa kali percobaan penyatuan gagal karena ini adalah pertama bagi Qila sehingga membuat Jec harus bekerja keras membuat Qila membekap mulutnya, ******* yang tetahan membuat Jec semakin gila. Hingga ringisan panjang menadakan bahwa kini Qila sudah resmi menjadi istri yang seutuhnya.
Sesuai yang Jec katakan bahwa Qila beberapa kali memanggil namanya bahkan Qila juga tidak segan-segan mencakar punggung Jec apabila dia sudah sampi di puncak kenikmatanya, kamar pribadi Jec, menjadi saksi bisu bahwa wanita yang sudah menyandang setatus istri baru saja melepas keperawanannya.
Cukup lama Jec tidak melanjutkan permainanya itu karena Qila yang mengeluarkan butiran bening dari sudut matanya.
"Apa aku menyakitimu?" tanya Jec dengan suara yang terdengar sangat sensasional.
Meskipun Qila merasakan sakit, tetapi ia menggelengkan kepalanya. "Kata orang sakit itu hanya sebenar," balas Qila dengan mata perlahan terbuka hingga pandangan mata mereka saling bertemu. "Baiklah kita lanjutkan permainan kita." Jec pun kehilangan jati dirinya ini adalah pertama bagi laki-laki itu sehingga ia benar-benar tidak mau kehilangan kesempatan itu. Begitupun dengan Qila yang juga pertama kalinya untuk melakukan hubungan suami istri itu sehingga ia sudah beberapa kali mencapai puncaknya sedangkan Jec masih belum juga merasakan pelampiasan. Tubuh mereka sudah basah seperti mandi keringat dinginnya pendingin ruangan tidak bisa mengalahkan hawa panas karena nafsu mereka.
"Qila merasakan di bawah sana permainan Jec semakin menggila setelah hampir satu jam permainan, akhirnya rasa hangat pun Qila rasakan dibagian bawahnya dan kepemilikian Jec yang berdenyut berkali-kali di bawah sana sebagai tanda bahwa baru saja Jec melepaskan ribuan calon anaknya.
Wanita itu menatap tajam pada Jec. "Apa kamu mengeluarkanya di dalam?" tanya Qila dengan suara yang tersengal karena sisa bercinta.
Jec hanya membalas dengan senyum jahilnya. "Tentu dong apa kamu tidak ingin punya anak?" tanya Jec dengan memeluk tubuh polos Qila.
Brugghh... Qila memukul dada bidang suaminya yang masih basah oleh keringat dan dada naik turun dengan cepat menadakan dia terlalu cape dalam permainan ini.
"Kamu jahat, nanti kalau aku hamil bagaimana, bahkan aku saja baru selesai operasi?" ucap Qila masih degan wajah yang merah dan nafas yang tersengal, dia juga terlalu lelah untuk permainan malam ini.
"Oh ya Tuhan, Qila aku lupa? Besok kita ke dokter bertanya akan hal ini apakah akan menyakiti kamu atau tidak. Kalau memang berbahaya kita pakai alat penundaan kehamilan dulu. Hingga tubuh kamu siapa untuk hamil calon anak-anakku," balas Jec, dengan wajah yang sangat bersalah.
Ini semua karena keenakan hingga ia lupa kalau Qila baru saja operasi di rahimnya.
__ADS_1
Bersambung.....