Cinta Berselimut Dendam

Cinta Berselimut Dendam
Cinta Berselimut Dendam Bab 238


__ADS_3

Di tempat yang berbeda. Jec di rumahnya laki-laki itu pagi-pagi sekali sudah rusuh untuk bersiap melakukan perjalanan yang cukup jauh, sehingga dia lupa mengabarkan pad Cucu kalau akan ada Doni yang membantu pekerjaannya. Hingga  Cucu mengirimkan pesan pada Jec dan tentu Jec penasaran apakah terjadi sesuatu di antara Doni dan Cucu? Sedangkan yang Jec tahu Doni itu cukup baik dengan Cucu dan mereka juga sudah kenal. Tidak terpikirkan oleh Jec tentunya kalau Doni akan membuat hati Cucu saat ini sangat bersedih.


[Jec apa Tuan Doni, ada di dalam ruangan kamu yang minta?] tanya Cucu melalui pesan singkat, hanya ingin tahu dengan apa yang terjadi. Itu semua karena Cucu merasakan hari ini adalah hari terburuknya rasanya hari ini dia ingin makan manusia. Saking marah, kesel dan juga kecewa.


[Iya Cu, aku yang meminta Doni untuk membantu kamu karena aku tahu kalau pasti akan sangat cape.] Itu adalah balasan yang dirimkan Jec pada Cucu. Sontak saja Cucu yang membacanya menjadi emosi dengan Jec. Gara-gara Jec tidak mengatakan niatnya lebih dulu Cucu jadi sedih sepanjang hari ini. Setidaknya kalau Jec mengatakan akan ada Doni. Pastinya Cucu tidak akan bersantai di rumah, dia akan bangun seperti biasanya dan Doni tidak marah pada dirinya.


[Kenapa kamu tidak mengatakannya lebih dulu Jec? Kamu tahu tidak hari ini adalah hari terapes sepanjang hidupku. Bahkan aku sangat sedih saat ini gara-gara kamu tidak memberitahuku lebih dulu kalau Doni akan bekerja menggantikan kamu.] Cucu memberikan emot nangis banyak sehingga Jec di tempat yang berbeda jadi cemas dengan keadaan Cucu. Untung Jec yang memang sedang kurang tidur memutuskan menempuh perjalanan jauh menggunakan sopir. Jadi saat ini dia tidak harus sibuk mengetik dan fokus pada jalanan.


"Kenapa Sayang?" tanya Qila yang melihat kalau Jec saat  ini wajahnya berubah. Dan juga terlihat cemas serta langsung terfokus dengan ponselnya.


"Cucu kayaknya sedang ada masalah," balas Jec di mana laki-laki itu yang tahu kalau Cucu sedang sedih pun langsung mencoba menghubungi wanita itu. Namun, perasaan Jec semakin tidak tenang perasaanya ketika panggilannya sejak tadi di matikan oleh Cucu


Yah, Jec yakin ada yang tidak beres antara Cucu dan Doni. Setelah hampir lima kali panggilan Jec dimatikan oleh Cucu akhirnya laki-laki itu pun mengakhiri usahanya untuk menelepon pada Cucu kali ini Jec menghubungi Doni dan akan bertanya pada Doni dengan apa yang terjadi. Karena ini adalah pertama kalinya Cucu bersikap seperti itu. Biasanya Cucu akan tetap mengangkat telpon dari Jec meskipun Cucu dalam keadaan marah dan kesal.


[Ada apa Jec?] tanya Doni begitu sambungannya diangakt. Jec cukup lega karena Doni ternyata tidak seperti Cucu. Bahkan Doni dari suaranya terdengar lebih hangat.

__ADS_1


[Tuan apakah Anda sedang bersama dengan Cucu?" tanya Jec dengan suara yang dibuat sangat kecil.


[Cucu ada di ruangan kerja, saya sedang ngopi di kantin, kenapa?] tanya balik Doni dengan suara yang terdengar bingung juga.


[Apa terjadi sesuatu di antara Anda dengan Cucu? Pasalnya aku telpon sama Cucu berkali-kali dia tidak mengangkatnya,] jelas Jec, sungguh Jec jadi penasaran dengan Cucu yang sangat aneh itu. Jec akan terus tidak tenang kalau Cucu sampai kenapa-napa.


