
Aris segera menutup semua pekerjaan yg sedang diurusnya sesaat setelah menerima panggilan personal dari ruangan tuan muda nya dan bergegas menuju ruangan nya karena dia tahu tuan muda tidak suka menunggu atau menunda waktu apabila ada hal hal penting yg sedang terjadi, hal ini lah yg membuat Aris harus selalu waspada hampir 20 jam sehari bahkan dalam tidurpun sepertinya otak nya masih bekerja untuk memproses semua informasi yg berhubungan dengan tuan muda Adrian.
didepan ruangan tuan muda terdapat meja 2 orang sekertaris yg selalu siap untuk menerima perintah dan mengurus semua hal hal yg diperlukan tuan muda Adrian. saat melangkah menuju pintu Aris melihat 3 wanita segera memberi salam dan membungkuk kepada nya, wajar saja Aris adalah personal assistant merangkap body guard bagi tuan muda Adrian, posisi nya hampir sama penting nya dengan tuan muda Adrian bahkan terdapat rumor tuan muda Adrian lebih mempercayai dia daripada saudara kandungnya.
langkahnya terhenti tepat didepan pintu, alih alih membuka pintu Aris membalik badan nya dan menatap tajam para wanita didepan nya
"siapa wanita ini, kenapa aq baru melihatnya disini" Aris bertanya kepada salah satu dari mereka sambil memberikan isyarat tunjuk kepada seorang wanita cantik berwajah keibuan yg berdiri disamping wanita lainnya.
Donna sang sekertaris senior segera menjawab, "mohon maafkan saya tuan Aris, saya belum sempat membawa nya untuk bertemu dengan anda, dia adalah sekertaris junior baru yg kami pekerjakan sesuai dengan permintaan tuan muda Adrian"
__ADS_1
sambil memberi tanda Donna meminta Rosie sang sekertaris baru untuk maju memperkenalkan diri kepada tuan Aris.
"selamat pagi Tuan, nama saya Rosie dan saya akan berusaha yg terbaik untuk bekerja di perusahaan ini" Rosie sambil membungkuk hormat sekali lagi.
Aris menatapnya dengan tatapan tajam seolah sedang mencari sesuatu dari dalam diri Rosie "eeehhhmm.... dia cukup cantik dan berpenampilan baik, semoga dia memiliki kemampuan dan otak yg lebih agar dia bisa bertahan bekerja disini. karena aq tidak akan membuang buang waktu untuk orang yg tidak pantas bekerja dengan perusahaan ini"
"baiklah kita akan coba sejauh mana kemampuannya, apabila dia tidak mampu segera gantikan dirinya dengan kandidat lain" Aris berkata sambil membalik badan dan berlalu membuka pintu ruang tuan muda Adrian.
terdengar suara helaan nafas lega dari ke 3 wanita yg berdiri dengan sikap siaga setelah memastikan bahwa tuan Aris telah memasuki ruangan tuan muda Adrian dengan meninggalkan suara pintu tertutup.
__ADS_1
"ya tuhan... kenapa setiap dia berhenti dan memberi perintah kepada kami jantungku serasa ingin lepas" ujar dian sambil mengelus elus dadanya.
Donna hanya tersenyum, dia tahu walaupun sudah lebih dari 3 tahun dia bekerja disini dia pun masih sering merasakan perasaan yg sama dengan Dian rekan sekerja nya sebelum Rosie bergabung dengan mereka.
"Rosie tolong ingatlah, tuan muda Adrian dan tuan Aris tidak suka orang bergosip. berusahalah untuk selalu fokus dan bekerja dengan cepat, temukan selalu cara yg praktis dalam menyelesaikan masalah. karena baik tuan muda Adrian dan tuan Aris sang Penjaga tidak suka sesuatu yg ribet dan ber tele tele. selalu menjaga sikap dan jangan menyela walaupun kau tahu mereka tidak selalu benar, tundukkan wajahmu dan segera lah pergi apabila mereka mengizinkan. dan berhati hatilah terhadap tuan Aris sang Penjaga, matanya bisa menembus dan membaca pikiranmu bahkan sebelum kau menyadarinya. dia adalah mantan tentara satuan khusus dinegeri kita dan kemampuan nya tidak diragukan lagi" Donna menjelaskan kepada Rosie
"baik Donna akan selalu kuingat pesanmu"
"sang Penjaga... aq rasa itu nama yg cocok untuknya" Rosie
__ADS_1