
Di saat Qila dan Jec berbaikan, Jec justru kebalikanya. Laki-laki itu sedang galau tingkat kayangan. Bagaimana tidak dia diminta Author datang ke Indonesia tapi justru hanya untuk menelan kekecewaan saja. Sam pun sangat putus asa dan juga dia ingin segera balik ke negara di mana orang tuanya tinggal saat ini. Sam baper
Cittt... Mobil yang ditumpang Sam saat itu berhenti dengan tiba-tiba ketika ada wanita tiba-tiba berlari ke arahnya. Sontak saja laki-laki yang sedang marah, kesal dan juga godok langsung menungkan semua kekesalanya pada wanita yang hampir saja mencicipi pinggiran neraka.
"Heh, loe buta yah. Jalan nggak lihat-lihat hampir saja loe cium mobil mahal gue. Kalau sampai mobil mahal ini lecet harga diri loe nggak bisa bayar," umpat Sam begitu kaca mobil dia turunkan. Dan ada wanita berhijab panjang tanpa dosa, berdiri dengan wajah bingung.
"Maaf Tuan, tolong tetangga saya mau lahiran. Dia tidak ada kendaraan hanya mobil ini yang melintas. Mobil saya bannya kempes, " balas wanita yang cukup cantik itu.
"Maaf nggak bisa lagi sibuk," balas Sam dengan sombongnya. Padahal dia sebagai dokter sangat tergerak hatinya, tapi gensi kalau langsung berbaik hati, harus ada drama mohon-mohon dulu. Apalagi dia tadi langsung maki-maki intinya gengsi....
"Kalau gitu izinkan saya pinjam mobil Anda dan Anda boleh pegang konci mobil saya. Harga mobil saya jauh lebih mahal dari mobil Anda jadi kalau saya tidak segera kembali Anda bisa jual mobil saya kebeli mobil seperti punya Anda dua unit," balas wanita itu sembari menarik pintu mobil Sam, agar laki-laki itu ke luar, dan dia yang bergantian menyetir. Sam pun langsung kena mental.
"Panggil dia ke sini aku antarkan saja. Dari pada mobil aku di bawa kabur sama kamu," ucap Sam tetap dengan kesombongan yang hakiki. Sehingga wanita berhijab itu kalau tidak benar-benar sedang butuh bin mepet, najis banget rasanya memohon-mohon untuk meminta bantuan pada laki-laki seperti Sam. Tampan sih tapi sombongnya nauzubillah.
"Justru saya meminta bantuan pada Anda karena wanita itu sudah hampir melahirkan. Tolong lah Tuan yang terhormat gunkana hati Anda sekali ini saja, bantu wanita malang itu. Mobil Anda ikuti saya yang mana wanita itu tidak mungkin untuk berjalan jauh lagi. Mobil saya ada di ujung sana," ucap wanita itu dengan menujuk lokasi mobilnya terparkir.
"Ok, naik. Ingat kebaikan aku itu hanya berlaku sekali kalau kamu berani menipu aku maka kamu akan aku buat rempeyek," ucap Sam dengan tatapan yang membunuh.
"Justru yang harusnya berbicara seperti itu, adalah aku. Mengingat aku wanita. Biasanya kejahatan dilakukan oleh seorang laki-laki apalagi tampang Anda sangat mendukung untuk menjadi penjahat," balas wanita itu dengan suara sedikit dipelankan tetapi Sam masih bisa mendengar dengan baik.
"Buruan naik hitung sampai tiga, nggak naik aku tinggal!" ancam Sam, dengan tatapan yang malas. Wanita berhijab itu pun langsung naik mobil Sam, dan menuju mobil yang terparkir di ujung gang yang cukup sepi Sam pun tampa pikir panjang langsung ke luar dari dalam mobilnya dan menghampiri wanita yang sedang meringis hampir lahiran. Sam sebagai dokter tahu betul kalau wanita itu sudah hampir lahiran.
