
Di ruangan rumah sakit yang luas dan mewah, sudah tiga hari paska Deon ditemukan pingsan di atas makam Qinar, dan kini dia pun sudah dipebolehkan untuk pulang.
"Tuan, ingat apa kata dokter, Anda tidak boleh terlalu cape, banyak pikiran, dan juga telat makan. Ingat barusan dokter mengatakan kalau Anda ada gejala terkena asam lambung. Tolong jangan remehkan sakit asam lambung, karena akibatnya juga bisa fatal." Seperti yang sudah-sudah Cucu adalah penasihat yang handal, karena berkat hadirnya Cucu pekerjaan Jec jadi ringan semua urusan Deon benar-benar diambil oleh gadis berusia dua puluh empat tahun itu.
"Iya-iya Cu aku dengar, lagian dokter itu juga ngomong di depan aku, kalau aku tidak dengar ya kebangetan," balas Deon, kali ini sejak Cucu jadi asisten pribadinya sudah lima hari, Deon tidak terlalu jurex banget. Apalagi karena Cucu juga galak, jadi kalau Deon macam-macam, maka Cucu sendiri akan lebih macam-macam lagi, begitulah wanita itu tingkahnya, tidak ada lawan, pembawa dengan penampilannya sangat jauh berbeda. Dia yang berpenampilan feminim biasanya lemah lembut, tetapi tidak dengan Cucu. Penampilan boleh feminim tetapi dia tegas dan tidak bisa di tidak apalagi sama Deon.
Namun, hal ini lah yang disuka oleh Jec, pekerjaanya lebih ringan. Andai ia tidak di pertemukan dengan Cucu sudah pasti badan dia tidak akan naik lima kilo, Sejak hidupnya terlalu nyaman kini berat badan Jec naik lima kilo, itu semua karena pola makan yang baik, istirahat cukup, dia juga bisa olahraga dan tentunya bisa juga tertawa dengan scroll media sosial untuk sekedar mencari hiburan.
"Anda memang dengar Tuan, tetapi kadang yang Anda dengar itu tidak di jalankan, makanya Jec sering uring-uringan," balas Cucu tanganya dari tadi tidak bisa diam dengan merapihkan barang-barang yang akan dia bawa pulang.
Yah, mereka sedang bersiap untuk pulang ke rumah. Meskipun Deon di rumah sakit, tetapi pekerjaan kantor pun selesai dan tidak ada masalah, itu karena laki-laki itu sangat profesional, dia selalu teringat bagaimana perjuangan papahnya untuk membangun perusahaan ini sehingga dalam perinsifnya dia tidak akan menghancurkan apa yang sudah papahnya dirikan. Itu sebabnya meskipun perusahaan itu saat ini atas nama Doni tetapi Deon tetap bekerja dengan profesional, tanpa memikirkan siapa pemilik sahnya, intinya dia tidak mau mengecewakan papahnya.
Pada intinya dia akan terus mengembangkan perusahaan bisnis yang papahnya bangun, itu sebanya meskipun dia dalam keadaan sakit dan juga berada di rumah sakit dia tetap bekerja.
"Ini kemana Jec, kenapa lama sekali datangnya," gerundel Deon dengann beberapa kali ekor matanya melirik jam yang ada di pergelangan tanganya.
"Mungkin macet." Cucu hanya membalas singkat meskipun sama sebenarnya Cucu sudah bosan tinggal di rumah sakir meskipun bukan dirinya yang sakit, tetapi tetap saja, bau obat membuat dia pusing dan tidak nyaman berlama-lama di rumah sakit.
Sementara Jec sendiri, begitu pekerjaan dia sudah selesai dengan kaki seribu dia langsung menuju ke rumah sakit jam pulang bosnya adalah pukul tiga, saat ini sudah pukul dua, dia masih punya satu jam untuk sampai di rumah sakit.
"Akhirnya sampai juga," ucap Jec sembari mengayunkan kakinya lagi menuju ruangan bosnya, saat ini masih ada waktu tiga puluh menit sehingga laki-laki berparas asia yang bernama asli Jaka itu cukup santai berjalanya. Dengan pandangan mata yang mengamati kesibukan di rumah sakit itu.
"Tunggu, bukanya itu adalah wanita yang aku tabrak? Sedang apa dia di rumah sakit ini?" Justru kedua mata Jec terfokus pada objek yang barusan dilangkap oleh indra penglihatanya.
