Cinta Berselimut Dendam

Cinta Berselimut Dendam
Badai itu Hadir diantara mereka


__ADS_3

Tubuh Rosie terasa sangat lemas, dia membuka mata dan menyadari bahwa dia sudah berada diruang klinik. dia berusaha untuk bangun namun sangat susah baginya untuk menggerakkan badannya.


"pelan2 nona, tubuhmu masih belum beradaptasi. biarkan cairan infus ini bekerja, berbaringlah sebentar dan kau akan merasa enakan setengah jam lagi" Perawat


"sudah berapa lama saya disini suster, siapa yg membawa saya kesini" Rosie


"sudah hampir satu jam nona, tuan Aris yg membawa anda kesini. sepertinya kondisi nona sedikit kelelahan, beristirahatlah saya akan mengambil sample darah anda untuk dicheck ya.. setelah infus ini habis saya rasa anda bisa pulang dan beristirahat dirumah" perawat


Rosie diizinkan pulang beberapa saat kemudian, setelah menandatangani seluruh dokumen yg diperlukan Rosie bertemu dengan perawat merawatnya ada beberapa hal yg ingin dia tanyakan.


"maaf suster, boleh saya bertanya kenapa saya harus menebus banyak sekali resep obat saya rasa mungkin ada kesalahan. bisa kah ini dicheck kembali" Rosie


"bisa saya lihay copy resep nya..? ooh benar ini memang resep yg benar nyonya, didalamnya hanya banyak terdapat vitamin untuk menutrisi anda dan bayi yg ada didalam kandungan nyonya" perawat


bagaikan disambar petir disiang bolong saat Rosie mendengar perkataan perawat tersebut

__ADS_1


"apa..!!! maaf suster saya masih belum paham, bayi didalam kandungan saya..??" Rosie


"benar nyonya, selamat atas kehamilannya.. saat ini nyonya sedang mengandung dan usia kandungan anda sudah memasuki minggu ke 6. mohon berhati hati untuk makan, jauhi makanan dan minuman yg mengandung alkohol serta banyak2 lah makan sayuran dan daging untuk nutrisi si jabang bayi. sekali lagi selamat atas kehamilannya dan semoga si jabang bayi sehat sampai saat waktunya dilahirkan. saya permisi dulu apabila tidak ada lagi yg mau ditanyakan" perawat


kaki Rosie mendadak lemas, dia merasa limbung dan melayang tidak berpijak dibumi saat mendengar berita tersebut, berlahan dia memaksa dirinya untuk berjalan keluar dari klinik untuk mencari taksi dan pulang.


diperjalanan pulang Rosie meminta sopir untuk mampir sebentar di apotek dan dia membeli alat tes kehamilan. dia masih belum percaya dan ingin membuktikan sendiri.


setiba dirumah Rosie bergegas menuju kamar mandi dan melakukan tes tersebut dan seperti yg perawat katakan, Rosie positif Hamil.


#sayang.. aq sangat lelah hari ini karena acara pembukaan mall tadi, bisakah kita bertemu besok saja" Anton


#tidak.. ini sangat penting, datanglah malam ini aq akan menunggumu" Rosie


bel pintu apartment Rosie berdering, dia bergegas membuka pintu dan mempersilahkan Anton untuk masuk kedalam dan duduk dimeja makan.

__ADS_1


"kau kenapa sayang... kau sepertinya terlihat pucat, apakah kau sedang sakit" Anton


"itulah alasan aq ingin bertemu denganmu malam ini, aq ingin menyampaikan bahwa aq sedang mengandung anak kita.." Rosie


"apa...!! apa yg baru kau katakan..!! kau bercanda bukan" Anton tertawa saat mendengar pernyataan Rosie


"aq serius...!!! aq sedang hamil dan usia kandunganku sekarang sudah 6 minggu. maka daripada itu aq meminta mu untuk datang membicarakan hal ini. kita harus membicarakan langkah2 kita selanjutnya" Rosie


"ooohh... tuhan Rosie.... !! kenapa kau begitu bodoh.. bagaimana mungkin kau bisa hamil, apakah kau tidak menggunakan alat kontrasepsi..!!?? atau kau sengaja membuat dirimu hamil supaya kau bisa menikah denganku" Anton


"apa maksudmu..!!!! aq pikir kita selama ini melakukannya atas dasar cinta dan ini adalah buah dari cinta kita..!! kenapa kau mengatakan hal yg sangat buruk itu kepadaku" Rosie mulai histeris dan menangis


"aq melakukannya untuk bersenang senang Rosie, aq masih muda dan tidak ingin mempunyai tanggung jawab merawat bayi.. aq masih belum siap untuk itu..!!" Anton


"ya tuhan.... lalu aq harus bagaimana, ada bayi tumbuh dalam perutku dan ini tidak lama akan terlihat jelas.. apa yg harus kukatakan kepada orang2 diluar sana....!!" Rosie menangis semakin keras

__ADS_1


"ok..ok... tenanglah dahulu.. dengar aq akan membicarakan hal ini dulu, jangan panik.. pasti ada jalan keluar dari masalah ini. aq akan memikirkannya" Anton


__ADS_2