"Astaga, ini nggak mungkin di bawa ke rumah sakit. Air ketuban sudah pecah. Ibu silahkan rebahan dan kita lakukan persalinan darurat!" ucap Sam sembari meminta agar wanita yang sebentar lagi akan lahiran untuk rebahan di kursi penumpang tengah, namun wanita itu sepertinya ragu kalau laki-laki yang berparas tampan itu bisa membantu dirinya melahirkan.
Termasuk wanita berhijab itu juga ragu kalau Sam bisa membantu ibu-ibu hamil itu untuk lahiran. "Tuan Anda jangan sok tahu lebih baik angkat wanita itu dan bawa segera ke rumah sakit dari pada terjadi sesuatu," ucap wanita berhijab itu dengan sedikit menahan kesal karena menganggap Sam terlalu sok tahu. Mana mau bantu lahiran dia pikir gampang.
"Ambilkan tas dalam mobilku. Aku dokter bisa memastikan ibu ini lahiran dengan aman," ucap Sam dengan yakin, dan meminta ibu-ibu itu rebahan dan mengejan dengan kuat. Meskipun dia bukan dokter kandungan bidan atau apalah, tapi dia tahu bagaimana membantu pasien yang sedang mengalami kondisi darurat seperti ini apalagi Sam sudah tahu wanita itu sudah pembukaan sempurna tinggal mengejan maka bayi akan lahir dengan aman. Tentu sebelum Sam melakukan penolong, laki-laki itu sudah. menghubungi dokter SPOG dan meminta mengirimkan tim medis ke tempat lokasi dia berada.
__ADS_1
Dorong Ibu...
Tarik nafas dalam dan mengejan....
Setelah hampir dua puluh menit suara tangisa bayi pun langsung menggema di tempat sunyi itu. Dan Sam pun layaknya seorang dokter kandungan merapihkan semua pekerjaanya dengan baik, bahkan sampai sebuah ambulan dan juga dokter SPOG yang asli datang.
"Ya Tuhan Sam, makasih banget kamu sudah bekerja dengan baik," ucap wanita paruh baya setelah melihat pekerjaan Sam sangat baik. Sebut saja wanita berjas putih dan berparas cantik itu dokter Devi.
"Aduh Dok, besok-besok kayaknya aku akan pindah dari dokter bedah ke dokter kandungan. Ternyata aku jago juga untuk membantu ibu-ibu lahiran," kelakar Sam dengan membersihakn tanganya yang banyak darah. Sedangkan wanita berhijab itu berdiri memperhatikan Sam yang aksinya cukup keren. Sayang dia memang sombong kalau tidak sombong mungkin wanita itu akan langsung jatuh hati.
"Setelah dokter Devi datang wanita dan juga bayi yang baru lahiran di bawa ke rumah sakit menggunakan ambulan.
"Terima kasih telah membantu wanita itu untuk lahiran. Dia adalah tetanggaku yang suaminya sedang tugas ke luar kota," ucap wanita berhijab itu sembari mengulurkan handuk kecil untuk mengusap keringat Sam.
Sam pun menatap wanita cantik berhijan itu. "Siapa nama kamu?" tanya Sam dengan tatapan yang tajam memperhatikan wanita berhijab panjang itu dari bawah sampai ke atas kepala.
"Untuk apa?" tanya wanita berhijab itu sembari mengerutkan keningnya mulai curiga dengan Sam yang terus menatap dirinya dengan lapar.
"Hah, hutang apa? Aku nggak ngerasa berhutang sama kamu," elak wanita itu.
"Tinggal sebut nama saja susah banget," balas Sam semakin tajam menatap wanita berhijab panjang itu.
"Baiklah nama saja kan? Nama aku Anisa, sebut saja Nisa," balas wanita itu dengan suara yang setengah mendayu.
"Ok Nisa kamu sekarang jadi pacar aku! Sebagai ganti aku sudah menyelamatkan wanita itu," ucap Sam, sontak saja Nisa langsung melotot kedua matanya.
"Tidak bisa. Dalam agama aku tidak ada istilah pacaran!" tolak Nisa dengan tegas.
