
kakiku langsung lemas dan tanganku gemetar mendengar penjelasan ibu Darmi, air mataku bercucuran. ingin rasanya aq langsung terbang pulang saat ini. Aisha mendekatiku dqn langsung memelukku. sambungan telepon terputus dan tangisku making pilu.
"Meigie.. sepertinya kau harus pulang saat ini dan berada disana bersama mereka." Aisha
"tapi bagaimana caranya..!!?? laporan belum selesai dan uangku masih belum cukup untuk pulang pergi." Meigie semakin menangis pilu
"pakai kartu kreditku, ayo kita cari penerbangan malam ini. kau bisa pakai dahulu dan jangan pikirkan yg penting kau harus pulang saat ini" Aisha
"Aisha bisakah seperti itu, izinkan aku meminjamnya beberapa saat, aq berjanji akan menggantinya segera" Meigie
"aahhh.. sudahlah itu hal mudah, jangan terlalu dipikirkan. ayo kita segera cari tiket online untukmu" Aisha
__ADS_1
kami membuka beberapa situs penjualan tiket online dan mendapatkan 1 penerbangan yg untuk esok dini hari jam 4 pagi. tanpa pikir panjang Aisha segera membayar tiket tersebut dan aq mulai bersiap2 untuk pergi. kutuliskan surat izin resmi kepada kampus dan kutitipkan kepada Aisha agar besok dia bisa menyerahkan nya pada dosen pembimbingku.
kami tidak tidur semalaman menunggu waktu keberangkatanku, kutahan Aisha untuk ikut mengantarku ke bandara karena masih terlalu pagi dan dia belum tidur semalaman. kupeluk dia sebelum memasuki taksi menuju bandara dan kuucapkan sekali lagi rasa terima kasihku atas bantuannya.
setiba dibandara surabaya aq langsung menghubungi kembali Ibu Darmi, kudengar suaranya serak namun berusaha tenang, perasaanku semakin tidak karuan. ibu memintaku untuk pulang ke Rumah Kasih terlebih dahulu, aq bertanya apakah aq bisa kerumah sakit langsung namun ibu memaksa ku untuk mampir kerumah dahulu, akhirnya kupesan taksi menuju Rumah Kasih.
setibanya di Rumah Kasih orang pertama yg kulihat adalah Rangga yg langsung berlari memeluk diriku dengan erat, aq bertanya bagaimana keadaan Rosie dan dia hanya menangis, aq semakin gemetaran saat kulihat ibu Darmi muncul dan memelukku sambil menangis. kabar duka itu nyata, Rosie pergi setelah beberapa waktu dokter berjuang untuk menyelamatkan nya.
Rangga harus memapahku untuk masuk kedalam rumah karena kakiku sangat lemas, aq bahkan merasa tak sanggup berdiri, setelah beberapa saat aq merasa sedikit tenang aq menanyakan kepada ibu Darmi dimana Rosie saat ini.
"dia masih ada dirumah sakit dan akan dikubur sore ini" Darmi
__ADS_1
"berarti kita harus bersiap2 sekarang.." Meigie
"nak apakah kau yakin untuk ikut..??" Darmi
"iya ibu.. aq akan berusaha kuat, aq ingin melihatnya untuk yg terakhir kali. ibu tahu kemarin aq masih berbicara dengannya dan saat ini dia sudah tidak ada lagi..!!" Meigie menangis lagi
setelah semua persiapan selesai kami berangkat menuju rumah duka tempat Rosie disemayamkan sebelum dikubur. setibanya disana pak pendeta sudah bersiap untuk memimpin doa, Meigie berjalan menuju peti yg menyimpan tubuh Rosie.
"oohh.. Rosieku.. kenapa kau pergi secepat ini, kau melupakan semua janji dan mimpi mimpi yg kita bangun bersama..kenapa kau melakukan ini..?? lihatlah dirimu kau bahkan terlihat seperti tidur.., bangunlah Rosie dan katakan padaku ini hanya mimpi..!!! tolonglah bangun aq sangat merindukanmu" Meigie
peti ditutup dan dibawa menuju tempat peristarahatan terakhir Rosie. saat melihat peti mulai ditimbun dengan tanah Meigie sudah tidak tahan dan jatuh pingsan.
__ADS_1