
"Apa istimewa loe? Sampai Jec mau menikahi loe dan loe beruntung sekali nasibnya? Tapi sayang loe jadi wanita tidak tahu diri," ucap Cucu dengan sinis, dan juga tatapan yang tidak kalah tajam dari Qila, untuk sesaat justru dua wanita itu sempat beradu tatapan tajam.
Sedangkan Jec di sofa hanya menjadi pendengar yang baik. Dan Jec sih percaya banget kalau Cucu pasti bisa membuat isi otak Qila kembali bergeser ke tempatnya.
Qila yang awalnya tidak terpancing pun pada akhirnya terpancing juga untuk menjawab ucapan Cucu yang dia aggap tidak mengenakan baik cara berbicara atau isi kalimatnya yang membuat ia sakit hati.
"Tidak ada, gue tidak mempunyai keistimewaan, dan gue juga enggak ingin di nikahi sama laki-laki itu, sudah gue bilang gue enggak kenal dia, laki-laki ituaja yang tiba-tiba ajak nikah nggak tahu maksudnya apa. Nikah itu karena cinta bukan paksaan," jawab Qila dengan nada yang ketus. dan sontak saja Cucu semakin di buat geleng-geleng sama kelakuan wanita yang berotak kosong itu.
Jec pun hanya diam mendengarkan ucapan Qila dan juga Cucu. Meskipun Jec ingin membalasnya, tetapi laki-laki itu mencoba menahannya.
__ADS_1
"Bodoh loe yah, loe cari laki-laki yang seperti apa emang. Ada laki-laki yang mau memuliakan loe menghargai loe dengan harga yang paling mahal, tapi loe malah milih jadi wanita murahan. Loe bukan hanya bodoh tapi nggak waras. Cinta? berapa banyak yang sudah jadi korban karena Cinta. Sekarang gue tanya apa dengan cinta menikah akan terjamin bahagia?" Cucu kali ini benar-benar terpancing dengan ucapan Qila bukan terpancing dengan ucapan Qila yang menurut Cucu sangat tidak sepatutnya di ucapkan oleh wanita karena diluaran sana banyak yang menginginkan dinikahi oleh laki-laki seperti Jec.
Jarang-jarang ada laki-laki seperti Jec yang dengan terang-terangan mau menikahi wanita padahal dia belum begitu tahu bagaimana wanitanya dan mau dengan sabar menerima sifat Qila yang kurang bersyukur itu.
"Terserah loe mau ngomong apa. Bukanya loe sedang bekerja pada Jec untuk merayu gue agar mau menikah dengan laki-laki itu demi uang kan loe melakukanya?" Qila tidak kehabisan ide untuk. membuat Cucu gagal. membujuk dirinya. Ketika Cucu berusaha menyadarkan Qila, wanita itu pun berusaha dengan keras agar Cucu tidak ikut campur urusanya.
"Yah, gue memang melakukan ini karena uang, tapi asal loe tahu gue membutuhkan uang itu karena barusan ada laki-laki gila yang menghargai tubuhku dengan nominal uang yang menurut loe sebagai wanita murhan pasti sangat banyak, tapi gue tolok. Dan gue tawarkan pernikahan, tapi sayang nasib gue nggak seberuntung loe yang tiap bulan dapat nafkah. Gue hanya menawarkan pernikahan agar hubungan badan yang kita jalani beribadah dan mengalirkan pahala dan keberkahan, soal nafkah gue masih bisa bekerja sendiri. Tetapi laki-laki itu dengan tegas menolak dan meminta gue membayarkan uang yang tidak sedikit karena kalau tidak gue akan dibuat celaka. Beruntung loe cewek bodoh dipertemukan dengan Jec yang baik danĀ bisa menghargai wanita. Sekarang loe boleh membenci cara Jec yang terkesan memaksakan kehendak pada loe, tapi gue pastikan sejauh mana loe pergi tidak akan loe temukan laki-laki seperti Jec." Cucu terus membuat Qila tidak bisa berkata-kata lagi dalam ucapanya benar-benar membuat Qila diam.
"Tidak Qila, gue tidak pernah mencintai laki-laki itu, tetapi harga yang paling mahal untuk wanita adalah bukan setumpuk harta dan juga gombalan segunung. Harga yang paling tinggi adalah pernikahan. Dan gue iri dengan loe yang tiba-tiba Jec mau menikahi loe." Kembali Cucu ingin mendengar jawaban Qila, tetapi entah gadis itu sadar atau justru otaknya semakin keras dan kosong dia diam saja.
__ADS_1
Hingga untuk beberapa saat Cucu dan Qila terlibat kebisuan. Begitupun Jec di tempat yang tidak terlalu jauh hanya bisa diam. Dia juga tidak tahu kenapa dia mau menikah dengan Qila dengan begitu kuat sedangkan Qila saja sudah sangat jelas tidak ingin menikah denganya.
Cucu yang kesabarannya setipis tisu pun tidak sanggup lagi membujuk Qila yang keras kepala, wanita itu pun akhirnya menyerah.
"Jec lupakan uang dua ratu juta yang gue ingin pinjam. Gue nyerah nyadarin wanita otak batu ini." Cucu beranjak dari tempat duduknya. Bersiap menghadapi Jec, dan akan pulang kembali ke rumah neneknya.
"Jec, kenapa loe mau menikah dengan wanita bodoh ini sih? Kenapa loe tidak menikah dengan gue saja, tidak apa-apa gue ikhlas loe kasih lima juta untuk gue," ucap Cucu sudah malas berbicara dengan Qila.
"Sepertinya ide kamu bagus Cu, balas Jec dengan suara yang terdengar santai.
__ADS_1
"Ok Jec, kalau loe nanti butuh bini ke dua loe hubungi gue ajah. Gue siap jadi pelakor untuk loe."
Kini Jec pun pergi mengatakan Cucu pulang.