
Cucu begitu ke luar dari rumah bosnya dengan makanan enak di tanganya pun langsung pulang ke rumah kakek dan neneknya. Kemudian setelah itu Cucu harus menghubungi Jec untuk menjelaskan kronologi kejadian kenapa dia langsung pergi dari rumah Deon dan mengundurkan diri dari pekerjaannya.
Tujuanya Cucu menghubungi Jec tentu agar Jec membayarkan upah gajinya lumayan kan bisa untuk beli token listrik dan pulsa. Setelah Cucu menempuh perjalanan cukup lama, dia pun kini sudah sampai di halaman rumah kakek dan neneknya. Cucu merasa lega karena setidaknya utang pada pinjol itu sudah lunas, masalah utang dengan Deon bisa Cucu cari cara lagi.
Cucu tidak terpikirkan ternyata pergaulan Deon sangat buruk, padahal untuk sesaat Cucu mengagumi wajah Deon yang Cucu akui dia memang tampan, dan kaya serta Cucu menilai kalau Deon sebenarnya baik, tetapi sayang dia tidak bisa menghargai wanita.
"Enak saja dia beli aku dengan uang lima puluh juga, lalu apa bedanya aku dengan pe-lacur, atau seorang kupu-kupu malam juga, kalau masih di segel mana mungkin mau dibukan dengan nilai lima puluh juta," gerundel Cucu dengan kaki diayunkan dengan tegas ke rumah neneknya.
"Alhamdulillah akhirnya malam ini aku bisa tidur di dalam rumah masa kecilku," ucap Cucu dengan bahagia.
"Kakek, Nenek, Cucu pulang," ucap Cucu dengan riang. Pasangan suami istri yang tidak lagi muda pun cukup terkejut dengan kepulangan Cucu yang menurut mereka mendadak.
"Loh Cu, kamu kenapa pulang lagi, apa bos kamu mengizinkan, dan apa nanti bos kamu tidak marah?" tanya Nenek di mana beliau sempat di beri uang satu juta, dan sama pada orang tuan pada umumnya setelah di beri uang cukup banyak dalam penilaian mereka. Maka pasangan suami istri itu sudah bisa menyimpulkan bahwa bos dari cucunya adalah orang baik.
"Tidak Kek, karena Cucu udah berhenti dari kerjaan di rumah bos Cucu itu," ucap Cucu dengan santai, dia tidak khawatir soal kerjaan bukanya dia bisa cari kerjaan baru lagi.
"Hah... kenapa kamu bilang tidak lagi kerja di bos kamu yang baik itu?" tanya Nenek dengan kaget, sama dengan kakek yang tidak kalah kaget juga.
"Ada masalah Nek, Kek, tapi tenang saja nanti Cucu akan cari kerja lagi. Udah ah, ayok masuk!! Kita makan malam enak malam ini." Cucu mengangkat bungkusan makanan yang ia bawa dari rumah Deon.
Pasangan suami istri itu pun tidak lagi bertanya macam-macam, karena sudah percaya bahwa Cucu pasti sebelum memutuskan berhenti bekerja sudah lebih dulu memikirkanya dengan matang-matang.
"Wah, bos kamu memang baik yah Cu, buktinya kamu sudah tidak lagi kerja di rumahnya, tetapi dia masih tetap memberikan kamu makanan enak," ucap Kakek, ingin mengorek apa yang terjadi di antara cucunya dan juga laki-laki yang siang tadi melunasi hutang-hutang cucunya serta memberikan uang cuma-cuma mana nominalnya besar banget lagi.
__ADS_1
Cucu hanya membalas dengan senyum getir, dan mulut masih terus mengunyah.
"Apaan Kakek dan Nenek bilang baik, dia memang laki-laki baik, tetapi itu hanya kedok nyatanya dia tetap saja laki-laki yang tidak menghargai perempuan," batin Cucu masih sangat kesal dengan apa yang Deon lakukan.
"Terus hutang kamu yang lima puluh juta gimana Cu, sama bos kamu?" tanya Nenek yang terlihat sekali bingung kalau mungkin Deon akan menagihnya seperti pinjol-pinjol itu yang setiap saat meneror mereka.
"Kakek dan Nenek tenang saja Cucu pasti akan lunasi hutang-hutang itu dengan segera," ucap Cucu tetap menunjukan kesantaianya. Setelah ia makan banyak kini Cucu pun berpamitan untuk masuk ke dalam kamarnya. Dan seperti niat awal bahwa wanita itu langsung menghubungi Jec. Untuk memberitahukan bahwa dirinya sudah tidak bekerja dengan Deon dan kini dia mau meminta haknya bekerja yaitu gajih.
