
Jec masih terlalu cemas dan menyesal kenapa tidak kepikiran untuk mengecek Deon, mungkin kalau Jec lebih bisa menekan egonya, dan setidaknya datang ke rumah Deon untuk sekedar memastikan kondisi Deon baik-baik saja semua bisa di cegah, dan tidak akan terjadi seperti ini.
Sepanjang perjalanan Jec pun dilanda dengan penyesalan hingga dia lupa belum mengabari Cucu. Yang sudah pasti Cucu di tempat lain sangat cemas dengan keadaan sang suami.
Detik berganti dengan menit sedangkan menit berganti dengan jam, sudah satu jam lebih, tetapi Jec tidak juga mengabari Cucu yang sedang dilanda kecemasan. Yah, wanita itu sekarang sedang mondar-mandir di dalam kamarnya menunggu pesan ataupun telpon dari Jec, yang mana teman yang paling baik menutut Cucu tidak juga menghubunginya, di mana Jec tadi sempat berkata bahwa dia akan segera mengabari Cucu apa yang sekiranya terjadi di rumah suaminya. Namun justru hingga satu jam lebih kabar yang ditunggu pun tidak juga datang.
Wanita itu masih bingung sebenarnya dengan perasaanya di mana dia kemarin sangat benci pada Deon dan juga dengan tekad yang bulat ingin segera pergi dari laki-laki yang telah menjadi suaminya, tetapi ternyata saat ini justru dia seolah sedang dilanda rasa rindu yang sangat kuat, selain cemas dengan kondisi dengan laki-laki yang sudah menikahinya. Cucu juga ada rasa cemas, takut kalau hal buruk terjadi pada sang suami.
"Apa aku telpon Jec lagi yah. Ini bukanya sudah terlalu lama untuk sekedar mencari tahu dengan apa yang terjadi pada Deon," batin Cucu sembari jari-jarinya saling meremas.Seolah dia akan menghadapi suatu persidangan.
"Ah, tidak ada salahnya aku telpon Jec, dari pada aku mati penasaran," ucap Cucu dengan mengambil ponsel yang ada di atas kasur.
Perasaan Cucu kembali tidak tenang ketika Jec tidak juga mengangkat telpon dari dirinya. Sangat berbeda dengan biasanya yang mana laki-laki itu biasanya selalu cepat untuk mengangkat telpon dari Cucu, dari perbedaan ini Cucu sudah sangat yakin kalau terjadi sesuatu dengan Deon.
"Apa aku datangi rumah Deon saja untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi? Tidak mungkin rasanya Jec lama mengangkat telpon pasti terjadi sesuatau?" batin Cucu. Setelah cukup lama Cucu berdiri dan berpikir dengan benar-benar, kini Cucu pun mengambil tasnya dan berpamitan pada Iriana.
"Kamu mau ke mana? Apa kondisi kamu sudah baik-baik saja?" tanya Iriana dengan mengusap pundak Cucu yang terlihat dari wajahnya sangat cemas.
__ADS_1
"Saya ingin mengecek kondisi Deon, Mom. Takut terjadi sesuatu soalnya Jec di telpon juga tidak diangkat-angkat. Masalah sakit, Cucu sudah jauh lebih baik lagi," ucap Cucu dengan yakin. Yah, kondisi dia memang sejak di berikan salep oleh Doni dan juga minum obat dari laki-laki itu kondisinya sudah jauh membaik.
"Momy tidak bisa larang kamu karena memang bagaimanapun Deon itu suami kamu, dan wajib juga hukumnya kamu melayani dia dengan baik Momy hanya berpesan baik-baik dan jangan terlalu keras menghadapi Deon. Jaga diri baik-baik dan sampaikan salam Momy untuk Deon, dan kalau kamu belum siap untuk bertemu dengan Deon rumah ini sangat terbuka pintunya dengan lebar untuk sekedar kamu berteduh dan bercerita." Iriana pun mengantar Cucu sampai halaman rumahnya.
"Siap Mom, jujur Cucu sangat merasa nyaman dengan Momy apalagi Cucu hidup selama ini dengan Nenek dan juga Kakek saja jadi bercerita dengan Momy rasanya seperti bercerita dengan ibu sendiri. Karena mungkin Cucu tidak tahu rasanya bercerita dengan sosok ibu jadi kayak damai banget bercerita dengan Momy." Sebelum Cucu benar-benar pergi dua wanita berbeda generasi itu pun nampak berpelukan dengan mesra.
