
aq terbangun dengan nafas tak beraturan, Aisha berdiri disampingku menatapku dengan pandangan panik dan kawatir. kulihat sekelilingku saat ini aq masih berada diatas tempat tidur dan didalam ruangan kamar asrama kami. ternyata tadi hanya mimpi, tapi kenapa serasa sangat nyata dan dadaku terasa sangat sesak.. aq tak kuat menahan perasaan ini dan menangis tersedu sedu.
Aisha mendekatiku dan memelukku dari samping, dia semakin kawatir setelah melihat diriku menangis dengan pilu.
"Meigie.. kau bermimpi buruk ya.. sudah tenanglah... itu hanya mimpi. aq akan mengambilkan mu segelas air. tunggu lah sebentar" Aisha
Aisha pergi mengambil segelas air dan memaksaku untuk minum agar aq sedikit merasa lebih tenang. kutarik nafas pendek beberapa kali sambil menenangkan diriku setelah sedikit lebih nyaman kusodorkan gelas kosong kepada Aisha dan meminta maaf karena membuatnya kawatir. aq meyakinkannya bahwa aq baik2 saja dan sedang berminpi buruk.
"mungkin kau sangat lelah dan stres karena deadline laporan mu saat ini, cobalah untuk lebih relax. aq yakin kau bisa menyelesaikannya dan lulus tahun ini" Aisha
"ya mungkin saja, tapi kenapa seperti sangat nyata yaa.. aq sedikit kawatir Aisha.." Meigie
"kenapa kau tidak mencoba menelepon ibu asuhmu dan menanyakannya langsung... masih belum terlalu malam saat ini di Indonesia" Aisha
"kau benar, aq akan melakukannya.. terima kasih atas sarannya Ais" Meigie
aq mencoba menghubungi Rosie untuk memastikan keadaan. terdengar nada tunggu namun tidak diangkat. kucoba sekali lagi namun masih sama, akhirnya kucoba untuk menelepon ibu Darmi. sepertinya aq sedang tidak beruntung karena ibu juga tidak menjawab teleponku. kehela nafas panjang
__ADS_1
"bagaimana..?? sudahkah kau mencoba menelepon pulang.?" Aisha
"sudah Ais tapi tidak ada yg menjawab panggilan ku" Meigie
"mungkin mereka sedang beristirahat.. janganlah terlalu kawatir. mimpi hanya bunga tidur, aq juga sering mengalaminya apalagi saat menjelang ujian atau presentasi hehehe.." Aisha
"mungkin kau benar, aq hanya sedikit tertekan dengan target lulusku tahun ini" Meigie
"ayo kita jalan2, kutraktir kau minum deh.. sudah lama kita tidak pernah hang out bersama" Aisha
"ok laah.. aq juga perlu udara segar, ayo kita pergi" Meigie
"hey.. angel May ada yg titip salam untukmu tadi... " Aisha sambil tersenyum menggoda
"hah.. siapa" Meigie penasaran
"Doni.., mahasiswa yg cute ituh. he is Indonesian khan..?? sepertinya kalian satu jurusan. i was bit surprise saat dia bilang titip salam padamu" Aisha
__ADS_1
"aahh... dia, mungkin karena kita jarang ketemu... dia hanya bersikap sopan Ais" Meigie
"well.. mungkin, or maybe not. maybe he likes you" Aisha
"iisshhh... dasar tukang gossip" Meigie
"hehhehe..apakah kau tidak menyukainya.. dia cukup tampan dan banyak looh gadis gadis kampus yg mencoba mencari perhatian padanya.." Aisha
"eehmm dia tampan.. tapi aq rasa dia bukan untukku. oh ya sepertinya aq lupa membawa teleponku. apakah kau ingin langsung pulang atau mau kesuatu tempat lagi" Meigie
"ayo kita check barang2 discount, siapa tahu kita beruntung hehehhe... " Aisha
"eehhm bukan ide yg buruk.. hahhaaha.. barang discount memang selalu menarik untuk di lihat" Meigie
kami mulai berjalan menyusuri tiap outlet dalam mall tersebut.setelah puas kami kembali menuju asrama. sesampai dikamar aq melihat ada pemberitahuan 3 panggilan tak terjawab, kubuka dan kulihat itu adalah no ibu Darmi dengar segera kucoba untuk menelepon dia kembali.. diangkat.
"Meigie... apakah itu kau" Darmi dengan suara terisak
__ADS_1
"iya ibu.. apakah ada sesuatu.. kenapa ibu sepertinya menangis" Meigie
"Meigie anakku... yg tabah ya nak.., ibu membawa kabar tidak baik. saat ini Rosie sedang di ruang ICU. dia dalam keadaan kritis" Darmi