********
Sementara itu di rumah mewah yang Cucu tinggalkan Deon masih terus uring-uringaan. "Gila yah tuh wanita gengsinya besar banget, padahal apa bedanya dia dengan wanita di luaran sana yang menjual kenikmatan demi lembaran rupiah. Aku yakin dia juga sudah pasti nggak perawan. Di beri lima puluh juta malam nolak. Sombongnya nggak ketulungan." Deon pun meletakan bokongnya di samping ranjangnya dengan uang yang berserakan di kamarnya.
"Ahaaa... Deon kembari mengerang dan menjambak rambutnya dengan kencang di mana dia tidak bisa menahan hasratnya yang ingin penyatuan. Semakin Deon membenci Cucu dan marah pada laki-laki itu yang tidak ada lain justru rasa yang sama dia rasakan ketika dia benar-benar terobsesi dengan Qari. Deon melihat ada sosok Qari di tubuh Cucu.
Bayang-bayang tubuh indah Cucu meliuk-liuk dengan gerakan yang menggoda di atas tubuhnya persis seperti Qari dulu. "Ahaaa... Tuhan kenapa sangat gila sekali aku terobsesi dengan wanita itu," jerit Deon di mana di semakin terpikirkan Cucu dan Qari rasa sakit semakin dia rasakan di bagian bawahnya. Sangat menyiksa hingga kepalanya berdenyut dengan hebat.
Pandangan mata Deon pun langsung tertuju pada kamar mandi. Kini mau tidak mau dia harus bersolo karier.
"Cucu, aku harus mendapatkan kamu."
#Cie... cie.... other pura-pura nggak baca kok.
*******
__ADS_1
Kita kembali ke rumah sakit lagi dan tinggalkan Deon yang sedang mengurut adik kecilnya dengan manja, itu karena karma! (Other nulisnya ngegas)
"Aku akan memberikan kamu setiap bulan lima juta untuk diberikan pada orang tua kamu, tetapi kamu nikah dengan aku." Jec tahu pasti Qila tidak akan setuju. Benar saja Qila langsung memalingkan pandanganya.
"Gila kamu yah, aku tidak mau! Aku masih bisa bekerja sendiri jadi jangan mimpi kamu nikah sama aku, lagi pula kita tidak saling kenal," dengus Qila dengan pandangan mata yang nyalang pada Jec.
Namun, Jec tetap menujukan sikap tenang. Tidak sedikitpun Jec kecewa dengan ucapan Qila. "Alasan kamu tidak mau menikah dengan aku apa?" tanya Jec dengan santai.
"Tidak mau ajah, lagi pula kalau aku menikah sama kamu nanti aku tidak bisa kerja," balas Qila dengan suara yang masih jutek.
Jec tersenyum santai. "Apa aku ada berkata seperti itu?"
Deg!! Qila pun tersentak kaget, ketika ia sadar bahwa alasanya untuk tidak mau menikah dengan Jec nyatanya tidak tepat. Sementara Qila dalam batinya masih mencintai Sam, begitupun Sam, Qila yakin bahwa laki-laki yang berprofesi sebagai dokter masih mencintainya, dan suatu saat Sam, akan kembali ke Indonesia, dan Qila akan menikah dengan cinta pertamanya itu dan melupakan kesalahan Sam.
"Ya, pokoknya aku nggak mau nikah sama kamu. Bukanya nikah harus ada cinta dan aku tidak cinta sama kamu." Qila terus memberikan penolakan.
"Dan aku pun akan tetap menikahi kamu, kalau kamu tidak bisa memberikan alasan yang tepat untuk aku berhenti memaksa menikahi kamu." Jec pun sama melakukan penolakan yang sama. Sehingga ketegangan kembali terjadi.
Hingga perdebatan mereka terhenti ketika ada yang melakukan panggilan di ponsel Jec.
#Readers other minta pendapatnya dong, kalau semisal bulan ini Novel ini belum juga selesai konfliknya apa kalau othur lanjut lagi bakal ada yang baca? Jujur sebenarnya cape nulis novel on going banyak-banyak, tapi entah mengapa di novel Qari ini othur suka sama pemainnya dan konfliknya yang mengalir begitu ajah.
Tapi kalau udah bosan, othur akan tamat paksa mungkin tidak akan panggil Sam untuk balik ke Indonesia dan membuat kekacauan. Biarkan Sam tetap tinggal di kandang singa putih. ☺
__ADS_1