Cinta Berselimut Dendam

Cinta Berselimut Dendam
CBD #Episode 94


__ADS_3

"Oh... Ya Tuhan..." Jec sangat ingin menangis menjerit ketika ia datang justru sang bos sudah tertidur dengan pulas.


"Bukanya tadi berkata katanya tidak bisa tidur kalau tidak makan-makanan ini semua (Jec mengangkat kantong makanan yang di pesan oleh Deon. Sementara itu di belakangnya ada asisten rumah tangga yang membawakan kantong-kantong lain hasil buruannya)"


Jec melangkah ke dalam kamar utama bosnya dan meletakan kue-kuenya di atas meja, lalu ia membangunkan Deon.


"Tuan... Tuan... itu makanan Anda sudah ada, ayo bangun," lirih Jec, tanganya menepuk-nepuk punggung Deon dengan lembut.


Kedua kelopak mata Deon menerjap dengan pelan, dan membukanya perlahan. Keningnya mengernyit dengan sempurna. "Jec, ngapain kamu ganggu aku tidur," bentak Deon dengan mata melebar.


"Makanan yang Anda pesan sudah ada Tuan," jawab Jec tanganya menujuk makanan yang ada di atas meja.


"Makanan? Aku tidak memesan makanan apapun. Aku saat ini ngantuk tidak ingin di ganggu," imbuh Deon dengan menutup tubuhnya dengan serimut yang tebal. Mode amnesia menyerangnya.


Jedurrrrr.... Lagi-lagi petir menyambar dengan tidak tahu dirinya.


"Ya Tuhan, apa salahku sampai begini banget ngadapi orang yang sedang mengidam," gerundel Jec dalam hatinya. Namun, karena perut dia yang sedang kelaparan Jec akhirnya meninggalkan Deon yang bilang kalau laki-laki itu sudah mengantuk. Masa bodo dengan Deon yang masih mengantuk, yang penting dirinya bisa segera mengisi perutnya yang mulai keroncongan.


Hidung Jec tidak bisa diajak kompromi lagi ketika tanganya membuka bukusannya satu per satu. Pertama ia memakan kudapan yang bernama carabika, bibirnya terus bergerak menikmati jajanan Nusantara yang terbuat dari tepung beras dan berbentuk bunga yang merekah dengan warna yang menarik.


Sedangkan Deon yang sedang tidur. Eh, tidak laki-laki itu belum benar-benar tidur, terlebih setelah aroma wangi dari aneka jajanan tradisional khas Nusantara yang Jec buka dan hampir memenuhi ruangan itu dengan wangi yang lezat, cacing  di dalam perut Deon pun langsung berdendang dengan suara yang keras meminta bangun dan mencari tahu sumber wangi itu dari mana!

__ADS_1


Selimut yang menutupi wajahnya, Deon simbakan.


"Ini wangi apa Jec?" tanya Deon dengan suara yang dingin dan tubuhnya di angkat untuk menghampiri Jec. Sementara Jec yang sedang menikmati serabi pun menoleh dan mengacungkan serabi yang sudah tinggal setengah.


"Surabi Tuan, ini pesanan Anda Tuan," Jec membuka kantong yang berisi maknan yang di pesan oleh bosnya itu. Namun justru Deon lagi-lagi seperti tidak menyukainya, dia mengernyitkan keningnya dan duduk di hadapan Jec. Tanganya mengambil satu makanan yang Jec beli untuk ia nikmati, yaitu jajanan tradisiobnal bukan modern seperti yang ia minta.


"Tuan, itu pesaan Anda sudah saya belikan," ucap Jec sekali lagi mungkin Deon lupa. atau justru tidak dengar.


Deon yang sedang makan kelepon pun menatap Jec dengan tatapan yang tajam. "Apa kamu keberatan kalau aku maunya makanan ini?" tanya Deon lagi-lagi dengan suara yang jutek dan sangat membuat Jec ingin melemparnya dengan kue yang tadi ia beli. Demi kue itu Jec pergi ke pasar senen di waktu dini hari dan itu sangat mengganggu waktu istirahatnya.


"Bu... Bukan masalah tidak boleh Tuan, tapi Anda yang meminta dengan ngotot makanan itu dan seharusnya Anda memakanya meskipun itu hanya satu atau dua gigitan, agar saya tidak merasa di kerjai oleh Anda, dan anak An..." Jec buru-buru menutup mulut lancangnya.