__ADS_1
Sam pun terkekeh dengan renyah. "Kalau nikah mau nggak?" tanya Sam dengan santai tentu dia hanya iseng ajah ibarat kata dia sedang putus asa sehingga apa yang dia keluarkan tidak benaran.
"Kita nggak kenal bagaimana bisa nikah. Yang nikah udah kenal lama ajah bisa berantem, selingkuh dan cerai apalagi baru kenal resiko terjadi perdebatan setiap hari," ucap Nisa dengan santai sembari jari-jarinya mengetik pesan sembari menunggu montir yang akan membereskan urusan mobil dan juga membersihkan mobil yang banyak darah karena ibu-ibu tadi melahirkan di dalam mobilnya dan tanpa dialasi apa-apa.
"Nah, makanya kita pacaran, biar kita bisa saling dekat," balas Sam lagi dengan terus memperhatikan Nisa yang tampak sibuk menggerakan jari-jarinya di atas layar ponsel dan juga wajah yang cantik dengan bulu mata panjang serta pipi berlesung membuat Sam tidak bisa pindah dari wajahnya.
"Saya rasa jawaban saya sudah jelas di depan tadi. Kalau agama saya melarang pacaran," balas Nisa lagi dengan pandangan mata terus menatap ponselnya. Hingga tidak lama datang montir untuk membereskan kekacauan yang menimpa mobilnya.
Jec pun masih menunggu wanita itu yang sedang menjelaskan pada dua montir. Cukup lama Nisa berbicara hingga tidak lama kendaraan derek datang dan mobil Nisa di bawa oleh derek untuk diselesaikan masalahnya.
"Nis, aku antar kamu," ucap Sam menghampiri Nisa yang berdiri di samping jalan.
"Tidak usah Tuan Dokter, saya sudah memesan taxi online," ucap Nisa dengan suara lembut dan bibir tipisnya mengembangkan senyum manis. "Oh iya saya mewakilkan wanita tadi terima kasih bantuanya. Karena tanpa Anda mungkin saya masih kebingungan menyelesaikan masalah ini. Atau justru hal buruk terjadi pada tetangga saya. Saya ucapkan terima kasih untuk bantuan Anda Dokter," imbuh Nisa dengan menunduk dengan sopan.
"Kalau gitu berikan nomor telpon kamu sebagai imbalan atas kebaikan saya. Karena kamu tahukan seorang dokter tarifnya mahal. Apalagi keahlian yang saya miliki cukup langka yaitu the power kepepet," ucap Sam sembari menunjukan ponselnya agar Nisa mengetik nomor ponselnya.
Namun, bukanya buru-buru mengambil ponsel Sam, Nisa malah justru menatap ponsel itu dengan tatapan tajam. "Anda tidak akan gunakan nomer saya untuk meneror kan?" tanya Nisa dengan suara lembutnya.
"Astaga Nisa, apa dari tampang aku kelihatan kalau aku penjahat?" tanya balik Sam, dan di balas gelengan kepala oleh Nisa.
"Bukan penjahat sih, tapi lebih ke orang yang suka maksa," balas Nisa, tetapi wanita itu juga mengambil ponsel Sam dan mengetik nomornya. "Saya tidak melayani Chat yang aneh-aneh dan juga tidak bisa mengangkat telpon setiap waktu, jadi mohon berkirim pesan yang sopan," ucap Nisa sembari memberikan ponsel Sam yang sudah ditulis nomer telponya.
Bertepatan dengan itu nomor, taxi online yang di pesan oleh Nisa pun sampai. Wanita itu pun langsung meninggalkan Sam, dan menuju rumah sakit untuk memastikan tetangganya baik-baik saja. Sementara Sam terus menatap mobil yang membawa wanita berhijab panjang itu.
"Baru kali ini aku dapat cewek yang unik," gumam Sam dengan menatap nomer ponsel wanita itu.
#Nah loh Sam, maju nggak nih?
__ADS_1
Bersambung....
...****************...