Cinta Berselimut Dendam

Cinta Berselimut Dendam
Membuka Pintu Petaka


__ADS_3

Rosie sudah selesai berkemas saat terdengar pintu diketuk dari luar.


"boleh ibu masuk..??" Darmi


"silahkan ibu.." Rosie


"adik2 mu sudah menunggu diluar untuk mengucapkan selamat tinggal. ibu berpesan jagalah dirimu baik2, jangan lupa makan teratur dan minum vitamin. mulai sekarang ibu tidak bisa lagi menjagamu. bukannya ibu tidak sayang padamu, hanya memang sudah saatnya kau meninggalkan sarang dan terbang tinggi, dunia sangat lah luas.. pergunakan lah kesempatan ini untuk mencari kebahagianmu, ingatlah ibu selalu ada disini mendoaka. yg terbaik untukmu. kapanpun kau merasa letih jangan segan untuk datang, kau adalah anak ibu dan bagian dari Rumah Kasih. jangan pernah lupakan kami" Darmi dengan mata berkaca kaca


"aahh ibu jangan mengatakan hal seperti itu, aq akan sering datang.. jangan lah kawatir walaupun aq sudah tidak tinggal disini namun hatiku akan selalu berada disini" Rosie menangis terisak

__ADS_1


Darmi mengusap airmata nya dan airmata diwajah Rosie, berat rasanya melepaskannya setelah sekian tahun dia membesarkan gadis ini yg sudah bagaikan anak sendiri, walaupun bukan berasal dari rahimnya namun ikatan ibu dan anak ini sangatlah kuat. dia juga merasa bahagia karena pada saatnya Rosie mampu untuk berdiri diatas kakinya sendiri, inilah waktu baginya untuk terbang tinggi menggapai semua mimpi nya. Darmi menangis namun tangisan itu adalah tangisan bahagia.


Rosie masih termenung diruangan apartment barunya. terasa kosong saat ini hatinya disatu sisi dia senang karena bisa meringankan beban Rumah Kasih namun disisi lain dia akan merasa sangat kesepian disini tanpa adik2 yg mewarnai hari2 nya.


#maukah kau pergi makan malam denganku malam ini..??# Anton


#tidak masalah, aq jemput pukul 8 malam ini. bersiaplah ..# Anton


Rosie tersipu, sudah sering anton mengajaknya sekedar jalan nonton atau makan malam, pria itu selalu lembut dan romantis Rosie merasa sangat nyaman bersamanya walaupun sampai saat ini tak ada satupun orang yg tahu tentang hubungan mereka, mungkin itu yg terbaik untuk sementara ini. setelah pulang sampai di apartment nya Rosie bergegas mandi dan sedikit berdandan, entah kenapa malam ini dia ingin tampil cantik. bel berbunyi, Rosie bergegas membuka pintu dan disana lah pria tampan itu berdiri, Anton cukup tinggi dengan postur tubuh yg atletis dan wajah rupawan serta cara dia berpakaian menjadikan dia selalu tampak santai namun sangat mempesona. malam ini dia memadukan jeans dan kaos putih dibalut dengan jas yg menyesuaikan bentuk tubuhnya. terkesan santai namun elegan.

__ADS_1


pintu terbuka, untuk beberapa saat Anton terpana pada seseorang didepannya, malam ini dia cantik, make up tipis dan lipstik merah muda itu membuat bibir Rosie tampak basah dan menggairahkan, Anton bergidik menahan gejolak diperutnya. dia mendekat dan melayangkan ciuman kecil dipipi Rosie tercium aroma bunga mawar yg manis.


"ayo kita pergi.." Anton


"kemana kita malam ini, apakah ada hal spesial yg perlu dirayakan.." Rosie


"nanti kau akan segera tahu." Anton


Anton mengajak Rosie kesebuah restaurant yg berada di lantai paling atas sebuah gedung hotel, dengan pemandangan kota dan langit cerah malam itu mereka menikmati makan malam yg sangat intim, beberapa kali Anton mengusap wajah Rosie dan mencium bibir Rosie dengan lembut, mereka berdua sedang mabuk. entah karena anggur yg mereka minum atau karena hasrat yg mereka rasakan namun sepertinya malam ini akan sangat panjang buat mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2