Cinta Berselimut Dendam

Cinta Berselimut Dendam
Cinta Berselimut Dendam #Episode 180


__ADS_3

Seperti yang Jec harapkan, Cucu memang selalu bekerja dengan gesit dan juga tidak pernah mengecewakan dirinya. Buktinya tidak ada satu jam dia sudah sampai di ruangan Qila. Di mana Jec dan Qila sejak tadi tidak terlibat obrolan apapun. Jec pun lebih fokus dengan pekerjaanya sedangkan Qila memejamkan matanya, tetapi jangan ditanya, karena gadis keras kepala itu tidak benar-benar tidur.


"Gila kamu yah Jec, minta aku datang cepat-cepat kamu tahu tidak karena kamu minta aku datang cepat-cepat aku sampai naik ojek di malam seperti ini. Dingin banget tau nggak Jec." Seperti biasa rasanya Cucu tidak akan enak kalau tidak mengumpat Jec.


Sementara Jec langsung mengangkat wajahnya dan mengamati Cucu yang berdiri di depanya, bukan Cucu tidak tahu ada pasien di ruangan itu tapi pikir Cucu sang pasien sudah tertidur. Padahal nyatanya boro-boro tidur justru rasa ngantuknya langsung kabur ketika Qila tahu bahwa besok laki-laki yang bernama Jec akan menikahinya.


"Panteslah dingin, pake celana kolor," dengus Jec dengan menggeser duduknya agar Cucu duduk di sampingnya.


"Lagian mana sempat aku ganti pakaian lebih lama, kamu mengancam aku," balas Cucu "Karena kamu saja tidak mengizinkan aku untuk  datang lebih lama lagi. Mana ngancem tidur mau meminjamkan uang itu."


"Itu karena kamu kalau kerja kadang banyakan hahah hihinya dari pada gesitnya," kelakar Jec, dengan tertawa renyah, seolah Jec ingin mengbarkan kalau dia sangat bahagia. Yah, Jec sih yakin kalau Qila tidak benar-benar tidur, dan memang tebakan Jec itu benar Qila tidak benar-benar tidur buktinya saat ini gadis itu sedang membuka matanya sayup-sayup agar bisa mengintip Jec yang sedang tertawa dengan orang yang baru datang.


"Udah, buruan kerjaan aku apa, aku sudah tidak sabar ingin menutup mulut bos gila kamu dengan duit-duit itu. Dia pikir mentang-mentang aku kismin dia bisa seenaknya merendakan aku. Pengin rasanya aku buat dia benar-benar menuai apa itu karma," cerocos Cucu, hatinya masih gondok ketika mengingat perlakuan kurang ajar Deon yang dengan terang-terangan merendahkanya sebagai wanita.


"Sabar Neng, jangan marah-marah kalau nanti bucin malu sama readers suka di olok-olok," goda Jec sebari setengah bercanda.


"Cuuh... najis banget aku bucin sama dia. Paling Deon yang bucin sama aku." Cucu masih benar-benar gondok sama Deon itu sebabnya dia tidak sudi dikatai bucin oleh Jec.


"Ya udah biar kalian cepat bucin, aku kasih tau kerjaan kamu. Gampang sih," balas Jec yang sudah pasti di balas mata melotot oleh Cucu. Jec itu sebelas dua belas dengan Deon mengesalkanya. Orang Cucu sedang kesal dengan Deon malah dia pancing-pancing biar bucin yang ada makin tidak sudi lah Cucu.

__ADS_1


"Buruan ah, aku nggak suka basa basi lebih suka sat set, selesai," dengus Cucu, dan Jec juga sama tidak ingin berlama-lama karena ingin cepat-cepat selesai urusanya.


"Besok aku akan menikah." Jec menghentikan ucapanya, karena ternyata Cucu langsung melebarkan kedua matanya menatap Jec seolah tidak percaya.


"Menikah? Sama siapa, kenapa aku tidak tahu kalau kamu sudah punya kekasih. Aku pikir kamu masih jomblo," cecar Cucu. Yah, sudah tidak aneh sih. Apalagi kalau Cucu tahu cerita Jec sepenuhnya, pasti Jec sudah bisa tebak kalau Cucu akan semakin kaget lagi.


"Dengar dulu Neng," imbuh Jec dengan meletakan jari telunjuknya di depan bibir Jec yang di monyongkan, sebagai tanda agar Cucu diam sejenak. Sesuai yang diinginkan oleh Jec, Cucu pun tidak banyak bertanya lagi, hanya menyimak saja.


