Cinta Berselimut Dendam

Cinta Berselimut Dendam
CBD #Episode 64


__ADS_3

"Aduh sayang kok jadi kayak gini?" protes Alzam yang wajahnya penuh tanda bibir dari sang istri yang barusan memberikan vitamin biar nggak mengantuk.


"Memang salah yah Sayang, itu kan tanda kalau aku cinta sama kamu," jawab Qari, wajahnya di bikin kembali sedih.


"Cinta sih Sayang tapi nggak gini juga, nanti kalau keluar malah malu dilihatin orang, kalau aku disangka gila malah jadi tidak bebas jalan-jalanya. Hapus yah?" bujuk Alzam dengan hati-hati, calon mahmud ini sedikit sensi.


"Ya udah tapi sebelum di hapus kamu di foto dulu dan bilang cinta, dan sayang sama aku buat video," ujar Qari dengan bibir kembali tersenyum jahil.


Alzam pun tidak mau kalah tersenyum dengan nakal. "Kalau aku tidak mau apa yang akan kamu lakukan, dasar istri nackal," dengus Alzam, ingin mengetes sebagai mana kenakalan istrinya yang bar-bar itu.


"Aku nggak akan memaksa karena itu hanya pilihan bukan keharusan yang harus dilakukan oleh kamu, dan aku akan kasih hadiah kalau kamu melakukanya, ataupun sebaliknya," jawab Qari pasrah. Benar-benar wanita ini memang sangat sulit di tebak, benar apa yang Jec katakan. Untuk memancing Qari itu sangat sulit karena dia memiliki sejuta penangkalnya.


"Jadi nggak ada tantangannya gitu," balas Alzam, sedikit kecewa, padahal ia berharap mungkin dia akan mendapatkan yang lebih gitu.


"Sebenarnya aku ingin memberikan yang lain, dan itu sangat sepesial, tetapi mengingat kita ini adalah suami istri yang tidak dibolehkan untuk melakukan nunu nana jadi aku takut kamu akan khilaf," ucap Qari dengan suara yang mendesis menggoda iman sang imam.


"Oh Tuhan, kenapa aku tadi izinkan Tantri pindah di mobil kakak ipar, rasanya aku nggak kuat kalau kelamaan menahan. Sayang bilangin sama kakek, buat icip-icip nggak apa-apa kan?" lirih Alzam, dia laki-laki  Akan sangat menyiksa rasanya ketika memiliki istri yang makin menggoda, tetapi hanya bisa bersolo karir di kamar mandi.


Qari terkekeh, tetapi akhirnya menghapus juga bekas lipstik yang dengan sengaja ia tinggalkan di wajah Alzam, dan tentu sebelumnya sudah ia foto dan seperti biasa ia akan unggah di laman sosial media milik pribadinya, yang tanpa Qari sadari ada teman yang sudah bekerja sama dengan Deon, sang predator yang ingin di pu-askan oleh Qari. Bahkan di dalam rumah sakit saja, ketika ia sedang pasrah dengan sakitnya, sang laki-laki yang biasa selalu di pu-askan oleh sang kupu, masih sempat memimpikan Qari datang dengan pakaian yang menggoda dan duduk pangkuannya.

__ADS_1


Di rumah sakit Deon langsung mendapatkan laporan dari sang penyusup yang menyamar sebagai teman. Eh salah sang teman yang ternyata dia adalah bekerja sama dengan Deon.


Gigi-gigi Deon kembali saling beradu, ketika Jec berusaha menutup akses Deon dengan Qari agar sang bos tidak semakin terjerumus dalam dendam yang tidak beralasan. Namun justru Deon malah semakin mendekat dengan Qari, mata-mata yang ia letakan di manapun demi selembar uang mereka terus mencari informasi dengan Qari, bahkan hubunganya dengan Alzam dan adiknya, mereka berlomba-lomba mencari informasi untuk Deon.


"Najma Qarina Orlin, kenapa kamu diciptakan Tuhan dengan sejuta pesona yang tidak bisa aku hindari. Qari menduga kalau dia mengaku bukan anak Luson, maka Deon akan melepaskannya, tetapi otak Deon ternyata kembali berputar dan berpikir kali ini justru ingin menjadikan Qari adalah wanitanya.