"Bagaimana kondisi wanita itu saat ini yah?" gumam Jec, ada rasa penasaran, sebab terakhir ketemu wanita itu kabur dari perawatanya. Jec pun kembali melihat jarum jam yang masih ada waktu untuk menemui gadis yang ia tabrak, sekaligus menanyakan kabarnya. Ada perasaan yang mengganjal di hatinya karena dia tidak bertemu cukup lama. Mungkin ada enam bulan mereka tidak pbertemu.
__ADS_1
Yah, gadis itu adalah Qila gadis sederhana dan pejuang keras. Yang tidak neko-neko dan hanya memiliki satu cita-cita yaitu membahagiakan keluarganya.
"Sedang apa di sini?" Jec pun langsung mengambil duduk di samping Qila, sampaai-sampai Qila terlonjak kaaget dengan kedatangan Jec.
Gadis berwajah pucat itu tampak bingung ketika ada laki-laki asing tiba-tibaa duduk di kursi kosong sampinya. Qila tidaal langsung menjawab, tetapi dia justru melihat ke kanan dan kiri, depan juga belakang yang mungki saja laki-laki itu sedang berbicara dengan yang lain bukan dengan dirinya. Namun, Qila tidak melihat apa-apa dia, di kursi tunggu memang hanya tersisa dirinya saja, yang mengambil antrian paling akhir. Dia memang baru pulang kerja dan langsung memeriksakan tubuhnya yang kurang sehat ke rumah sakit.
"Aku bertanya sama kamu," imbuh Jec yang tahu kalau Qila sedang kebingungan dengan dirinya yaang tiba-tiba datang.
"Maaf sebelumnya apa kita kena;?" tanya Qila yang takut kalau-kalau laki-laki yang tiba-tiba sok kenal sok dekat itu orang jahat. Mungkin saja dia adalah komplotan penjulikan yang mengincar organ dalam manusia, yang sedang firal di dunia mayaa itu.
"Apa kamu lupa, kamu pernah nabrak mobil aku, dan aku di minta tanggung jawab untuk opengobatan kamu, tetapi kamu malah kabur. Gimana kondisi kamu saat ini apa kamu baik-baik saja?" tanya Jec dengan memegang tangan Qila yang dulu terluka.
Qila pun yang merasa kalau dirinya kurang nyaman langsung menepis tangan Jec. "Anda apa-apa sih Tuan, jangan berlebihan deh, aku baik-baik saja," balas Qila, justru dia bergeser duduknya sedikit memberi jaarak pada Jec yang dia rasa kurang ajar.
"Syukurlah, aku suka mendengarnya. Kenapa waktu itu kamu kabur," tanya Jec lagi, dia benar-benar baru merasakan sekepo ini dengan wanita yang baru ia kenalnya.
"Ya syukur deh kalau kamu baik-baik saja, aku senang mendengarnya. Terus kamu di sini sedang apa?" tanya Jec, ah dia memang terlalu kepo. Mata Jec menatap poli kandungan. "Kamu sedang priksa kehamilan?" tanya Jec lagi, setelah ia baru sadar kalau wanita itu sedang duduk menunggu antrian di poli kandungan.
Qila mengedarkan pandanganya, sangat malas dengan apa yang laki-laki itu tanyakaan. Tidak kenal tetapi kepo banget, itu yang ada dalam pikiran Qila. Apalagi sejak Qila melihat kalau laki-laki itu menatap pada Qila dengan tatapan yang seolah memastikan bahwa Qila hamil atau tidak.
"Apa kalau periksa pada poli kehamilan itu mesti hamil?" tanya Qila balik, sebenarnya sangat malas menanggapinya, wanita itu berharap bahwa cepat-cepat pasien yang ada di dalam keluar agar dia cepat masuk ke dalam sana, dan terhidar dari pertanyaan-pertanyaan yang aneh, dari laki-laki yang aneh.
Jec justru menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Dia bertanya pada wanita itu malah wanita itu balik bertanya pada dirinya. "Aku tidak tahu, kan aku bertanya pada kamu Nona. Mungkin saja kaamu sedang hamil, aku pikir kamu masih gadis, ternyata sudah punya pasangan."