"Apa Jec, Apa yang kamu katakan barusan. Jadi kamu keberatan kalau aku meminta sesuatu sama kamu dan kamu mengatakan kalau aku hanya membuat kamu repot?" cecar Deon dengan mata yang melotot mau loncat.


Jec pun langsung kalang kabut mulutnya memang kadang kelepasan. "Ah, Tuan maksud saya bukan seperti itu. Tidak apa-apa kalau Anda pengin makan-makanan ini silahkan saja, saya kebetulan beli banyak kok,"  tampik Jec tanganya langsung kembali menyodorkan jenis makanan tradisional yang banyak itu.


Dari kejadian sebelum-sebelumnya Jec memang sengaja membelinya tidak hanya satu karena laki-laki itu tahu kalau bosnya itu pasti akan mengganggu dirinya dan makanan punya dia yang diinginkanya pasti Deon akan ingin. Seperti sekarang Jec sengaja tidak membeli untuk dirinya saja karena Deon pas akan ingin juga. Betul saja dia malah tidak melirik sama sekali kue yang dia pesan itu.


"Gitu dong. Kalau masih mau kerja bareng sama aku harus royal, jangan pelit," sungut Deon. Mulutnya justru tidak berhenti mengunyah makanan yang Jec beli.


"Iya Tuan lupa." Jec pun tidak mau kalah menikmati makanan yang lezat itu.

__ADS_1


"Jec tadi kamu bilang anak aku yah, anak yang mana Jec?" tanya Deon,  ketika perutnya sudah aman.


Deg!!! Lagi Jec seperti terserang henti jantung dadakan. "Maaf yang mana Tuan, setahu saya tidak bilang apa-apa apalagi sampai bilang bahas anak, saya tidak bilang begitu Tuan," balas Jec dengan suara yang di bikin tenang agar Deon tidak marah dan curiga dengan sikapnya itu.


"Tadi Jec, yang kamu merasa dikerjai oleh saya dan anak an... kamu mau bilang anak anda kan. Itu artinya anak saya?" jelas Deon sembari menatap Jec dengan serius mencari keseriusa di diri Jec.


"Oh itu, bukan Tuan itu anak-anak maksud saya anak buah kita yang sampai sekarang tidak ada kejelasanya mencari pesanan Anda, dan saya yakin mereka pasti tidak mencari pesanan Anda tetapi tidur dengan nyaman. Itu sebabnya saya merasa di kerjai," elak Jec, otaknya langsung dipaksa untuk bekerja untuk mencari alasan yang masuk akal, agar Deon tidak curiga.


"Ok, aku coba percaya dengan apa yang kamu katakan, tapi awas ajah yah kalau kamu itu menyembunyikan sesuatu dariku aku bakal membuat kamu  menyesal telah mempermainkan aku," ancam Deon dengan tatapan yang tegas dan mengerikan.


"Mana berani Tuan, buktinya malam ini meskipun sebenarnya malas dan ngantuk saya tidak berani menolak perintah Anda," balas Jec dengan yakin, dan memang itu yang dirasakan Jec. Tidak tega dengan Deon yang menginginkan makanan itu, tetapi lagi-lagi makanan yang dipesan oleh Deon tidak di sentuh sama sekali.


Setelah mematikan bosnya aman, Jec pun kebali ke kamarnya untuk memulai istirahat dan saat ini pukul tiga menjelang pagi laki-laki yang bernama Jaka itu baru bisa merebahkan tubuhnya.


"Oh Tuhan, rasanya pegal sekali punggung ini. Ya Tuhan coba kirimkan wanita yang bisa membuat hariku berwarna, supanya tidak datar terus, setres lama-lama ngadapin bos yang ngidamnya makin aneh-aneh," batin Jec sembari membayangkan wanita yang seksi dan cantik serta sedikit kalem datang untuk memijitnya.


Hingga tanpa sadar laki-laki itu tidur dengan pikiran yang terbang  membayangkan wanita yang ia dambakan. Diam-diam tapi ganas.


#Kasih ide dong teman-teman kira-kira Jec dikasih pasangan wanita atau nggak? kalau dikasih kira-kira siapa?


Kalau othor masukan Qila masuk nggak dengan Mr Jaka? (Qila teman Cyra, mantan dokter Sam, cewek yang diselingkuhin oleh Sam) Dan kalau ada Qila otomatis Meta akan memeriahkan novel ini juga. Siapa tau ada yang kangen dengan ke tengilan Meta alias Mr. Wawan.

__ADS_1


__ADS_2