Cinta Berselimut Dendam

Cinta Berselimut Dendam
Cinta Berselimut Dendam bab 191


__ADS_3

"Bapagimana para saksi, Sah?" tanya Pak Penghulu dengan suara yang nyaring.


"Sah..."


"Alhamdulillah," ucap para saksi dan tetangga Cucu yang menyaksikan pernikahan sederhana Cucu. Para tetangga memang sengaja banyak yang datang berdesak-desakan seolah tengah menontong dangdut, padahal mereka tidak di undang.


Tujuanya mereka datang rela berdesakan mengintip dari bali jendela bukan lain untuk meledek Cucu yang menurut gosip dinikahi oleh orang kaya. Tentu mereka ingin membuktikan ucapan salah satu tetangga, sekaligus ingin tahu benar-benar orang kaya atau hanya ngaku-ngaku kaya yang menikah Cucu itu.


Kalau ngaku-ngaku kaya, kan lumayan merek bisa buat bahan gosip baru. Bahkan mereka seolah sudah mempersiapkan semuanya rekaman untuk bahan olok-olokan nantinya mengingat Cucu adalah gadis yang malang yang sudah biasa menjadi bahan gosip mereka. Gadis pinjol, mereka menyebutnya. Itu semua karena kasus pinjaman online yang membuat Cucu di pecat dari pekerjaannya yang dulu. Untung kuping Cucu sudah di pasang beton jadi mereka ngomong apa sudah kagak mempan. Cucu sih cuek-cuek saja toh memang pada kenyataannya Cucu tidak melakukan pinjaman online itu.


Namun nampaknya kali ini secara serempak mereka terkena serangan jantung begitu mendengar maskawin pernikahan Cucu. Harapan mereka hanya sepasang cicin emas dan seperangkat alat sholat, tetapi rupanya nasib baik sedang berpihak pada Cucu, sehingga maskawin pernikahanya fantastis.


"Saya terima nikahnya Husya Cucu Dyacamelia binti Masmujiono dengan maskawin satu set perhiasan berlian senilai satu milliar, sertifikat tanah beserta bangunanya seluas lima ratus meter, uang tunai senilai lima millyar, dan mobil Range Rover senilai satu koma tujuh millyar di bayar nyicil... Eh salah bayar tunai maksudanya. Seperti itu kira-kira mas kawin Cucu yang membuat tetangganya kejang berjama'ah.


Seperti seekor ikan yang tiba-tiba di pindahkan ke daratan mereka mengap-ngap mencari pasokan oksigen sebanyak banyaknya. Karena mendengar maskawin yang seperti di novel-novel yangw dinikahi CEO kaya raya.


Ternyata bukan hanya para tetangga yang langsung sepaneng, tetapi Cucu juga langsung sakit dadanya. Padahal dia sudah bersiap kalau sudah dapat uang yang banyak satu milliar atau dua milliar dia akan meminta cerai, tetapi kalau mas kawinya saja banyak kaya gitu Cucu sampai pusing. Bagaimana kalau Deon benar-bebar menghajarnya habis habisan setiap malam.


Air mata Cucu untuk pertama kalinya luluh, bukan  karena dia yang sedang marah atau terlalu bahagia dengan semua yang terjadi, tetapi juga dia tengah menangis membayangkan dia yang selamanya akan menjadi boneka s*knya Deon.


"Cu, kenapa kamu nangis tanya sang nenek yang ternyata nangis juga. Mereka nangis karena terlalu bahagia Cucu dapat suami yang kaya raya. Namun hal sebaliknya justru Cucu rasakan dia terlalu takut nasibnya akan sangat buruk setelah menikah dengan Deon.

__ADS_1


"Cucu hanya inget sama Nyak dan Babeh, Nek, mereka ada di mana yah," ucap Cucu mengalihkan kepanikanya, untuk kedua orang tuanya tentu hal itu hanya akal-akalan Cucu saja. Dia malah lupa kalau masih punya orang tua.


"Mereka pasti nyesel telah mengantarkan kamu. Sekarang kamu bisa hidup enak. Tanpa biaya dari mereka. Kami nikmati saja Cucu. Ini adalah buah dari kesabaran kamu." Sang Nenek memerluk cucunya dengan bahagia tentu berbeda dengan Cucu yang tidak merasakan bahagia.


"Nek, ini bukan buah atas kesabaran Cucu, ini bukan keberuntungan Cucu, tetapi ini adalah awal dari kesulitan Cucu. Tangisan dari Cucu saat ini juga semakin kuat. Deon di samping Cucu pun hanya bisa diam membiarkan Cucu untuk mengungkapkan kesedihanya. Yah, laki-laki yang baru saja menyandang setatus suami itu mengira kalau Cucu memang mengingak kedua orang tuanya.


