Cinta Berselimut Dendam

Cinta Berselimut Dendam
Cinta Berselimut Dendam Bab 122


__ADS_3

Empat bulan kemudian....


Kehidupan Qari dan Alzam semakin bahagia terutama kehamilan yang sudah memasuki bulan kedelapan, dan itu tandanya satu bulan lagi Qari akan melahirkan anaknya. Alzam sendiri adalah;ah calon papah yang terbaik dari yang baik. Bagaimana tidak, meskipun yang Qari kandung adalah bukan darah dagingnya, tetapi dia selalu siaga dikala Qari menginginkan sesuatu, dan juga Alzam selamu mengajak berbicara anak yang di dalam kandungan Qari.


Bahkan ia tidak sekalipun melewatkan waktu kontrol Qari. Calon papah itu selalu menyepatkan waktunya untuk menemani Qari kontrol. Qari pun sampai detik ini masih ikut bekerja, bukan karena kekurangan ekonomi, tetapi ibu hamil itu benar-benar tidak mau lepas dari suaminya. Yah, di tempat kerja pun dia lebih banyak godain suaminya dari pada fokus dengan pekerjaanya. Bisa dibayangkan gimana jahilnya ibu hamil itu.


Tenang dia sudah punya asisten sendiri sehingga pekerjaanya akan selesai biarpun dia kerjaannya hanya gombalin akang suami. Paling juga Naqi yang setres karena adiknya.


Dokter Doni pun semakin galau, karena sampai empat bulan ini dia tidak bisa menemukan informasi di mana keberadaan mba Gatot. Bahkan dia sudah mencari mba Gatot ke segala penjuru, kalau bisa juga ia mencari ke lubang tikus, tetapi berhubung mba Gatot tidak mungkin sembunyi di lubang tikus makanya dia mencari di kota-kota besar saja. Doni sudah mencari di kota besar, tetapi belum juga menemukan keberadaan mba Gatot.


Deon, sudah empat bulan dia fokus dengan pekerjaanya, dan seperti perjanjian dengan Doni ia tidak mengganggu Alzam dan juga Qari. Eh, bukan tidak mengganggu, tetapi memang Deon selama empat bulan ini dia tidak menemukan keberadaan Qari. Entah dia sudah berganti anak buah berapa kali, tetapi semuanya bekerja tidak ada hasilnya. Bahkan ada yang menduga bahwa Qari itu sebenarnya sudah pindah ke luar negri.


Terlebih dari penelusuran Deon, Qari itu pernah kuliah dan tinggal di luar negri. Yah, sehingga Deon pun percaya kalau wanita yang jadi incaranya pun tinggal di luar negri saat ini. Yah, Deon semakin gila memang obsesinya ingin mendapatkan istri orang. Seperti sebuah penyakit ketika menginginkan sesuatu harus didapatkan meskipun dengan cara kotor.


Tangan Deon merogoh saku jasnya, dan mengambil benda pipih yang barusan saja bergetar. Kedua mata Deon pun melebar sempurna, ketika ada laporan dari anak buahnya.


[Tuan, kami sudah menemukan keberadaan wanita yang Anda cari. Bahkan kami memiliki kabar baik yang pasti akan membuat Anda bergembira.] Itu adalah bunyi pesan yang sedang Deon baca.


   Bibir seksi dan berwarna merah alami yang melengkung sempurna menggambarkan betapa bahagianya hati Deon saat ini.


Yes... Yes... akhirnya aku bisa menemukan Qari. Tidak  hanya Qari sebenarnya yang membuatnya bahagia. Hari ini mungkin adalah hari bahagia yang terjadi dalam hidup Deon. Gimana tidak atas kelicikanya dia juga sudah berhasil memindahkan dua perusahaan atas nama pribadinya.

__ADS_1


Tentu itu juga atas persetujuan Doni, karena Doni berpikir kalau Deon memang benar-benar tidak mengganggu Alzam dan Qari lagi. Cara Deon memang tepat sasaran, buktinya baru empat bulan dua perusahaan sudah bisa ia dapatkan. Sehingga kalaupun dia akan membangkang dan kembali ke cara lamanya Deon tidak akan jadi gelandangan seperti yang dikatakan oleh Doni, bahkan aset propertinya makin banyak. Dia sudah kaya sehingga tidak perlu lagi takut menjadi gelandangan.


