Cinta Berselimut Dendam

Cinta Berselimut Dendam
Cinta Berselimut Dendam Bab 187


__ADS_3

Ok, Deal satu kali berhubungan sepuluh juta," balas Deon dengn tersenyum puas. Akhirnya dia bisa mendapatkan Cucu juga, persetan dengan nikah, toh dia hanya perlu mendatangi KUA dan mengucapkan ijab kabul dia bisa menikmati tubuh Cucu dengan puas. Itu yang Deon pikirkan.


Hasil dia melamun di kamar mandi, akhirnya mengambil keputusan mau menikahi Cucu, hanya sebagai syarat agar bisa menikmati tubuh mulus Cucu. Yang sudah Deon bayangan permainan Cucu pasti sangat panas.


"Ok besok kita nikah, dan aku akan melayani kamu satu hari dua kali. Sehingga dalam satu bulan aku akan dapat bayaran enam ratus juta. Dan aku tidak akan melepaskan kamu sebelum harta-harta kamu aku ambil alih," balas Cucu dengan santai dan tersenyum penuh kemenangan.


Uhuuukkk Uhuuukkk... Deon tersedak salivanya sendiri.


"Mampus kau, akan aku buat kamu bertekuk lutut kepadaku, Deon."


"Aku suka dengan wanita yang nakal," ucap Deon dengan wajah terus maju dan seolah dia akan mencium bibir Cucu, tetapi wanita itu dengan sigap memalingkan wajahnya sehingga ciuman itu pun gagal mendarat dengan mulus di bibir Cucu yang menggoda iman Deon yang setipis tisu.


"Jangan manfaatkan kesempatan sekecil apapun," ujar Cucu dengan wajah yang masih berpaling ke samping, bahkan untuk menatap Deon pun wanita itu sangat malas.


"Baiklah aku suka dengan gaya kamu. Tapi satu ciuman saja masa nggak boleh. DP, anggap saja gitu," goda laki-laki itu dengan suara yang dibuat sangat menjijihkan untuk di dengar oleh Cucu. Tangan sebelah Deon yang tidak ia gunakan untuk menahan Cucu pun di manfaatkan untuk menahan wajah Cucu agar menghadap kepadanya kembali, dengan sekuat tenaga Cucu melawahnya, hingga satu kesempatan pun terwakilkan.


Brukkk... Auww... Deon langsung mengaduh degan kuat dan kedua tanganya melepas cengkraman tangan Cucu, dan beralin memegang kedua lato-latonya yang hampir pecah karena disundul dengan lutut wanita itu dengan sangat keras.


Cucu buru-buru belari menuju kamarnya dan mengunci kamar itu lalu menutup tubuhnya dengan selimut. Masa bodo kalau Deon akan marah atau bahkan akan di bawa ke rumah sakit yang penting dia tidak mau membiarkan Deon berpikir kalau dirinya cewek murahan.

__ADS_1


"Satu ciuman saja, untuk DP dia pikir aku pela-cur." Bibir Cucu terus bersungut mengutuk Deon.


"Cucu kamu harus tanggung jawab," ujar Deon dengan mencoba berdiri dan merjalan dengan ngangkaang menuju mobilnya.


Cucu sendiri di dalam kamarnya tahu kalau Deon sudah pergi, tetapi wanita itu tidak ingin ke luar dari kamarnya karena takut itu hanyalah siasat laki-laki licik itu agar bisa membuat dia ke luar dari kamarnya. Wanita itu di dalam kamar pun hanya termenung memikirkan kira-kira kakek dan neneknya ke mana. Deon memang sangat licik, itu yang Cucu pikirkan, dia bahkan memanfaatkan kakek dan neneknya yang udah tua, untuk menekan dirinya agar mau menikah dengan Deon.


Malam ini benar-benar Cucu tidak bisa tidur, karena terpikirkan sang nenek dan kakeknya yang di sembunyikan oleh Deon. "Kek, Nek, kalian di mana? Apa kalian baik-baik saja," gumam Cucu dengan duduk memeluk ke dua kakinya.