"Calon istri aku adalah cewek yang sedang terbaring dengan pura-pura tidur di ranjang pasien itu." Jec menunjuk ranjang pasien dengan dagunya yang digerakan untuk menunjuka ranjang pasien. Dan Jec juga tahu betul kalau wanita yang besok akan dia nikahi sedang pura-pura tertidur.


Qila pun dalam bantinya mengunpat Jec. Dasar laki-laki gila, tau aja kalau aku pura-pura tertidur.


Namun, bukan Asistennya Deon kalau kelakuan laki-laki itu juga tidak sama menyebalkan. Yah, Jec justru seolah senang dengan sifat Qila yang marah dengan dirinya. Sangat cocok memang Jec menjadi asisten Deon karena pada kenyataanya sifat mereka sebelas dua belas, saling melengkapi.


"Terus tugas aku apa? Apa aku harus jadi WO atau penyedia makanan dan lain-lain?" tanya Cucu. Untuk saat ini pikiran Cucu tentu terpikir ke sana bukanya kalau menikah memang yang di siapkan selain make up, kebaya, makanan dan dekor. Cucu bahkan sudah membayangkan kalau dia akan sangat cape dengan pekerjaan mereka malam ini, di mana pasti Jec akan meminta mendekor ruangan dan lain sebagainya.


Cucu bahkan sudah menghirup nafas berkali-kali agar dia bisa siap mengerjakan pekerjaan yang berat ini.


"Kerjaan kamu cukup gampang. Aku memang mau menikah dengan gadis itu, tapi masalahnya gadis itu menolak untuk aku nikahi. Dan tugas kamu membujuk gadis itu agar mau aku nikahi, dan aku juga akan memberikan keluarganya sebagai tanggung jawab aku  senilai lima juta setiap bulanya," jelas Jec. Sedangkan Cucu sejak tadi langsung mematung dengan biji mata yang hampir ke luar ketika mendengar penjelasan Jec.

__ADS_1


Bahkan Cucu harus meyakinkan kalau yang barusan Jec katakan adalah kebenaran.


"Cih, bodoh sekali gadis itu. Alasanya apa dia tidak mau menikah dengan kamu. Sedangkan kamu sudah memenuhi syarat sebagai calon suami idaman?" tanya Cucu, kesal dong di saat dia yang mati-matian ingin di nikahi laki-lakinya tidak mau. Namun gilanya Jec dia malah mau tanggung jawab dengan nikahi gadis itu, tapi gadis itu yang terlalu bodoh dan jual mahal tidak mau di muliakan oleh laki-laki.


"Entahlah, aku pikir sih dia memang setengah tidak waras. Makanya aku minta kamu untuk membuat si keras kepala itu sadar kalau aku itu laki-laki baik dan tanggung jawab," balas Jec, dengan suara yang dibuat lebih meninggi dan tujuanya agar Qila mendengar tentunya.


Dan tentunya tujuan Jec berhasil karena Qila jelas mendengar ucapan Jec.


"Ok lah, tantangan aku terima demi uang dua ratus juta meskipun itu masuk dalam hutang," balas Cucu dengan pasrah, dan Jec pun tertawa dengan renyah karena kelakuan Cucu yang sangat menggemaskan.


Cucu beranjak dari sofa yang tidak jauh dari ranjang pasien Qila. Dan gadis itu langsung duduk di samping Qila yang mana dia tatapanya sudah sangat tidak suka dengan Cucu, tetapi bukan Cucu namanya kalau dia malah nyalinya ciut dengan di tatap sadis seperti itu. Cucu malah menantang balik tatapan Qila.


"Apa istimewa loe? Sampai Jec mau menikahi loe dan loe beruntung sekali nasibnya? Tapi sayang loe jadi wanita tidak tahu diri," ucap Cucu dengan sinis, dan juga tatapan yang tidak kalah tajam dari Qila, untuk sesaat justru dua wanita itu sempat beradu tatapan tajam.


Sedangkan Jec di sofa hanya menjadi pendengar yang baik. Dan Jec sih percaya banget kalau Cucu pasti bisa membuat isi otak Qila kembali bergeser ke tempatnya.


...****************...


Asik pasti akan ada keributan, othor suka kalau ada keributan...

__ADS_1


__ADS_2