
nada telepon berdering lembut namun cukup membuat Adrian terkejut dari lamunannya. akhir akhir ini pikirannya penuh dengan banyak pekerjaan dan proyek yg harus segera dia putuskan. belum lagi berbagai permasalahan dirumah yg dirasakan lebih pelik dari mengerjakan 10 proyek dengan nilai triliyun an.
Adrian adalah Pria muda tampan idaman para wanita, diusianya yang baru menginjak 26 tahun dia telah menjadi pimpinan perusaan besar yg diwariskan oleh ayahnya. sebenarnya sebelum Adrian memegang bisnis tersebut usaha ayahnya tidak lah terlalu besar namun semua orang mengenal kepiawaian Robert Sanjaya Putra dalam ber negoisasi dengan para pelaku bisnis. ditangan Adrian lah perusahaan Robert berkembang dengan sangat pesat sehingga menjadi salah satu perusahaan yg memiliki lini terbesar dalam setiap usaha di negeri ini.
tak terhitung berapa anak perusahaan yg berhasil dikuasai oleh Adrian dengan kepiawaian dalam bisnis dan strategi pengembangan usaha.
Adrian memiliki seorang kakak laki laki dan seorang adik perempuan yg sangat disayangi nya. berbeda dengan Adrian Sanjaya Putra kakak lelaki nya yg bernama Anton Sanjaya Putra bukanlah seorang pebisnis dia adalah orang yg akan lebih membawa kehancuran kepada keluarga Sanjaya Putra.
Setelah bertahun tahun menghamburkan uang orang tuanya dengan alasan kuliah di universitas bergengsi di Inggris Anton kembali pulang tanpa membawa gelar. hal itu disebabkan karena dia dikeluarkan secara paksa atau drop out dari sekolahnya. selama berada di Inggris Anton memang tidak berniat untuk belajar, dia hanya ingin bersenang senang dan jauh dari Ayahnya yg menurut dia sangat serius serta menjengkelkan.
__ADS_1
walaupun Robert sangat marah kepada Anton namun dia selalu diselamatkan oleh ibunya dengan alasan bahwa Robert terlalu keras dalam mendidiknya.
Robert menyerah dengan sikap Anton dan tidak mengambil pusing hal tersebut, dia fokus kepada Adrian dan Melda anak gadisnya karena dia melihat bahwa Adrian akan menjadi pebisnis ulung dengan kepintaran dan kharisma dirinya. dan Robert membuat keputusan yg benar, Adrian dengan panduan dan dukungan Robert bersekolah di Melbourne Australia dan setelah lulus dia terjun langsung membantu ayahnya untuk membesarkan perusahaan yg telah dirintis oleh Robert. dan mereka berdua sukses.
telepon berdering lagi dan Adrian kembali ke kehidupan nyata.
"aq belum bisa memastikan akan datang ibu, tapi aq pasti akan datang apabila tidak ada halangan maupun masalah dengan pekerjaan disini" Adrian
"baiklah ibu aq akan segera berkabar, titip salam dan peluk untuk ayah, nikmatilah liburan kalian. sampai jumpa segera" Adrian
__ADS_1
menarik nafas panjang, ibunya selalu saja punya segudang kegiatan untuk Adrian yg dia atur tanpa persetujuan dulu darinya. Adrian tahu bahwa ibunya ingin agar Adrian segera menikah dan memiliki anak namun dengan perusahaan yg memerlukan fokus dan memang saat ini Adrian benar benar tidak tertarik untuk menjalin hubungan percintaan serius dengan siapapun.
bukannya tidak ada gadis yg cukup untuknya, hanya saja dia merasa gadis gadis yg selama ini dia kenal dan dia ajak berkencan bukan lah gadis yg di inginkan hatinya jadi ketimbang dia pusing maka dia mencurahkan seluruh tenaganya untuk membangun kerajaan bisnis ayahnya karena dia yg akan menjadi pewaris tahta seluruh perusahaan tersebut.
Adrian menarik nafas lagi,...
"Ari, segera ke ruangan ku ada yg ingin ku diskusikan denganmu" Adrian melalui sambungan line pribadi
"baik tuan muda saya segera kesana" Aris - personal assistant Adrian Sanjaya Putra
__ADS_1