Cinta Berselimut Dendam

Cinta Berselimut Dendam
Cinta Berselimut Dendam #Episode 217


__ADS_3

Tahap demi tahap Deon lalui termasuk mengecek seluruh organ dalam, untuk memastikan bahwa tidak ada sakit yang berbahaya.


"Alhamdulillah akhirnya semua pemeriksaan bagus, dan itu tandanya kamu boleh pulang. Udah nggak betah banget aku di sini," celoteh Cucu sembari tak henti-hentinya dia mengucapkan hamdalah. Namun, hal yang berbeda justru Deon tunjukan laki-laki itu justru seolah merasakan tidak senang ketika dia akan pulang.


"Loh, kenapa aku lihat kamu tidak senang?" tanya Cucu sembari menatap Deon yang termenung menatap ke luar jendela.


"Menurut kamu kalau aku pergi gimana?" tanya Deon tanpa memalingkan pandangan matanya dari awan biru yang sedikit mengabu menandakan di luar sana tengah mendung.


Deg!! Cucu justru tersentak kaget dengan ucapa Deon. "Maksud kamu apa sih? Susah-susah aku nahan egoku untuk  bisa merawat kamu. Kamu pikir aku tidak marah dengan kamu? Aku marah, kesal dan juga benci sama kamu paska kamu lecehkan aku dengan hina. Namun semuanya aku tanggalkan demi menjaga kamu, agar kamu cepat sembuh. Kamu adalah suami aku. Ada pahala ketika aku merawat kamu, ada pahala juga ketika aku melayani kamu, ada pahala juga ketika aku membuat kamu bahagia itu sebabnya aku meninggalkan kemarahan aku demi membuat kamu bahagia. Tapi apa yang aku lakukan tidak membuat kamu bahagia?" tanya Cucu dengan suara bergetar dan juga mata yang memerah. Ingin Cucu marah, dan memaki lebih dari ini semua, tetapi dia tahu mental Deon sedang tidak baik-baik saja, itu sebabnya dia mencoba untuk tetap berbicara yang normal agar Deon tidak semakin depresi.


"Maaf kalau perlakuan aku membuat kamu setrauma ini. Aku memang laki-laki yang bodoh. Aku adalah laki-laki yang buruk perlakuanya, sehingga membuat kamu merasakan sakit ini. Aku minta maaf. Tapi aku tetap harus pergi setelah aku sehat aku harus pergi ke Jerman untuk mengurus bisnis peninggalan Papah yang sudah terbengkalai. Aku harap kamu mengerti kalau yang aku lakukan juga demi kebaikan kita semua." Deon pun menyampaikan dengan detail apa yang dia maksud. Karena Deon tahu Cucu itu ada salah paham.


"Oh kamu mau pergi ke Jerman, kenapa tidak bilang aku pikir kamu akan melakukan bunuh dirii lagi," gerundel Cucu dengan tertawa lebar dan wajah yang tidak jadi sedih.


"Tuh kan, kata aku jug apa kok ini anak ngomongnya ngelantur," balas Deon. Namun, beberapa menit kemudian Cucu kembali tersentak kaget.


"Hah, kamu mau ke Jerman? Itu jauh kan? Ngapaian kamu ke sana? Dan berapa hari di sana?" tanya Cucu tersentak kaget setelah dia sadar kalau sang suami akan pergi ke negara yang berbeda.


Deon pun yang tahu kalau Cucu baru sadar akan ucapanya hanya terkekeh dengan renyah. "Astaga jadi kamu tadi nggak sadar aku ngomong apa. Perjalanan bisa memakan waktu belasan jam, dan juga untuk pergi ke sana ada pekerjaan dan soal waktunya mungkin paling cepat tiga atau mungkin lima bulan," jawab Deon asal. Padahal laki-laki itu tidak tahu berapa rumit kekacauan yang terjadi di negara itu. Sehingga belum bisa memastikan berapa lama dia di sana.


"Hah... selama itu? Terus aku gimana dong kalau mau bayar utang," Ucap Cucu terus terang saja, biar Deon memikirkan ulang.


"Kamu bisa ikut? Biar hutang kamu cepat lunas," jawab Deon dengan suara yang menggoda soalah dia ingin buru-buru dapat cicilan dari Cucu.

__ADS_1


Cukup lama Cucu berdiam seolah dia tengah berpikir keras. "Kalau aku tidak ikut apa kamu akan marah? Apa kamu di sana akan cari wanita lain untuk melampiaskan hasrat bercinta kamu? Mengingat kamu tidak bisa hidup tanpa nunu nana?" tanya Cucu dengan suara yang kembali bergetar.


Deon justru kembali tertawa dengan renyah atas pertanyaan sang istri yang sudah terlihat ada bibit-bibit nakalnya. Pokoknya siapa pun sudah terkena virus tanam benih dari Deon maka dia akan tertular nakal.


"Dulu, mungkin iya. Aku akan mencari wanita lain untuk memenuhi keinginan batin ku. Tapi Jujur sejak akau mengenal Qari kamu boleh bertanya pada Jec. Tidak ada wanita yang aku jadikan pelampiasan lagi. terakhir adalah Qari dan sampai akhirnya gairahku bangkit lagi ketika melihat kamu, jadi kalau sekarang mana berani. Lagian pemain juga milih-milih tidak semua lubang mau di jajah. Hanya yang spesial yang aku mau, dan aku udah dapat dari kamu," ucap Deon membuat Cucu kesal karena dia adalah orang yang lemah iman.