Setelah itu Cucu langsung masuk ke dalam taxi online yang sudah dipensan sebelumnya. Rumah Deon tentu menjadi rumah yang pertama kali dituju oleh Cucu. Berharap kalau Deon dalam kondisi baik-baik saja. Sepanjang jalan yang seharusnya tidak terlalu lama Cucu menempuhnya, tetapi karena kekalutan hati sehingga wanita itu pun merasa perjalananya sangat lama. Andai bisa meminta dia mungkin akan menggunakan kantong doraemon untuk langsung sampai di rumah bos yang sekarang sudah mejadi suaminya.
Setelah beberapa kali Cucu meminta ngebut akhirnya wanita itu pun sampai ke rumah sang suami, dengan tergesa Cucu segera mengayunkan kakinya setengah berlari dan bertanya ke post satpam kondisi Deon dan sekarang ada di mana.
Betapa terkejutnya Cucu setelah tahu kalau Deon ternyata di bawa ke rumah sakit karena pingsan.
"Kalau tidak salah tadi ada tulisan di mobil ambulan nama rumah sakitnya 'Enggal Mari'," ucap security. Sedangkan Cucu ketika tahu nama rumah sakit itu langsung melesat meninggalkan rumah Deon. Untung saja taxi onlinya belum Cucu usir, sehingga dia tidak harus ribet oder-oder lagi kendaraan pengangkut untuk dirinya menuju rumah sakit Enggal Mari.
Lagi, entah berapa kali Cucu meminta ngebut tetapi lagi-lagi ia merasa kalau perjalanan yang sangat lama. Setelah menempuh perjalanan pakai ojek Cucu pun sampai di rumah sakit yang sepertinya Deon di rawat. Yah, Cucu saking tidak sabarnya wanita itu akhirnya memilih untuk mengganti naik ojek. Mengingat jalanan Ibukota yang selalu macet di mana-mana.
Cucu dengan setengah berlari langsung menuju resepsionis untuk menanyakan pasien yang bernama Deon atau Jec. Namun, baru juga CucuĀ hampir sampai di meja resepsionis ke dua bola mata Cucu menangkap Jec.
__ADS_1
"Jec..." Dengan tergesa Cucu langsung menghampiri Jec. Laki-laki yang dipanggil itu pun langsung menoleh mencari sumber suara yang sudah sangat Jec kenal.
"Cucu, kamu ada di sini?" tanya Jec dengan nada yang stengah terbata. Membuat Cucu rasanya ingin marah pada laki-laki itu yang mana dia terlalu polos untuk menyembunyikan keadaan.
"Kondisi Deon bagaimana? Kamu jangan mengalihkan pertanyaan aku. Aku sudah tahu apa yang terjadi pada bos kamu itu," ucap Cucu dengan menunjukan wajah kesalnya.
Wajah Jec pun berubah jadi tegang. "E... Anu itu Cu..." Jec justru menambah Cucu jadi berpikir yang tidak-tidak.
"Jec, kamu jangan bikin aku semakin takut ada apa sebenarnya dengan Deon?" ucap Cucu dengan perasaan yang semakin tidak tenang.
"Deon, masih kritis, dia mengalami hipotermia yang cukup parah dan kekurangan cairan serta tubuh yang lemah jadi butuh waktu untuk masa pemulihanya," ucap Jec sedikit bisa berbicara dengar normal setelah Cucu menepuk pundaknya.
Tubuh Cucu langsung lemas. "Jec, apa semua yang terjadi pada Deon itu gara-gara aku? Apa nanti kalau Deon mati aku akan jadi pembunuh?" tanya Cucu setengah terbata.
"Hust kamu ngomong apa sih Cu. Kamu jangan berpikir macam-macam Bos Deon pasti akan sembuh dia hanya butuh istirahat sampai semuanya pulih, dan akan kembali baik-baik saja," balas Jec mengingatkan Cucu kembali.
#Cie Cucu udah mulai ada benih-benih tuh...
__ADS_1
...****************...