Cinta Berselimut Dendam

Cinta Berselimut Dendam
Cinta Berselimut Dendam bab 184


__ADS_3

"Jec, aku mau menikah dengan kamu. Tetap tinggal di sini, karena aku takut sendiri," ucap Qila dengan tegas akhirnya berani mengatakan kejujuran.


"Kamu jangan gegabah Qila, menikah itu tidak setahun dua tahun, tapi seumur hidup aku takut nanti malah kamu tidak bahagia menikah dengan aku. Lebih baik kamu batalkan pernikahan ini," imbuh Jec kali ini justru laki-laki itu yang seolah ragu.


"Tidak Jec aku sudah yakin, aku yakin kamu orang baik yang bisa melindungi aku. Tetap di sini aku butuh kamu." Cucu menatap iba pada Jec, dan meminta untuk tetap bertahan di sampingnya.


"Aku akan datang lagi nanti, saat ini aku harus mengantarkan Cucu," balas Jec, dan Qila pun hanya pasrah membiarkan Jec pergi.


Sementara Jec pastinya setelah pintu tertutup dia mengembangkan senyumnya dengan penuh arti, dan kini Jec pun berjalan menemui Cucu yang sedang duduk di kursi tunggu.


"Lama banget sih, ngapain lagi cewek itu?" tanya Cucu, padahal dia dalam keadaan menunduk dan tubuh di condongkan ke depan, tetapi hebatnya dia tahu kalau yang datang adalah Jec.


"Kok tahu sih, kalau aku yang datang," balas Jec dengan mengambil duduk di samping Cucu.


"Ketahuan lagi, kamu baunya beda kayak bunga tujuh rupa," balas Cucu sebari tertawa dengan renyah.

__ADS_1


"Kurang ajar aku Mr Kun-kun dong."


"Terserah lah, tadi ngapain miss Qila itu manggil kamu lagi?" tanya Cucu dengan penasaran.


"Dia mau nikah dengan aku," balas Jec dengan menunjukan wajah santainya.


"Hah... serius, dia akhirnya mau nikah sama kamu?" tanya Cucu dengan antusias.


"Iya lah, nyesal dia kalau sampai nolak aku yang tampan dan sempurna, dan paripurna seperti ini," ucap Jec dengan menuji dii sendiri.


"Ya udah yuk aku antar kamu sekarang saja, soalnya aku tidak punya uang untuk bayar kamu lagi," kelakar Jec dan kini Cucu dan Jec pun berjalan bersamaan untuk pulang  ke rumah neneknya Cucu.


"Sue, padahal berharap dapat lima puluh juta lagi," cicit Cucu sembari berjalan mengimbangi langkah Jec.


Jec pun hanya tertawa renyah dengan kelakuan Cucu.

__ADS_1


"Nyesel kamu Bos, kalau nggak mau nikah sama nih cewek. Lebih bar-bar dari Qari," gumam Jec.


*****


Sementara itu di bandara, seorang laki-laki dengan setelan santai dan juga kaca mata hitam bertengger di hidungya yang mancung, dengan wajah yang tampan berhasil menarik perhatian cewek-cewek yang ada di bandara.


"Akhirnya setelah hampir satu tahun aku di Singapur, bisa kembali ke Jakarta dengan kondisi yang jauh lebih baik," gumam laki-laki rupawan itu. Yah, dia adalah dokter Sam, yang  sepat pulang mengikuti orang tuanya tinggal yaitu di Singapura, dan setelah sembuh paska kecelakaan itu kini Sam datang lagi ke Jakarta untuk  menerima panggilan kerja.


"Kira-kira Qila masih ada di sini tidak yah? Aku sudah lama tidak berkomunikasi dengan Naqi. Ah, nanti aku coba cari dengan bertanya pada Naqi, aku kangen banget sama anak itu. Mudah-mudahan dia belum punya kekasih,"  ucap Sam. Kini laki-laki yang berprofesi sebagai dokter pun meninggalkan bandara dengan menggunakan taxi.


Besar harapan Sam pastinya bisa bertemu juga dengan Qila dan memperbaiki kesalahanya. Sam, masih sangat yakin kalau Qila masih menyayanginya.


"Mudah-mudahan saja niat baikku untuk memperbaiki hubungan dengan Qila juga tersampaikan." Yah, alasan Sam menerima panggilan othor untuk kembali ke sini adalah untuk memperbaiki hubungan dengan Qila.


#Jec siapkan pegangan Jec badaii sebentar lagi menghadang.

__ADS_1


__ADS_2