"Kamu jangan baik-baik ke aku deh, karena aku adalah orang yang paling lemah kalau ada yang baik-baik ke aku. Mudah jatuh cinta. Aku takut nanti kalau aku jatuh cinta sama kamu malah kamu tinggalin," dengus Cucu dan tidak lama dengan itu dokter pun datang untuk melepas alat-alat yang menempel di tubuh Deon, dengan itu juga banyak pantrangan yang dokter katakan. Termasuk makan teratur dan jangan setres serta jangan minum-minuman keras, jangan merokok dan masih banyak 'jangan' yang lain yang membuat Cucu harus menghafal satu persatu peraturan itu karena  Cucu adalah perawat untuk Deon selama proses penyembuhan untuk memantau apa yang dokter katakan terlaksana dengan baik.


"Dokter tenang saja karena perawat aku lebih galak dari dokter sendiri jadi saya pastikan semuanya akan baik-baik saja," ucap Deon dengan mengedipkan sebelah matanya ke arah Cucu yang pura-pura nggak tahu.


"Ok baiklah kalau perawatnya seperti Nona Cucu kami percaya Anda pasti akan cepat sembuh," ucap Dokter dengan santai. Kini Deon dan Cucu pun sudah berada di dalam mobil.


"Ngomong-ngomong kapan kamu akan cicil utang kamu?" tanya Deon dia hanya mengetes Cucu.


"Tidak, apalagi kamu sudah mangkir hampir satu minggu kamu harusnya mencicil semakin sering agar bunga hutang-hutang kamu cepat lunas," goda Deon dengan memeluk pinggang Cucu yang ramping.


"Hemz, tapi kalau aku sendiri tidak ingin cepat lunas bagaimana?" goda Cucu dengan bermain rambut sang suami.


"Aku malah semakin senang. Itu tandanya bunga-bunga akan cicilan kamu akan semakin berkembang, berkembang dan berkembang," balas Deon sangat senang bermain dengan Cucu yang dia tahu kalau Cucu sudah jatuh cinta pada dirinya. Padahal yang Cucu lakukan adalah bentuk usahanya agar Deon bisa sembuh dari depresinya.


"Dasar reter'nir," dengus Cucu yang memejamkan matanya sembari menikmati sensasi perutnya yang diusap-usap oleh Deon dan sesekali diciumnya. Geli tapi Cucu menikmatinya.


Hingga wanita itu merasa kalau mobil yang dikemudikan oleh super Deon berjalan sangat lambat.

__ADS_1


********


Sedangkan di kantor yang megah. Jec pun sudah bersiap akan pulang ketika sudah mendapatkan kalau sang bos sudah pulang. Yah, laki-laki itu sudah memutuskan kalau malam ini dia akan kembali tidak akan pulang dulu. Laki-laki itu masih butuh waktu untuk menyiapkan semuanya. Hingga dia bisa berbicara dengan kepala dingin bersama Qila. Bicara dari hati ke hati hingga bertanya apa mau Qila. Apabila wanita itu ingin perceraian maka Jec tidak akan menghalanginya.


Laki-laki itu pun kini sudah membaik perutnya setelah minum obat dan juga makan, yah gara-gara kerja terlalu keras hingga dia lupa tidak makan. Eh, bukan kerja keras saja kok, tapi juga karena dalam pikiran dia terlalu banyak memikirkan masalah orang sampai dia lupa makan. Yah, masalah Deon dan juga Cucu serta masalah Qila dan juga Sam sampai-sampai dia sendiri lupa kalau beberapa waktu terakhir makan dia sangat terbengkalai.


"Kira-kira Bos Deon sama Cucu udah baikan belum yah, atau mereka masih kayak an-jing dan kucing. Enak sih kalau kayak anji-ng dan kucing. Aku ada tema ngobrol tapi kalau kalau sudah baikan aku di rumah itu cuma jadi nyamuk dong," gumam  Jec sepanjang perjalanan.


Bahkan laki-laki itu berdoa agar Deon dan Cucu jangan baikan dulu agar dia ada teman galau bersama. Namun sayang sepertinya doa Jec justru akan berbanding terbalik dengan kenyataanya.


Di mana dua pasangan itu sedang mencoba segera melunasi hutang-hutang Cucu yang semakin hari bunganya berjalan semakin besar. Kalau dulu Cucu akan marah dan juga kesal ketika hutangnya berbunga kini Justru Cucu semakin senang kalau hutang-hutangnya diberikan bunga justru Cucu yang mengusulkan kalau hutang dia berbunga. Aneh memang wanita itu.


Aneh memang, tetapi itulah ide Cucu agar terus terikat dengan Deon. Setidaknya sampai Deon percaya bahwa siapa yang mendekati dia tidak semuanya ingin memanfaatkan dia, seperti yang dikatakan oleh dokter Mila.


Kura-kura usaha Cucu berhasil tidak yah?


...****************...


Untuk Readers tercinta, other memang demen bercanda jadi kalau ada kata-kata yang disengaja ataupun tidak mohon dimaafkan yah...


Selamat menyambut bulan Ramadhan.


__ADS_1


__ADS_2