Sama dengan Cucu sebenarnya Deon juga hatinya sedang melow, mengingat kakak dan juga papahnya yang sudah meninggal. Acara pun terus bergulir, dari ijab kabul dan juga doa pernikahan sungkeman alakadarnya meminta doa restu pada sang kakek dan juga sang nenek. Setelah itu mereka menikmati prasmanan yang enak-enak. Mereka? Yah para tetangga yang mungkin tidak pernah makan enak sehingga sekalinya ada makanan yang enak dibagi secara gratis mereka membawa kantong besar untuk di bawa pulang ke rumah masing masing.


Kapan lagi Deon dalam mode baik, sehingga mereka benar-benar memanfaatkan itu semua.


"Apa kamu sudah siap?" tanya Deon dengan suara setengah berbisik, di balik daun telinga Cucu yang tengah menikmati makanan lezat itu.


Deon terkekeh dengan kelakuan istri barunya. "Ok baiklah istri nakalku. kamu makanlah yang banyak karena setelah ini aku ingin kamu memberikan perlayanan yang terbaik kepada aku, dan juga aku ingin kamu malam ini memberikan aku permainan empat kali agar utang-utang kamu cepat lunas," balas Deon kembali berbisik dengan dengan suara yang di buat seseksi mungkin.


Glekkk!! Cucu menelan makananya yang bahkan belum ia kunyah dengan halus.


"Hutang? Kapan aku berhutang dengan kamu?" tanya Cucu dengan wajah yang terlihat sangat  berbeda.


Deon menunjukan satu map berwarna merah. Cucu yang penasaran langsung  meletakan piring yang masih ada setengah menu makanannya, dan mengambil dengan kasar map itu dan membacanya dengan teliti. Kedua bola mata Cucu semakin melebar dan juga jantungnya seperti berhenti berdetak.


"Jadi ini semua hutang?" tanya Cucu, dengan suara bergetar dan juga rasa laparnya langsung menguai.

__ADS_1


"Tentu dong Sayang. Aku tidak mau mengeluarkan uang aku secara cuma-cuma semua harus kamu bayar. Dan cara bayarnya dengan tubuh kamu." Tangan Deon mulai memegang pundak Cucu dengan gerakan yang sensansional membuat bulu kuduk Cucu langsung merinding seketika.


"Kamu memang gila Deon. Aku benar-benar tidak tahu harus bilang apa lagi dengan kamu. Kamu adalah orang paling gila yang pernah aku temui. Kamu gila," racau Cucu sembari tertawa getir.


Bayangkan saja semua mas kawin yang dia sebutkan tadi di masukan kedalam hutang yang harus di bayarkan dengan tubuhnya. Makanan yang segala jenis kebutuhan menikah yang  hanya seperti itu tetapi dari catatannya yang ada dari rincian pengeluaran, bisa habis enam ratus juta, dan itu tentunya harus dia bayar dengan tubuhnya. Kalau dia datang bulan makan Juju akan kena denda yang harus di bayar dua kali lipat dengan permainan tubuhnya setelah selesai datang bulan. Udah gitu di poin paling bawah Deon tidak menginginkan anak dari pernikahan ini. dengan kata lain Cucu harus memasang alat kontrasepsi. Agar hubungan yang mereka jalani tidak membuahkan hasil.


Test... air mata Cucu kembali jatuh. Benar dugaanya bahwa ini adalah awal dari segudang masalah itu benar. Dengan tangan gemetar Cucu menutup map merah tersebut dan kembali memberikan pada Deon.


"Jadi berapa lama kira-kira aku akan menjadi budak s*k kamu? Untuk melunasi semua hutang-hutang aku yang aku tidak akui itu sebagai hutang?" tanya Cucu dengan tatapan yang sengit.


"Antara lima sampai sepuluh tahun, tergantung kamu setiap hari akan melayani aku berapa kali kalau kamu ingin cepat lunas maka kamu harus semakin sering melayani aku. Dan ingat kamu yang menawarkan tubuh kamu yang akan terhitung dalam pembayaran. Jadi jadilah wanita yang selalu menawarkan tubu kamu agar semuanya kamin cepat lunas." Deon terlalu senang bermain-main dengan Cucu. Apalagi melihat wajah Cucu yang penuh kemarahan, Deon sangat menyukainya.


Cucu memejamkan matanya dengan kuat dan menghirup nafasnya dengan dalam. Apa dalam pikira kamu hanya ada urusan tentang s*k?" tanya Cucu dengan mengeratkan gigi-giginya hingga bunyi gemelutuk.


"Iyah, dalam pikiran aku hanya bercinta, bercinta dan bercinta," aku Deon semakin senang memposisikan Cucu sebagai wanita yang tidak berdaya yang sudah masuk perangkapnya.


"Bagaimana cara agar aku bisa bebas dari kamu?" tanya Cucu dengan serius.


"Tidak ada, selain kamu menjadi istri yang nakaal untuk aku. Apa kamu sudah siap untuk percobaan pertama?" tanya Deon dengan suara yang di buat sangat menjijihkan di telinga Cucu.


"Oh ya Tuhan, kenapa aku di pertemukan dengan monster seperti Deon?" jerit Cucu dalam batinya.

__ADS_1


__ADS_2