"Dih, nih orang sok tau banget sih, tapi biarkan sajadia berpikir apa lah, yang penting aku tidak lagi berurusan dengan laki-laki aneh ini," batin Qila.
__ADS_1
"Terserah apa pikiran Anda Tuan." Itu yang Qila jawab, karena tidak mau lagi banyak berdebat dengan laki-laki yang ada di sampingnya. Lagi pula dia tidak terlalu kenal juga, itulah yang Qila pikirkan saat ini juga.
"Loh kok terserah, betul kan kata aku poli kandungan itu tandanya kamu memeriksakan kehamilan kamu." Jec terus memancing Qila untuk terlibat obrilan dengan dirinya.
"Iya-iya apa yang Anda maksud itu benar," balas Qila lagi yang ia sendiri malas untuk menjawabnya.
"Ngomong-ngomong kamu sudah hamil berapa bulan? Kok tidak kelihaatan gendut malah kurus biasanya kalau hamil kan gendut, perutnya buncit, kamu kayak orang sakit." Kembali Jec membuat Qila sangat malas meladeninya.
"Bisa tidak Tuan, Anda pergi saja jangan urusin hidup saya, mau hamil, ataupun sakit itu bukan urusan Anda. Anda bukan suami ataupun kekasih saya jadi stop urusi hidup orang." Qila berharap dengan ucapanya laki-laki aneh itu pegi, dan kalau perlu tidak bertemu lagi dengan dirinya.
"Oh, maaf kalau pertanyaan saya kurang nyaman untuk Anda, saya hanya melihat Anda sangat pucat seperti sedang menahan sakit," imbuh Jec, dengan kembali menatap Qilaa yang memang di wajahnya sudah banyak terlihat keringat, seperti sedang menahan sakit.
"Nona, apa Anda baik-baik saja? Kenapa Anda seperti sedang kesakitan. Apa anak Anda menendang-nendang perut Anda?" cecar Jec yang mulai panik ketika Qila justru memegang perutnya yang sepertinya sangat sakit.
Sementaara Qila sendiri yang sedang merasakan saki justru hanya menggeleng-geleng kepalanya ingin mengatakan pada laki-laki itu agar pegi palanya pusing dan perutnya sakit gara-gara laki-laki itu.
Namun justru Jec malah memanggil perawat agar memberikan penanganan pada Qial. "Sus... wanita ini sepertinya kesakitan, mungkin anaknya sedang menendang-nendang." Jec meminta bantuan pada tenagan medis sehingga Qila langsung di bawa ke ruangan IGD rumah sakit bukan poli kandungan. Terlebih setelah ditanya bahwa dirinya bukan hamil tetapi seperti ada salah satu sakit di rahimnya yang membuat dia setiap datang bulan selalu kesakitan, bahkan sampai tidak sadarkan diri. Seperti hari ini, dia sempat tidak sadarkan diri karena sakitnya, dan sakit itu kambuh ketika Jec mengajaknya berkomunikasi.
"Sus aku titip dia yah, tolong berikan peraawatan yang terbaik, dan nanti untuk semua urusanya aku yang tanggung," ucap Jec sembari menatap pada Qila yang terlihat semakin lemah. Padahal dia bisa saja pergi, apalagi wanita itu sudah bersuami, tetapi Jec rasanya tidak tega melihat dia yang sedang hamil hanya memeriksana diri sendirian.
Laki-laki itu yang teringat bosnya opun membirakan Qila seorang diri mendapatkan penanganan dokter.
"Kasihan, tapi ngomong-ngomong keluarganya ke maana, terutama suaminya. Istrinya lagi hamil malah di biarkan sendirian priksa ke dokter," gerundel Jec sedangkan dia kini sedang berjalan ke ruangan bosnya.
"Kemana saja kamu Jec? Apa kamu sudah bosan bekerja?"
__ADS_1
...****************...
#Awalnya novel ini akan tamat akhir bulan Januari, tetapi karena konflik ternyata masih belum selesai, sehingga jadwal tamat ngaret kr akhir bulan Februari. Untuk satu bulan ini others akan fokus penyelesaian konflik dan kebahagiaan tokoh yah, mohon dukungannya, koreksi dan masukan juga boleh dituliskan di kolom komentar yah. 🙏 terima kasih yang udah ikutan Qari sampai sekarang, semoga makin Baik lagi kedepannya. 🙏