
Di saat Cucu dan Deon hubunganya semakin membaik baik Cucu maupun Deon yang mau mengoreksi diri masing-masing dan mencoba memperbaiki ikatan suci pernikahan. Beberbeda dengan Jec dan Qila. Contohnya malam ini Jec lebih memilih istirahat di ruangan Deon tidak pulang ke rumahnya. Laki-laki itu takut kalau malah dia akan terpancing marah dan kesal dengan sang istri. Sehingga tidur di kantor adalah yang menurutnya paling baik.
Sedangkan Qila yang tidak tahu apa-apa dengan Jec, malam hari belum juga tidur karena masih terpikirkan dengan keadaan Jec.
"Tidak biasanya Jec, jam segi belum pulang. Nomornya juga dari sore tidak aktif," batin Qila yang masih terjaga padahal jam sudah menunjukan tengah malah. Wanita itu pun tidak bisa tahu di mana Jec berada.
"Biasanya dia kalau ada sesuatu selalu mengabari aku, atau pun Meta dan Meta akan memberitahu aku, tapi kenapa hari ini dia tidak ada kabar apa-apa?" gumam Qila lagi dia masih terus memikirkan Jec. Bakan nomor Cucu dia tidak tahu. Padahal Qila ingin bertanya pada Cucu yang mungkin tahu di mana suaminya berada.
Sementara itu Jec yang memang ingin benar-benar istirahat setelah memastikan kondisi Deon baik-baik saja, mulai sore hari mematikan ponselnya dan dari habis Magrib laki-laki itu langsung tidur. Bahkan dia tidak juga makan dulu. Berharap dengan tidurnya dia bisa sedikit melupakan apa yang sekiranya terjadi di antara Qila dan dirinya. Jujur Jec dari pandangan pertama sudah cinta dengan Qila, tetapi perlakuan Qila perlahan membuatnya ingin menyerah dan hanya fokus dengan kehidupanya. Mengenai pernikahanya ia akan bicarakan dengan Qila tetapi tidak saat ini, dia masih terlalu pusing dan hanya ingin terfokus dengan pekerjaanya yang menggunung.
Sedangkan Qila di rumah masih terus bingung, dan juga berpikir takut terjadi sesuatu dengan Jec, tetapi sekaliupun dia lapor polisi tidak akan ada yang mau proses mengingat Jec belum hilang dua puluh empat jam.
Jec, kamu di mana sih? Aku bahkan tidak tahu kamu sebenarnya dalam kondisi baik-baik saja atau justru sebaliknya," batin Qila. Hingga wanita itu tidur di sofa ruang tamu.
Pagi hari menyapa, Qila yang ketiduran pun bangun dengan sedikit ada harapan kalau Jec pulang tapi kenyataanya Jec tidak juga pulang. Nomor ponselnya juga tidak bisa di hubungi. Qila yang memang selama tinggal dengan sang suami hampir tidak ada komunikasi pun tidak tahu di mana sang suami kerja. Sehingga untuk mengecek ke tempat kerjanya Qila juga tidak tahu.
Dengan tubuh yang masih berat karena kurang tidur dan juga cukup bingung dengan keberadaan Jec. Qila tetap kerja seperti biasa sebari terus mencaritahu di mana Jec. Setidaknya memastikan kalau tidak terjadi sesuatu yang dia khawatirkan.
Kembali seperti pagi hari kemarin Sam juga menghampiri Qila. Malah di pagi ini baru buka pintu rumahnya Qila sudah kaget dengan adanya mobil Sam. Sontak saja Qila merasa kurang nyaman dengan aksi Sam saat ini yang menurutnya sudah menyerang profesinya.
__ADS_1
"Sam, kamu ngapain sih di sini? Kamu sudah keterlaluan tahu nggak. Nanti kalau Jec pulang dan lihat kamu yang ada dia akan berpikir macam-macam. Kamu jangan bikin aku semakin sulit. Kamu udah keterlaluan tahu nggak Sam," ucap Qila begitu Sam ada di hadapanya dengan suara yang ditahan agar tidak ada yang mendengar selain Sam.
"Aku datang ke sini hanya ingin mengantar kamu kerja. Ada yang pengin aku bicarakan," balas Sam, dengan tatapan yang mengiba. Namun, buru-buru Qila menggelengkan kepalanya.
"Tidak usah Sam, aku bisa berangkat kerja sendiri dan soal kamu mau ngomong. Ngomonga apa? Bisa di sini, aku nggak mau nanti ada ucapan yang aneh-aneh kalau kamu mengantar kerja aku," tolak Qila dengan tegas. Tubuhnya yang lelah karena memikirkan Jec yang tidak kunjung pulang. Malah dia harus ditambah dengan adanya Sam yang membuat kepalanya berdenyut.
"Hanya sekali Qila. Kenapa kamu kayaknya takut banget dengan Jec. Apa dia melarang kamu untuk bergaul dengan yang lain terutama laki-laki. Apa dia takut kalah saing jadi dia melarang kamu untuk menjalin hubungan aku dan kamu," balas Sam, kembali memprovokasi Qila yang Sam seolah tahu kalau wanita itu sedang ada dalam masalah.
