
Anton sedang kesal, dia melemparkan lembaran dokumen proyek yg sedang dia kerjakan sehingga semua dokumen tersebar didalam ruangan kerjanya, sambil menendang kursi didepan meja kerjanya dia mengumpat dengan kemarahan.
jika saja bukan karena sesuatu alasan maka dia tidak akan sudi menjalani hidup bekerja seperti ini. dia lebih cocok untuk hidup ceria bersama gadis gadis cantik anak para konglomerat dengan berpesta dan menikmati liburan mewah diatas kapal yatch pribadi, sayangnya kehidupan itu saat ini jauh dari kenyataan.
alih alih bertemu gadis cantik, sekarang dia lebih sering bertemu dengan para mandor dan pekerja lapangan dengan baju yg basah oleh keringat dan bau badan mereka setelah hampir seharian bekerja dibawah sinar matahari, Anton merasa sangat muak.
Anton adalah anak pertama dari 3 bersaudara Robert Sanjaya Putra. namun ayahnya lebih memilih Adrian adiknya untuk mewarisi kedudukan sebagai pemimpin perusahaan multi nasional mereka, sedangkan dia harus bekerja dengan posisi layaknya karyawan biasa. sejujurnya Robert pernah akan berencana untuk memberikan tongkat kepemimpinan perusahaan kepadanya, Robert berharap sangat besar kepada Anton saat itu namun Anton mengecewakan nya dan akhirnya Adrian lah yg mewarisi tahta perusahaan multi nasional tersebut. dan Robert tidak salah karena Adrian lah perusahaan tersebut semakin besar dan maju.
__ADS_1
sebenarnya Anton seperti saat ini bukanlah sepenuhnya salahnya, ibu tercintanya Rosalinda Sanjaya Putra berperan besar dengan selalu bersikap melindungi dan selalu membela Anton apabila dia melakukan kesalahan, sehingga Anton tumbuh menjadi anak manja dan malas. Rosalinda selalu membanggakan bahwa Anton sangat tampan dan merupakan calon menantu yg potensial kepada para istri konglomerat yg memiliki anak gadis. Anton sangat mencintai ibunya baginya dikeluarga hanya ibunya yg selalu menyayangi nya dan selalu ada untuknya.
"sial...!!! jika saja Adrian tidak menyimpan rahasia berupa aib yg aq lakukan pada saat itu maka aq tidak akan sudi melakukan semua pekerjaan kotor ini" Anton sambil menendang meja kerjanya.
dia meringis kesakitan karena rupanya tendangan nya cukup keras sehingga kakinya merasakan efek kekuatan meja kerjanya, dengan sedikit terseok akhirnya dia menuju kursi dan menghempaskan badannya diatas kursi kerjanya. dia menekan tombol nomor panggilan cepat di handphone dan tak berapa lama terdengar nada sambung panggilan, tak lama kemudian terdengar suara diseberang.
"mama aq capek..!!, tak bisakah kau membantuku berbicara pada ayah dan Adrian untuk memberikanku cuti beberapa minggu agar aq bisa sedikit beristirahat dan berlibur untuk menyegarkan pikiranku" Anton
__ADS_1
"oohhh.. sayangku betapa malang nasibmu nak, tapi ibu sudah tidak akan bisa mempengaruhi ayahmu lagi sekarang, dia begitu marah padamu sehingga dia tak mau sedikitpun aq membicarakan tentangmu. kenapa kau tidak bilang saja kepada adikmu, ibu yakin dia pasti akan mengabulkan permintaanmu. bagaimanapun dia adalah adikmu, tidak mungkin dia tega" Rosalinda
"oohhhh ibu... apakah ibu lupa kalau ayah dan Adrian itu bagai dipinang dua. mana mungkin dia akan setuju mengenai hal tersebut. dia akan mengadukan ku pada ayah dan yg ada bukan nya liburan. ayah akan menambahkan lebih banyak proyek untuk ku kerjakan. aq sudah sangat bosan ibu....!!!!"
"oohh anakku yg malang.. baiklah ibu akan coba menghubungi Adrian untukmu. kebetulan minggu depan pamanmu akan merayakan ulang tahun pernikahan emas mereka. mungkin kau, Adrian dan Melda bisa datang bersama untuk memberikan ucapan selamat sambil kau bisa mengambil liburan.. bagaimana menurutmu..???" Rosalinda
"tolong cobalah ibu.., aq benar benar ingin keluar dari tempat ini" Anton
__ADS_1