"Bukankah wanita itu bilang kalau dia bukan anak Luson, kalau begitu kalau aku culik dia untuk aku jadikan pe-muas ranjang tidak akan ada  yang marah kan, Aku membutuhkan dia untuk memuaskan hasratku," kekeh Deon sembari menatap wajah Qari yang dari pandanganya semakin terlihat cantik dan menggoda.


Mata Deon mengawasi tubuh Qari dari atas kebawah. "Kenapa aku melihat dia semakin berisi, apa mungkin gunung yang dulu hanya sebesar buah salak kini sudah menjelma menjadi sebuah durian yang besar."  Mata Deon terus tertuju pada benda yang pernah ia nikmati itu.


Deon menatap Jec yang masih serius bekerja, "Aku rasa aku tidak akan bisa mendapatkan informasi apapun dari laki-laki itu, aku akan mencari asisten khusus yang memata-mata wanita  milik ku," batin Deon rencananya semakin gila, dan akan terus menggila selama Qari akan terus bersama Alzam.


"Apa Anda merencanakan sesuatu lagi Tuan?" tanya Jec, laki-laki itu meskipun Deon tidak ingin melepaskannya, tetapi kelebihannya adalah ia bisa mengetahui rencana Deon tanpa Deon menceritakannya.


Deon menatap Jec, ia tahu berbohong sekali pun yang Deon lakukan, Jec juga akan tetap tahu, apalagi ini soal Qari, sudah jelas Deon akan sulit untuk menyembunyikan kebiasaan dari Jec.


"Aku ingin menculiknya dan menjadikan dia pemuasku, kalau perlu menyingkirkan laki-laki cacat itu," ucap Deon semakin yakin kalau rencananya akan berhasil. "Ia akan kembali ke luar negri hidup dengan Qari.


"Anda sebelum melakukanya cari tahu dulu siapa kakek dari wanita itu. Meskipun aku sudah tahu kalau Anda pasti sudah kenal dengan Tuan Latif," balas Jec, tangan dan pandangan matanya masih tetap fokus dengan kerjaannya.

__ADS_1


Lagi, Deon tersentak kaget, bahkan karena nafsu yang sudah memburu Deon sampai lupa kalau kekuatan kakeknya Qari tidak bisa diremehkan.


"Lalu gue harus diam dan menerima wanita itu melayani laki-laki cacat itu dengan suka rela, dan gue hanya menangis di pojokan dengan mengharapkan keajaiban dari Tuhan, kalau laki-laki itu akan mati, dan gue menggantikan posisinya?" bentak Deon, yah bahkan tentang sakit Alzam pun Deon sudah mengetahuinya. Hanya kehamilan Qari yang belum Deon tahu.


Apakah kalau Deon tahu tentang kehamilan Qari dan anak itu adalah anak hasil perbuatanya, ia akan kembali melancarkan aksi cadangan untuk merebut Qari dari Alzam, dan  mau tidak mau Qari akan terikat dengan Deon, dan ketika hal itu terjadi maka keinginan Deon akan terwujud? Mengingat Deon adalah laki-laki yang nekad. Ia akan rela melakukan apapun selagi ia mendapatkan keinginannya maka cara apapun akan ia lakukan.


"Anda bisa cari wanita lain Tuan. banyak wanita yang akan dengan senang hati menawarkan tubuhnya untuk bisa memuaskan Anda, jangan bermain api apabila tidak mau terbakar dengan sendirinya."


"Tidak ada wanita yang bisa melayani gue dengan sangat sempurna seperti wanita itu Jec, di adalah wanita pertama yang bisa memu-askan aku dengan sangat sempurna," balas Deon tanpa berpikir dulu untuk mencari jawabannya. Bahkan hal itu sudah  berlalu hampir tiga bulan, tetapi sentuhan Qari dan setiap hen-takan yang Qari buat untuk memuaskannya masih terasa dengan jelas. Itu yang membuat Deon tidak bisa berpaling dengan tubuh molek wanita lain.


Justru semakin besar tantangannya laki-laki itu semakin menginginkan Qari.


...****************...


Teman-teman sembari menunggu kelanjutan Qari dan Alzam, yukk mampir ke novel bestie othor...


Dijamin bikin baper dan ketagihan. Kuy ramaikan....


__ADS_1


__ADS_2