Terus bagaimana nasibnya dengan Jec alias Jaka? Dia masih menjadi asisten pribadi Deon, meskipun mood berubah-rubah Deon berhasil membuat berat badan laki-laki itu turun hingga sepuluh kilo selama empat bulan ini. Laki-laki itu juga masih betah menjomblo, karena ternyata othor ngeprank dia yang katakanya mau di jodohkan dengan Qila.


"Awas kamu thor." Pov Jec. Sementara Othor tetap santai..


[Temui aku di kantor saat ini juga!!. Kalau memang kabar yang kamu berikan bebar-benar bagus, bonus sudah menati.] balas Deon. Meskipun ia sendiri belum yakin bahwa kabar yang akan dia terima adalah kabar yang benar-benar bagus sesuai yang ia mau, tetapi setidaknya ia yakin kalau orang suruhanya tidak akan mengecewakan.


Tidak butuh menunggu lama dua orang suruhan Deon pun datang. Sementara Jec yang sedang meeting bersama bosnya cukup terkejut dengan dua orang yang datang, mana tanpa ketuk pintu, sudah gitu penampilanya preman abis.


Pandangan Jec menatap dua orang itu dengan tatapan yang benar-benar menguliti dari kulit hingga tulang seolah di cabik-cabik oleh Jec.


"Yah, kamu keluar lah!! Aku ada urusan dengan dua orang ini," ucap Deon dengan nada yang serius.


Pikiran Jec sudah tidak beres, ia sangat curiga dengan apa yang sedang Deon lakukan, tetapi dia juga tidak bisa langsung bertanya, pasti Deon tidak akan berkata jujur.


"Tuan, pekerjaan aku masih banyak. Bagaimana kalau saya tetap di sini, silahkan Anda berbicara dengan orang-orang ini, dan saya akan pura-pura tidak mendengarnya," pinta Jec, sudah pasti Jec yang penasaran juga akan menggunakan momen ini untuk menguping dan mengetahui apa yang bosnya rencanakan.


"Jec, ini urusanku, kamu keluarlah, dan soal kerjaan itu bukanya bisa dikerjakan di dalam ruangan kamu, atau kalau tidak kamu tunda dulu. Pekerjaan itu tidak akan menangis sekalipun kamu tunda satu hari." Nada bicara Deon sudah mulai meninggi dan itu menandakan bahwa dia memang tidak ingin pembicaraan mereka diketahui oleh Jec.


"Oh, baik Tuan, saya akan bawa kerjaan ini ke ruangan saya." Jec pun merapihkan pekerjaan yang belum selesai, tentu dengan sengaja dia juga merapihkanya dengan gerakan yang pelan, dan mungkin saja dia akan menemukan informasi yang penting.

__ADS_1


Huh... sepertinya mereka sudah diberi kode dengan Deon sehingga selambat Jec merapihkan pekerjaanya tidak ada satu kata pun yang terucap dari bibir dua orang berkumis itu.


"Jec, apa kamu akan menggunakan jam kerja sampai habis hanya untuk merapihkan berkas itu?" desis Deon, yang laki-laki itu tahu kalau asistenya sedang memperlama untuk keluar.


"Oh, iya maaf Tuan, saya keluar sekarang," ulang Jec dengan gerakan yang tergesa.


"Seharusnya kamu sudah keluar dari sepuluh menit yang lalu," dengus Deon, sembari memberikan tatapan yang jengah.


Brak... suara pintu yang di tutup oleh Jec dengan sedikit keras.


"Asisten gila," upat Deon.


"Apa yang kalian bilang kabar bagus?" Deon tidak mau membuang-buang waktunya dengan dua orang yang tidak teralu penting.


Satu orang dengan penampilan rambut klimis dan kumis tebal pun maju dan memberikan ponsel, beserta foto dan di balik foto itu ada alamat yang pasti akan membuat hari-hari Deon berwarna.


Kabar apa Kira-kira?


...****************...


Selamat tahun baru, semoga kita semua semakin baik dari yang terbaik... 🙏

__ADS_1


__ADS_2