
Seluruh meja di Cafe Luna dipenuhi pelanggan, terdengar canda tawa dari beberapa meja menandakan bahwa mereka menikmati waktu yg mereka habiskan di tempat ini, bagiku sangat wajar. Mr. Peter pemilik tempat ini adalah pebisnis yg handal, aq banyak belajar dari dia bagaimana menjalankan bisnis makanan ditengah banyaknya persaingan antar cafe dan restaurant disekitar.
Cafe Luna memang tempat yang nyaman bagaikan pulang kerumah dan menikmati masakan ala rumahan. menu yg kami tawarkan tidak terlalu banyak besar jumlahnya namun sudah mewakili semua aspek makanan sehingga pelanggan bisa memilih dengan menu yg ramping dan enak.
selain itu kami juga menyediakan beberapa minuman beralkohol ringan bagi pelanggan yg ingin menikmati santapan bersama minuman special.
jarum jam sudah menunjukkan pukul 5 sore, ada beberapa pelanggan sudah meninggalkan meja dan membayar tagihan mereka sedangkan beberapa pelanggan baru datang untuk memesan menu santap malam. janet pergi ke staff area untuk beristirahat dan makan sebelum dia kembali untuk menyelesaikan beberapa jam kerjanya yg masih tersisa. Jack dan Sam sedang berkeliling menyapa beberapa tamu dan kadang pergi ke dapur untuk mengambil pesanan sedangkan Mr. Peter didampingi Anna kasir Cafe Luna sedang sibuk menghitung pendapatan pada saat makan siang.
__ADS_1
aq sendiri sedang merapikan area service agar memudahkan bagi kami bekerja nantinya apabila malam ini juga rame. pada saat sedang sibuk membersihkan beberapa botol saus yg belepotan tiba tiba tercium aroma yg sangat harum menyapa hidungku dan pada saat ku menoleh kearah pintu masuk Cafe Luna telah berdiri seorang pria yg sangat tampan
(astaga... apakah ini benar benar pria atau malaikat yg tidak sengaja jatuh kebumi) aq tertegun entah untuk berapa lama memandangi pria tersebut hingga kudengar dia mengeluarkan suara tidak nyaman karena aq hanya terpaku bagai patung memandangi nya. jangan salahkan diriku yg agak norak dan lepas kendali, salahkan lah alam kenapa menciptakan pria dengan kesempurnaan seperti ini.
setelah tersadar aq bergegas mendekatinya
"saya belum tahu, tapi saya akan memesan meja untuk 2 orang. tolong tempatkan kami ditempat yg tidak terlalu ramai agar kami bisa berbicara" ujarnya dengan sedikit ketus dan tidak sabaran
__ADS_1
aq segera bergegas menunjukkan arah dan meminta dia mengikuti ku menuju meja yg kira kira sesuai dengan permintaannya.
dia berjalan mengikutiku, aq tidak berani menoleh kebelakang sebelum sampai di meja yg kusarankan.
kudengar langkah kakinya yg mantap dibelakangku dan aroma yg dia bawa benar benar membuat aq jadi lupa diri, aq sempat berpikir pasti parfum yg sangat mahal dia pakai sehingga aq seperti berada didunia lain yg sangatlah terasa maskulin hanya dengan mencium aroma badannya.
akhirnya kami sampai dimeja yg kutawarkan, terlihat bahwa dia sedikit kurang puas dan mengedarkan pandangan kearah lainnya. namun karena cafe agak banyak pengunjung jadi meja yg kusarankan adalah meja terbaik dan agak terpisah sehingga sedikit lebih nyaman dari pada meja meja yg lain untuk ngobrol. akhirnya dia mengganguk dan bersedia duduk dimeja tersebut namun masih dengan muka kesalnya kepadaku. apa boleh buat, bukan salahku kau begitu tampan dan harum sehingga aq jadi terpaku, aq yakin semua wanita yg melihatmu akan berlaku sama sepertiku Pria Tampan Misterius
__ADS_1