Cinta Berselimut Dendam

Cinta Berselimut Dendam
CBD #Episode 73


__ADS_3

"Ini makanan apa Jec, kenapa baunya harum sekali," lirih Deon, ketika ia mulai membuka maskernya. Sementara Jec yang dengar ucapan Deon langsung kedua matanya melebar sempurna, hampir ia tidak percaya dengan apa yang dikatakan Deon.


'Ini aku tidak sedang bermimpi kan?' batin Jec, sembari menatap Deon yang tengah mencium aroma masakan yang sejak tadi pagi aroma masakan selalu membuat Deon emosi. Deon mengambil satu sendok kuah sayur asam dan menyeruputnya. Sementara Jec yang memperhatikannya dalam hatinya mulai tidak tenang. Was-was luar biasa takut kalau Deon malah tidak menyukai makanan yang ia pilihkan. Matanya memejam sempurna dengan tangannya yang seolah tengah berdzikir.


"Jec ini namanya apa?" tanya Deon, tetapi tangannya terus mengambil makanan dan mengunyahnya dengan lahap.


"I... Itu namanya sayur asem Tuan, dan ikan itu namanya ikan asin. Apa Anda menyukainya?" tanya Jec masih belum bisa tenang karena memang Deon belum memberikan penilaiannya.


"Aku suka Jec, rasanya kuahnya segar ada asem-asemnya dan pas dengan suasana aku yang memang sedang ingin makanan yang segar-segar," balas Deon tanpa menatap pada Jec. Hanya butuh waktu beberapa menit Deon sudah mengahabiskan makanan itu, dan nampaknya laki-laki itu sangat menikmatinya.


"Jadi Anda tidak mau makanan ini Tuan, padahal saya membelikan makanan cadangan untuk Anda, Tuan." Jec membuka makanan yang menjadi makanan kesukaan Deon biasanya.


"Uh... Deon buru-buru menutup hidungnya dan meminta Jec buru-buru menyingkirkan apa yang baru saja dibuka oleh Jec, dengan gerakan tangan yang di kibas-kibaskan.


"Makanan apa itu Jec, aromanya tidak enak sekali," lirih Deon dengan tetap menutup hidungnya yang mulai mual. "Singkirkan Jec, aku mulai mual mencium makanan itu," bentak Deon, dan Jec pun buru-buru menutup kembali dus makanan berisi makanan kesukaan Deon dan membawanya keluar. Jec mengendus makanan yang ia bawa. "Ini wanginya sangat menggugah selera, tetapi kenapa Bos menyebutnya bau tidak sedap?" batin Jec, mulai bingung dengan apa yang dikatakan oleh Deon. Jec pun yang memang masih lapar akhirnya memakan masakan yang menurut Deon itu bau, dan bikin mual.


"Setelah makanan habis Jec pun kembali ke dalam ruangan bosnya dan menunggu dokter mengatakan sakit apa bosnya itu. kenapa bisa-bisanya bersikap aneh, yang mual yang lapar dan kenyang.


"Apa kamu sudah membuang makanan itu Jec?" tanya Deon dengan serius, ketika Jec kembali masuk ruangan Deon.


"Sudah Tuan," jawab Jec tidak mau membikin Deon marah, padahal yang dimaksud dibuang oleh Jec adalah ke dalam perutnya yang masih lapar, dan saat ini dia sudah merasa kenyang dan bahkan mengantuk.


"Jec, untuk besok-besok kamu yang pilih menu makanan untuk aku yah. Aku tidak menyangka ternyata kamu itu pemilih makanan yang hebat, apapun yang kamu pilih semuanya enak," ucap Deon dengan mengacungkan dua jempolnya, memberikan penilaian yang bagus.

__ADS_1


Jec hanya mengangguk dengan samar. Heran tentu, bukan hanya heran dengan selera makan Deon yang jauh sekali berubah, sikap Deon juga saat ini lebih hangat, beda dengan pagi tadi yang mungkin orang lewat aja di mata Deon bisa salah. Saat ini Deon malah membuat Jec semakin bingung, sikapnya jadi hangat, baik dan ramah, tetapi Jec justru jadi merasakan horor dengan sifat bosnya itu.


'Aku harus segera mengetahui apa yang terjadi dengan Bos. Jec takut kalau tanda-tanda ini adalah sebuah firasat kalau Deon akan meninggalkan dia untuk selama-lamanya.


"Tuan, saya pamit dulu yah, tadi dokter meminta saya untuk ke ruangannya. Mungkin ada sesuatu yang penting," ujar Jec sembari berpamitan dengan Deon yang sedang duduk bersandar dengan menatap laptop yang artinya laki-laki itu sedang serius bekerja. Lagi, ini adalah salah satu yang aneh, biasanya Deon akan malas untuk bekerja yang ada di otaknya hanya Qari dan Qari.