[Aku hanya menegur dia karena dia datang telat. Gila saja Jec, Cucu datang jam sepuluh siang, dia pikir ini kantor punya mertuanya sehingga dia bisa datang dengan sesuka dia,] balas Doni dengan jujur.


[Ya Tuhan, pantas lah dia kesal. Dia bilang semalam dia pulang jam sepuluh malah dan sampai rumah dia terlalu cape sehingga kurang istirahat. Saya rasa hanya telat dua jam masih bisa dimaklumi toh Cucu juga pulang leboh dari lima jam dari jam kerja.] Jec pun membela Cucu, karena Jec tahu Cucu itu cukup rajin apabila bekerja dan juga dia bukan tipe orang yang perhitungan waktu, bahkan tidak jarang Cucu datang lebih awal.


[Cuma kamu bilang Jec, ini kalau dalam dunia medis dua jam sudah bisa menjadi pembunuh, jadi jangan memaklumi kesalahan yang sudah fatal. Aku tidak suka kalau ada orang yang telat dalam sebuah pekerjaan dan aku harap kamu itu tahu kalau namanya bekerja itu harus sesuai dengan jamnya.] Doni tetap kekeh kalau dia juga benar.


[Terserah lah, kalian memang bekerja sesuka hati, pantesan saja perusahaan ini banyak masalah itu karena kalian kerja tidak memiliki jam kerja yang  teratur.] Doni pun memutuskan sambungan teleponnya. Sedangkan Jec di tempat berbeda jadi merasa tidak enak sekali dengan Cucu.


[Cu, aku sudah bertanya pada Tuan Doni. Aku minta kamu jangan ambil hati yah. Tuan Doni hanya belum tahu kalau kamu kerja sangat baik. Aku harap kamu jangan sedih lagi yah.] Itu pesan yang Jec kirimkan. Ia masih merasa tidak tenang karena Doni masuk perusahaan itu atas permintaan Dirinya, dan bodohnya lagi Jec itu  tidak memberi tahukan kalau Doni akan membantu Cucu sehingga semua ini terjadi.

__ADS_1


Kembali pada Doni, di saat Jec di tempat lain tidak tenang dengan kemarahan Cucu. Doni di kantin pun memutuskan membeli makanan untuk Cucu. Yah meskipun Doni keras, tetapi dia lebih baik dari pada Deon. Dia masih memiliki belas kasih, sehingga memutuskan untuk membelikan makanan untuk Cucu yang mana Doni tahu kalau Cucu tidak membeli makanan via aplikasi online. Bahkan Cucu tidak pergi ke kantin. Semua itu karena Cucu yang sedang berusaha mengganti jam kerjanya yang sudah ia lewatkan selama dua jam.


"Makanlah, istirahat dulu jangan terlalu kerja di paksakan. Yang ada nanti kamu sakit. Deon akan marah pada aku. Masalah pagi tadi lupakan. Aku minta maaf aku hanya tidak bisa telat sehingga apabila ada yang telat aku merasa benci," ucap Doni tiba-tiba dengan memberikan nasi dan juga lauk pauk serta beberapa pencuci mulut.


Cucu yang sebenarnya masih marah pad Doni pun hanya melirik pada makanan yang iparnya bawa.


"Terima kasih," balas Cucu dengan suara yang dingin. Suasana hatinya sedang sangat buruk sehingga jangankan untuk makan, sesungguhnya untuk membalas ucapan Doni saja Cucu terpaksa.


"Jangan terima kasih saja. Makan, kamu pasti tidak mau kan kalau sampai kamu sakit dan Deon akan menyalahkan aku, dan hubungan aku dan Deon semakin hancur. Mungkin kamu belum tahu kalau hubungan aku dan Deon tidak pernah akur dan apabila kamu sakit dan penyebabnya adalah aku, makan Deon akan semakin membenci aku," ujar Doni, ia tahu kalau Cucu pasti keras kepala dan tidak mau makan sehingga Doni harus membuat Cucu makan.


Benar saja Cucu langsung meletakan pekerjaannya dan memilih makan. Meskipun sebenarnya dia tidak ingin makan. Hatinya masih marah sehingga selera makan pun pergi.


"Pantas saja kalian tidak pernah aku, sifat kalian sama-sama keras," batin Cucu, heran kenapa yang namanya diawali dengan huruf D sangat menyebalkan. Tidak henti-hentinya Cucu mengumpat Doni.


Bersambung....

__ADS_1


,


...****************...


__ADS_2