
Melda melambaikan tangannya saat dia melihat pak Hendra sopir pribadi keluarganya sedang menebar pandangan untuk mencarinya. setelah berbicara sedikit dengan teman sekelasnya Melda berlari lari kecil mendekati pak Hendra.
"selamat siang nona Melda, apakah sudah siap untuk pulang atau saya harus menunggu beberapa saat lagi" pak Hendra
"langsung pergi saja pak, saya sudah tidak ada urusan penting lagi disekolah hari ini, jadi pak Hendra tak perlu kawatir" Melda sambil berseringai
"baik nona klo begitu kemon kita cuzzz pergi" pak Hendra sambil membuka pintu untuk Melda
"ha..ha..ha.. baiklah pak. kemon kita cuzzzz" Melda sambil tertawa mendengar pak Hendra
"Non.. kita langsung pulang apa nona mau mampir dulu ke toko buku..??" pak Hendra sambil melihat nona mudanya melalui kaca spion didalam mobil.
"enaknya gimana ya pak Hendra..,,? papa dan mama sedang liburan. Kak Anton dan Kak Adrian bekerja. Melda malas dirumah sendiri saja" Melda
__ADS_1
"eeehhh.. mana mungkin sendiri, khan ada bik Ina, bik Resi, mba Ayu, mas Kadir dirumah. banyak orang koq bilang nya sendirian" pak Hendra
"iya.. tapi mereka sibuk sendiri, paling mereka nanya. mau makan apa..?? nona istirahat saja dikamar. atau nona ditaman saja baca buku.. bibik mau lanjut kerja. khan sama saja pak Hendra rasanya seperti sendirian" Melda
"trus gimana dunk sekarang.. apa mau jalan jalan dulu di mall, saya yg temani biar ga bosan dirumah" pak Hendra sambil tersenyum
"aah malas aah jalan sama pak Hendra, suka ga nyambung" Melda sambil nyengir kuda
"weleh.. weleh.. ya maklum nona muda laahh pak Hendra kan lahir dizaman kompeni he.. he.. he.. ga paham sama yg nona omongin kadang kadang" pak Hendra sambil tertawa lebar
"Wah bener nona muda, coba telpon dulu tuan muda Adrian sapa tahu beliau belum makan" pak Hendra
Melda mulai menekan panggilan cepat ke no Adrian, tak beberapa saat kemudian telepon nya berdering dan terdengar suara kakak nya diseberang.
__ADS_1
"hi.. Peri Kecil, kau sudah pulang sekolah..?? sedang apa sekarang" Adrian terdengar bersemangat
"sedang menelepon kakak ku tercinta" jawab Melda dengan sumringah
"ha..ha..ha.. gadis nakal, sudah berani ya menjawab kakakmu dengan jawaban mu itu" Adrian tertawa lebar
"katakan ada perlu apa.? kau pastinya kangen dengan kakakmu ini"
"benar...!!! aq datang ya 20 menit lagi untuk makan siang, kosong kan jadwalmu aq akan segera datang dan jangan banyak alasan dgn meeting meeting itu, aq ga mau tahu.. titik." Melda dengan intonasi mengancam.
"wow..!! peri kecilku sudah mulai galak sekarang. baiklah aq akan bersiap sekarang. bilang ke pak Hendra dia bisa langsung pulang, aq akan mengantarmu pulang nanti" Hendra
Melda adalah anak paling bungsu dan satu satunya anak gadis keluarga Sanjaya Putra, dia bagaikan mutiara keluarga. semua menyayangi nya terutama Adrian baginya Melda adalah Peri Kecil nya yg selalu membawa suasana segar didalam keluarga.
__ADS_1
jangan tanyakan bagaimana sayangnya Adrian kepada Melda karena Adrian adalah orang yg sangat terkenal dengan sikap dingin nya bagaikan es, banyak orang yg sering takit dan salah tingkah hanya karena pandangan dingin matanya. namun hal itu akan berubah total apabila Melda hadir disana.
semenjak Adrian mengambil alih perusahaan semakin jarang mereka memilki waktu bersama, Adrian tahu Melda sering merasa kesepian dirumah apalagi saat ini ayah dan ibunya sedang pergi berlibur.