Deon mengangkat wajahnya dan mengalihkan pandanganya dari layar laptopnya kearah Jec. "Pergilah dan tanyakan juga kapan aku boleh pulang," lirih Deon dengan pandangan yang teduh.


Jec hanya mengangguk dengan keheranan di hatinya, dan sepanjang perjalanan keruangan dokter penanggung jawab Deon, Jec terus memikirkan kemungkinan yang terjadi pada bosnya itu.


'Aku melihat Bos seperti orang  yang sedang amnesia, tapi kalau amnesia bukanya yang luka itu  biasanya kepalanya sedangkan yang luka itu kan perutnya,' batin Deon, tangannya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Sesuai yang  di katakan Jec kini laki-laki itu sudah ada di ruangan dokter penanggung jawab Deon.


Sang dokter mengambil semua laporan Deon dan mejelaskan sedetail-detailnya. Jek mengangguk-angguk dengan penjelasan dokter seolah laki-laki itu paham.


"Jadi, Bos saya tidak ada gejala sakit apapun Dok?" tanya Jec semakin bingung dengan apa yang dikatakan dokter, tetapi di lapangan kondisi Deon sangat memprihatinkan.


"Itu dari hasil pemeriksaan keseluruhan yang di jalani oleh bos Anda. Tapi apa pasien sudah menikah?" tanya sang dokter, dan langsung membuat Jec tersentak kaget.


"Maksud Dokter apa yah?" tanya Jec yang justru semakin dibuat bingung dengan ucapan sang dokter.


"Kalau memang Tuan Deon ada memiliki istri, dugaan saya Beliau itu mengalami kehamilan simpatik. Di mana gejala kehamilan yang biasa dialami oleh ibu hamil dan di kehamilan simpatik itu justru yang merasakan gejala kehamilan adalah suami, dan kemungkinan yang mengalaminya adalah suami-suaminya yaitu bos Anda," jelas dokter.

__ADS_1


Jec tercengang dengan apa yang ia dengar. Pikirannya tentu menangkap langsung ke Qari.


"Tapi Tuan Deon tidak memiliki pasangan Dok, dan juga dia orang yang bersih selama ini," ucap Jec, agar sang dokter tidak mengatakan hal ini pada Deon kalau mengatakannya sudah jelas Deon akan langsung mengetahui bahwa kemungkinan Qari hamil anaknya.


"Berati kalau memang seperti itu kasusnya mungkin Anda bisa bawa Tuan Deon ke luar negri untuk memeriksakan lebih lanjut sakitnya. Sebab dugaan kami hal semacam sakit yang dialami oleh pasien adalah kehamilan simpatik. Atau mungkin Anda bisa tanyakan pada pasien, mungkin saja dia memiliki pasangan di luar sana yang sedang mengandung anak dari bos Anda," balas sang dokter, dengan kata lain sang dokter sangat yakin kalau sakitnya Deon karena kehamilan pasangannya.


"Baiklah saya akan tanyakan hal itu, tetapi kalau saya boleh tahu kehamilan simpatik obatnya apa yah Dok?" Jec harus mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.


"Untuk kehamilan simpatik tidak ada obatnya, dan hal itu akan hilang timbul dengan sendirinya, semuanya di pengaruhi oleh anaknya. Bisanya laki-laki yang mengalami kehamilan semacam ini ia sangat dekat dengan calon buah hatinya dalam kata lain, ikatan batinnya kuat." Dokter menjelaskan dengan detail mengenai kehamilan simpatik tanpa ada yang terlewat.


"Kalau begitu terima kasih penjelasanya Dokter, aku akan menanyakan pada bos saya mungkin memang beliau ada pasangan diluar sana," ujar Jec, sengaja menutupi fakta semuanya.


"Iya tanyakanlah, biasanya yang akan mengobati semuanya justru buah hati yang sedang dikandung oleh pasangan dari pasien," balas dokter dan Jec pun tidak lam meninggalkan dokter dan duduk di kursi yang berada di lorong rumah sakit.


Sekarang masalahnya semakin bertambah lagi. 'Gimana kalau  Bos tahu kalau Qari hamil atas perbuatanya?' batin Jec ia justru semakin dibikin ke situasi yang semaki sulit dengan adanya masalah-masalah yang disebabkan oleh Deon.


*****


Teman-teman sembari menunggu kisah selanjutnya yuk mampir ke novel bestie othor, dijamin kalian bakal suka dan baper...


kuy ramaikan....


__ADS_1


__ADS_2