
setelah sampai di service area aq menarik nafas panjang, lebih panjang dari sebelumnya. sebenarnya ada sedikit rasa grogi dan takut kenapa pria tampan misterius itu meminta khusus agar aq yg harus mengambil pesanan nya, namun kucoba tepis rasa tersebut dan mencoba melangkah dengan stabil menuju mejanya.
setelah sampai dimeja kulihat sudah ada seseorang duduk dihadapan nya, tak jauh berbeda pria yg satunya walaupun tidak tampan menurutku namun bisa dilihat bahwa dia merawat diri dengan baik, terlihat dari jas rapi yg dipakainya tampak mahal bagiku dan sikap duduknya yg sangat formal malah terkesan sangat tegang dan waspada terhadap lingkungan sekitarnya. bulu kuduk ku langsung berdiri serasa sedang menonton film horor namun dengan pemandangan yg menyenangkan.
"apakah anda sudah menentukan pesanan apa yg anda inginkan tuan" aq
"satu double espresso jangan membawa gula karena aq tidak akan menggunakan nya dan tolong sebotol air mineral dingin. dan kau Ar apa yg akan kau pesan" pria tampan misterius
"satu long black coffee dan tidak perlu membawa gula ke meja kami" pria misterius
"baik tuan tuan saya akan segera membawa pesanan anda" aq
"pastikan kau yg membawa pesanan kami bukan orang lain" pria tampan misterius dengan ketus
"baik tuan saya akan pastikan saya lah yg akan kembali kemeja ini"
__ADS_1
"kenapa klo kau tidak suka padaku tapi mau aq yg melayanimu, dasar orang tampan banyak maunya. untung saja kau tampan dan harum klo tidak jangan harap aq bakal melayani mu. yg ada kau kutendang keluar dari cafe ini"
"kenapa masih disini, aq tidak punya waktu semalaman hanya untuk satu cangkir kopi" pria tampan misterius
"eeh baik tuan segera"
"iiihhhh galak dan tidak sabaran.... ngeselin amat ini orang"
aq langsung menuju mesin kopi untuk membuat pesanan tersebut. Janet datang mendekatiku
"hai kau sangat beruntung pria tampan itu memintamu khusus melayaninya mungkin dia menyukaimu" Janet sambil tersenyum jahil
"ha... ha.. ha.. paling tidak dia sangat tampan, siapa gadis maupun wanita yg tak mau jatuh kepelukan nya" Janet sambil berhayal
"aq,.. aq gadis yg tidak mau jatuh kedalam pelukan pria berhati dingin seperti monster itu.." aq sambil geleng geleng kepala.
__ADS_1
"minggir Janet aq harus segera mengantar pesanan ini, klo tidak entah apa lagi yg akan dia katakan kepadaku" aq sambil bergegas menuju meja
sesampai nya dimeja pria tampan misterius
"tuan muda saya rasa kita harus memberitahukan mereka bahwa kita telah sampai, saya yakin mereka sedang panik karena pesawat anda sudah lama mendarat namun anda belum juga sampai dirumah paman anda" pria misterius
"apa... tuan muda.!! wow pasti dia memang benar benar pangeran atau memang orang yg sangat penting sehingga dia memanggil nya tuan muda dan berbicara sangat hormat kepadanya" aq sambil menyajikan kopi yg dipesan
"biarkan saja mereka, aq masih harus melakukan sesuatu dan bertemu seseorang yg sangat penting bagiku disini" pria tampan misterius
"sialan...!!! heyyy..!!! apa yg kau lakukan kau ingin membunuhku...!!!" pria tampan misterius berteriak sangat keras bagaikan petir disiang bolong
"astaga...!!! maafkan saya tuan, saya tidak sengaja melakukannya mohon maafkan saya"
"astaga...!! tuhan apa yg telah kulakukan.. kenapa cangkir kopi itu bisa miring dan oleng sehingga seluruh isinya tumpah diatas tangan pria tampan misterius. aq rasa ini adalah akhir hidupku" aq dengan panik segera meraih tangan nya dan menungkan air dingin secara reflek kepadanya.
__ADS_1
hasil akhirnya adalah pria dengan tangan melepuh serta basah kuyup oleh air dingin yg kusiramkan dan aq sendiri langsung dicekal oleh pria misterius yg satunya dengan posisi ku seperti penjahat yg ditangkap oleh polisi.
Benar benar kekacauan yg komplek.