Sementara Deon, berjalan dengan kaki yang menyerupai kepiting dan perlahan masuk ke dalam mobilnya. "Gila Cucu ini, aku tidak pernah menyangka kalau dia sangat kuat tendanganya, hampir pecah lato-latoku," gerutu Deon sembari menggigit bibir bawahnya merasakan linu dikedua lato-latonya.


"Mana besok mau nikah, langsung tempur, gimana kalau masih sakit, Cucu memang cewek gila," umpat Deon dengan suara yang ditahan karena rasa ngilu di pangkal pahanya, gara-gara ulah calon istrinya.


*******


"Jec, wajah kamu kenapa?" tanya Qila dengan sedikit nada cemasnya. Jec langsung menatap pada Qila yang dia anggap sudah tidur.


"Kamu belum tidur? Besok kamu jalanin operasi loh," ucap Jec sembari tanganya memegang wajahnya yang terasa kebas itu.


"Aku belum mengantuk," jawab Qila dengan nada yang lirih, "Ngomong-ngomong wajah kamu kenapa?" tanya ulang Qila.

__ADS_1


"Ada masalah kecil," jawab Jec sembari memanggil perawat untuk mengobati lukanya yang memar dan terasa pegal.


"Gara-gara Cucu?" tanya Qila kepo.


"Kurang lebih." Jec pun menjawab dengan seperlunya, dia tidak mau membahas perhal tadi biarkan ini menjadi masalah antara Deon dan dirinya, jangan sampai ada orang lain yang ikut-ikut.


"Cucu itu siapa kamu?" Kali ini Qila beranikan diri untuk bertanya, jujur dalam hati wanita itu ada rasa terusik karena ucapan Cucu yang sepertinya sangat dekat dengan Jec.


Jec menatap Qila dengan serius. "Kenapa Kamu bertanya seperti itu, apa kamu cemburu sama Cucu?" tanya Jec, balik, hanya ingin memastikan bagaimana perasaan Qila itu terutama pada hubungan yang akan mereka jalani.


"Bukan cemburu, hanya merasa kurang nyaman, dan aku yang pernah di selingkuhi oleh kekasih yang tetnyata kekasih aku diam-diam berkencan dengan rekan kerjanya, rasanya sedikit kurang nyaman kalau kamu dan Cucu seakrab itu hubunganya," ucap Qila, dia kembali teringat akan kejadian perselingkuhan Sam yang masih terasa sakit hingga detik ini.


"Kamu tenang saja, Cucu sudah punya laki-laki yang akan menikahinya. Hanya menunggu hari itu kapan akan terjadi," balas Jec dengan santai, dan bertepatan dengan itu perawat datang untuk mengobati wajah Jec yang bonyok sebelah.


"Sus, besok aku akan nikah, tolong jangan biarkan wajah aku terlihat bonyok yah. Nanti ketampanan aku berkurang," ucap Jec, dengan suara yang dikeraskan tentu agar Qila mendengar, sedangkan Qila hanya mengumpatnya dalam hati.


"Dih PD banget tampan. Tampanan juga Sam."


Qila langsung memegang dadanya, di mana saat dirinya menyebutkan nama Sam, jantungnya langsung berdetak lebih kencang.

__ADS_1


"Sam, kenapa aku jadi kepikiran dengan dia. Apa dia juga memikirkan aku? Sam, aku masih sangat cinta sama kamu Sam," gumam Qila, kedua bola matanya tanpa terasa mengembun ketika ia mengingat Sam. Ada rasa rindu yang teramat, tetapi juga ada rasa perih karena luka yang masih membekas di hatinya. Bahkan dia tidak menyangka ketika banyak gosip-gosip buruk tentang Sam dan teman kencanya dulu.


"Aku ingin bertemu dengan kamu Sam, hanya ingin tahu bagaimana keadaan kamu saat ini. Apakah kamu sudah menikah atau belum? Sam aku besok menikah, sudikah kamu datang ke pernikahan aku?" Qila terus berbicara dalam batinnya seolah saat ini dia sedang bertatapan dengan Sam, mantan kekasihnya.


__ADS_2