"Sam, tolong lah, ini bukan soal Jec mengizinkan aku atau tidak, tapi aku punya masalah sendiri yang tidak perlu orang lain tahu. Apalagi kamu," balas Qila. yang secara terus terang atau tidak, justru Qila seolah mengabarkan pada Sam bahwa memang dia dan Jec sedang ada masalah yang berat untuk meninggalkanya.
"Tuh kan, apa tebakan aku kamu selalu di hadapi oleh segudang masalah. Aku tahu kalau kamu dan Jec itu tidak bahagia. Sudah sih Qila. Semakin kamu bertahan makan kamu akan semakin sulit," balas Jec dengan semakin membuat Qila teracuni.
"Qila tunggu, aku antar lagian naik motor nggak aman." Sam segera meraih tangan Qila yang sudah hampir masuk lagi untuk mengambil kendaraan meticnya. Qila pun memejamkan matanya dengan kuat karena tahu Sam itu sangat sulit untuk di nasihati.
"Sam, kalau aku belum menikah mungkin aku akan senang ketika kamu menawarkan niat baik ini, tapi posisinya saat ini aku sudah menikah. Kita sudah tidak ada hubungan apa-apa tolong kamu mengerti ada di posisiku. Aku sangat tertekan dengan adanya kamu," balas Qila dengan wajah yang merah padam menahan kekesalanya. Dia memikirkan suaminya saja sudah sangat pusing ditambah dengan adanya Sam yang bahkan bisa tahu rumahnya cukup membuat dia bertanduk dipagi hari.
"Jadi kalau kamu dan suami kamu sudah bercerai aku boleh kembalu mengejar kamu?" tanya Sam yang seolah mendapatkan angin segar di dalam dirinya.
"Yah, itu kalau memang terjadi. Tapi jodoh dan maut semuanya sudah diatur sama Allah, jadi kalau memang kita tidak ada jodoh aku rasa kamu belajar ikhlas karena sekuat apapun kamu mengejar yang ada kamu hanya sakit hati," balas Qila sebelum dirinya benar-benar pergi meninggalkan Sam sendirian dengan senyum merekahnya.
__ADS_1
"Kita tunggu Qila, tunggu saja kita pasti tetap ada jodoh," balas Sam dengan yakin.
Sedangkan itu di lain tempat Jec baru terbangun di pukul tujuh pagi, tubuhnya jauh lebih enak karena tidur yang cukup nyenyak. Langkah pertama pasti mengambil ponselnya dan mengecek bagaimana perkembangan bosnya. Namun, laki-laki itu cukup terkejut ketika tahu betapa banyaknya panggilan masuk dari Qila, dan juga banyak pesan dari wanita yang menyandang setatus istri itu.
Ternyata kejutan tidak hanya sampai di situ. Jec justri di kagetkan dengn pesan nomor asing yang dia beri nama tim pembinor. Yah, di pagi masih buta, buta menurut Jec karena baru bangun tidur. Sudah dikirimkan gambar laki-laki itu dan Qila yang nampak sedang bergandengan tangan dengan mesra. Oh tidak sampai di situ saja ternyata laki-laki itu juga mengirimkan pesan suara yang menambah Jec jadi makin kesal.
"Sam, kalau aku belum menikah mungkin aku akan senang ketika kamu menawarkan niat baik ini, tapi posisinya saat ini aku sudah menikah. Kita sudah tidak ada hubungan apa-apa tolong kamu mengerti ada di posisiku. Aku sangat tertekan dengan adanya kamu."
"Jadi kalau kamu dan suami kamu sudah bercerai aku boleh kembalu mengejar kamu?"
"Yah." Sengaja pengirim. pesan itu memotong suara Qila, sehingga membuat Jec cukup kesal.
Niat awal dia ingin menghubungi Qila, mengabarkan akan dirinya yang u baik-baik saja, tapi rasanya Jec tidak ingin melakukanya. Biarkan toh yang Qila lakukan hanya sebatas iseng. Jec pun dengan malas langsung melanjutkan ke kamar mandi dan kembali bekerja.
Laki-laki itu sudah putuskan tidak menghubungi sang istri, dia akan lebih terkokus dengan pekerjaanya. Tentu setelah laki-laki itu tahu kalau kondisi Deon semakin membaik. Iya lah perawatnya saja bukan saja menjaga semuanya tapi juga menjaga hatinya.
Justru Cucu baru saja mengirimkan kabar kalau Deon hari ini ada check up untuk keseluruhan dan apabila hasilnya baik maka Deon akan pulang di sore harinya. Jec pun bersyukur karena itu tandanya dia bisa numpang tidur di rumah bosnya itu. Sebenarnya ada apartemen tapi laki-laki itu terlalu malasan dan tidak ingin tinggal di apartemenya lebih memilih tinggal di kantor yang tidak harus menghabiskan berlama-lama di jalan.
"Aduh perut aku kok sakit yah, aku lupa dari semalam aku belum makan," gumam Jec sembai memegang perutnya yang terasa perih dan juga mual.
__ADS_1
#Nah kan Jec, kamu teledor sih...